Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 62


__ADS_3

"Ha ha ha... Meskipun aku mati, aku juga akan membawamu bersamaku!" seru Yin Gang, saat tangan dan tubuhnya mulai membesar dan terus membesar dengan tangan yang masih menahan Gu Lang dengan aura spiritual, hingga membuat Gu Lang kesulitan saat berusaha membebaskan diri dari Yin Gang.


Duar!!


Sebuah ledakan besar yang begitu dahsyat pun tercipta, bersamaan dengan darah, daging dan tulang yang bertebaran, memercik ke segala arah. Yin Gang, kepala keluarga Yin akhirnya mati dengan cara bunuh diri demi bisa membunuh Gu Lang dan mempertahankan harga dirinya.


Semua orang tertegun melihat dua orang yang tadinya berduel di atas arena yang sudah hancur itu, kini sudah tidak ada lagi. Mereka tau pasti jika keduanya sudah mati, tak terkecuali Bong Quan yang juga terkejut melihatnya.


"Apa... kepala keluarga mati begitu saja? Lalu bagaimana nasib kita?"


"Apa tuan muda Gu Lang juga mati bersama kepala keluarga?"


"Tentu saja. Kau pikir Gu Lang masih bisa selamat dari ledakan sebesar itu? Kalian lihat sendiri bukan, bahkan tubuh kepala keluarga saja sudah berubah menjadi daging cincang!" Berbagai pertanyaan mulai terlontar silih berganti dari semua orang yang menyaksikan pertandingan itu.


"Tidak. Ini tidak mungkin, Gu Lang tak mungkin mati secepat itu. Tapi kemana dia?" Bong Quan memperhatikan sekeliling tempat itu, namun dia tak menemukan orang yang dicarinya itu.


Berbagai bisikan dan segala macam spekulasi dari orang-orang di sekitarnya, seolah tak mampu membuat Bong Quan mengalihkan perhatiannya yang masih terus berusaha mencari sosok Gu Lang, orang yang berjanji akan mengantarkan dirinya kembali ke tempat asalnya.

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga Yin pun di minta untuk berkumpul di aula oleh istri dari Yin Gang, yang terlihat sama sekali tak merasakan kesedihan atas kematian suaminya. Justru seulas senyum tampak tersinggung di wajah cantiknya yang masih terlihat begitu nyata, meski sudah termakan usia.


Bong Quan baru tersadar dari keterkejutannya, saat semua orang sudah meninggalkan tempat itu dan hanya menyisakan dirinya seorang yang masih mematung di sana seperti orang bodoh yang menunggu mayat bisa hidup kembali.


"Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk kembali ke tempat asalku," gumam Bong Quan sembari berbalik badan dan hendak pergi dari itu untuk kembali ke kediaman Xi.


Bong Quan keluar dari kediaman keluarga Xi dan memanggil Pang denvan siulan, seperti biasanya. Namun dia sangat terkejut, kala mendapati Pang yang tidak datang seorang diri, melainkan bersama seseorang yang sudah duduk manis di atas punggungnya.


"G-Gu Lang?" Bong Quan menunjuk ke arah Gu Lang lalu menoleh kembali ke kediaman Xi, lalu pada Gu Lang lagi hingga 3 kali dan itu membuat Gu Lang angkat suara.


"Kau kecewa karena aku tidak mati?" tanya Gu Lang.


Disaat semua orang yakin jika Gu Lang sudah mati bersama dengan Yin Gang, kini dia justru berdiri di hadapannya dengan tegak tanpa kurang satu apapun. Bahkan tak ada sama sekali luka di tubuhnya.


"Kau ingin mengetahuinya?" tanya Gu Lang yang langsung mendapatkan jawaban sebuah anggukan keras dari Bong Quan, yang tentu saja merasa penasaran atas apa yang terjadi pada Gu Lang, hingga dia bisa selamat dari ledakan itu, menghilang di hadapan begitu banyak orang lalu muncul lagi di depannya.


"Kalau begitu tunggulah sampai ayam jantan bertelur." Jawab Gu Lang yang langsung memerintahkan Pang untuk berlari, dan setelah dia memakai jubah hitam yang dia ambil dari cincin penyimpanan miliknya.

__ADS_1


"Menunggu ayam jantan bertelur?" gumam Bong Quan yang masih belum sadar jika dirinya tengah dikerjai oleh Gu Lang, "Tunggu dulu. Bukannya yang bertelur itu ayam betina, bukan ayam jantan?" Bong Quan membulatkan matanya menatap Gu Lang dan Pang yang sudah berlari cukup jauh darinya. "Sialan, kau mengerjaiku!?" Bong Quan pun segera menaiki kuda milik Gu Lang dan memacunya, karena saat ini, Pang sudah membawa Gu Lang dan bahkan meninggalkannya.


"Dasar kurang ajar. Awas saja Pang, aku akan menghukummu nanti. Bisa-bisanya kau meninggalkanku dan membawa Gu Lang di punggungmu?" umpat Bong Quan dengan kesal, namun dia segera menyusul Gu Lang dan Pang dengan kecepatan penuh.


Tujuan Gu Lang saat ini adalah, sekte bulan sabit.


Sepanjang perjalanan, Gu Lang tak mengatakan apapun dan membuat Bong Quan hanya bisa menebak-nebak sendiri bagaimana cara Gu Lang terlepas dari ledakan bunuh diri Yin Gang tadi. Namum sekeras apapun dia memikirkannya, tetap saja tak ada satupun spekulasi yang masuk akal baginya.


"Untung saja tadi Luo Luo cepat menarikku dan membawaku masuk ke dalam menara langit. Kalau tidak, bisa-bisa aku sudah mati karena ledakan itu." Batin Gu Lang yang mengingat kembali detik-detik sebelum kejadian tadi, tepatnya sesaat sebelum tubuh Yin Gang meledak dan hancur berkeping-keping.


Tepat pada saat itu, Luo Luo menarik paksa tubuh Gu Lang untuk masuk ke dalam menara langit dan membuat nyawa Gu Lang terselamatkan. "Tapi aku merasa bersalah pada Luo Luo. Karena menolongku dia jadi terluka." Batin Gu Lang yang mengingat saat ini, Luo Luo masih dalam masa pemulihan karena menarik paksa dirinya untuk masuk ke menara langit, membuat jiwa Luo Luo terluka cukup parah dan butuh waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Jadi selama masa itu, Luo Luo tak akan bisa menarik paksa Gu Lang lagi untuk masuk ke dalam menara langit seperti tadi.


Dan untuk bagaimana cara Gu Lang keluar dari kediaman Yin tanpa dilihat oleh orang-orang, Gu Lang menunggu semua orang pergi dari arena hingga menyisakan Bong Quan yang masih kebingungan mencari dirinya ke segala penjuru tempat itu.


Dan disaat itulah, Gu Lang melesat menggunakannya langkah awan untuk keluar dari kediaman Yin.


"Sementara seperti ini lebih baik. Gu Lang, tuan muda sampah dari keluarga Gu di kota Biluo sudah mati. Dan untuk sementara ini, aku akan menggunakan namaku di kehidupan sebelumnya." Pikir Gu Lang.

__ADS_1


Dia berencana untuk memberitahu teman-temannya jika dia berhasil membalaskan dendamnya dan kembali dengan selamat, agar mereka tidak panik saat mendengar kabar tentang kematian Gu Lang, yang pastinya akan segera tersebar luas di kota Biluo.


__ADS_2