
Kratak! Kretek! Krak!
Meng Wan menggerakkan badannya, membuat tulang-tulang di tubuhnya berbunyi. Dan Gu Lang pun ikut melakukan hal yang sama, "Mari kita selesaikan ini, sudah saatnya kau menghadap pada raja yama!"
Keduanya menerjang maju bersamaan dan melakukan adu banteng dengan jurus masing-masing, "Pukulan sembilan matahari!"
Ledakan besar pun terjadi saat jurus keduanya bertabrakan, dan itu membuat para anggota keluarga Meng penasaran sebenarnya siapa pria bertopeng yang tengah melawan kepala keluarga mereka itu.
"Kalian tunggu di sini, biar aku dan beberapa orang ini membantu pria bertopang itu. Sepertinya kepala keluarga menggunakan jurus terlarang, seperti yang tertulis di buku sejarah keluarga Meng."
Beberapa orang pria pun keluar dari ruang bawah tanah untuk kembali ke tempat pertempuran. Mereka berniat membantu Gu Lang.
Namun sesampainya di sana Meng Wan justru sudah tergeletak tidak berdaya, dan Gu Lang tengah berdiri di depan Meng Wan seperti tengah menginterogasinya.
Mereka pun memilih untuk diam dan mendengarkan apa yang kedua orang itu bicarakan.
"Katakan padaku, siapa orang di balik pembantaian keluarga Gu!"
Meng Wan meludah kearah Gu Lang kemudian tertawa, "Aku tak akan memberitahumu meskipun aku mati!"
"Baiklah jika memang itu yang kau mau. Sebelum kau mati, aku ingin kau tau yang sudah membunuhmu." Gu Lang pun melepaskan topengnya dan membuat Meng Wan serta beberapa orang pria yang melihat dari kejauhan itu sangat terkejut.
Mereka tau pasti wajah siapa yang mereka lihat saat ini, Gu Lang si tuan muda sampah dari keluarga Gu yang juga adalah mantan tunangan nona muda keluarga Meng mereka.
"K-kalian melihatnya juga kan? Aku tidak sedang berhalusinasi kan?" tanya salah seorang pria pada yang lainnnya.
"Tidak kami juga melihatnya, itu memang benar-benar tuan muda Gu Lang."
Semua orang sangat tidak menyangka jika orang kuat di balik topeng emas yang sudah menyelamatkan mereka itu, tenyata adalah orang yang sering mereka hina dulunya.
__ADS_1
Dulu mereka juga merasa kalau Gu Lang memang tidak pantas jika bersanding dengan nona muda mereka.
"Sayang sekali nona muda sekarang sudah berada di sekte, jika saja dia melihat tuan muda Gu Lang menjadi sekuat ini dia pasti akan menyesal sudah menghina tuan muda Gu Lang dan membatalkan pertunangan itu."
"G-Gu lang?" Meng Wan pun tak kalah terkejutnya dengan para pria yang berada di sana, bahkan dialah yang paling terkejut saat ini karena dia sudah merasakan betapa kuatnya pria bertopeng di hadapannya itu.
Bahkan dia saja tak mampu mengalahkan Gu Lang, meski hanya sekedar melukainya pun Meng Wan tidak mampu.
"Kenapa kau begitu terkejut mantan calon ayah mertua? Apa kau tidak menyangka jika mantan calon menantu sampahmu inilah yang akan mencabut nyawamu?"
Meng Wan pun hanya terdiam, dia memang menyesali keputusannya untuk membatalkan pertunangan anaknya dan Gu Lang, menyesali keputusannya untuk ikut andil dalam pembantaian keluarga Gu. Tapi Meng Wan tetaplah Meng Wan yang tidak akan pernah mengaku kalah dan salah.
Dia pun menghancurkan plakat giok kepala keluarga yang kini berada di tangannya dan berteriak, "Yang sudah membunuhku adalah Gu Lang, balaskan dendamku!"
Gu Lang sedikit terkejut melihat Meng Wan mengirim pesan entah pada siapa, tapi mungkin saja pesan itu dia kirimkan untuk anak-anaknya, yaitu Meng Yixue, Meng Hao dan Meng Gao yang saat ini masih belajar di sekte tempat mereka menuntut ilmu.
"Ha ha ha Jangan senang dulu bocah ingusan! Anak-anakku akan membalaskan dendamku dan menghabisimu!"
Krak!
Gu Lang pun mematahkan kepala Meng Wan di hadapan para pria yang masih berdiri mematung di sana, membuat mereka ketakutan.
"Aku tidak akan membunuh kalian, urusanku di sini sudah selesai dan kalian bebas mau melakukan apapun." Gu Lang tau jika memang ada beberapa orang yang sedari tadi melihatnya bersama Meng wan, tapi dia juga tak perduli karena tidak ada satupun diantara orang-orang itu yang mampu mengalahkannya jadi mereka bukan ancaman.
Gu Lang pun melangkah pergi untuk melanjutkan perjalanan balas dendamnya ke rumah keluarga besar yang lain.
"T-tunggu tuan muda Gu Lang." Panggilan itu menghentikan langkah Gu Lang dan membuatnya berbalik untuk melihat siapa yang menghentikannya.
"S-saya melihat orang yang meminta kepala keluarga ikut menghancurkan keluarga Gu, karena saya adalah seorang informan keluarga Meng."
__ADS_1
Tentu saja kata-kata itu membuat Gu Lang bersemangat untuk mendengarkannya.
"Katakan siapa orangnya."
"S-saya tidak tau siapa, karena orang itu memakai jubah hitam. T-tapi saya sempat melihat ada tatto kalajengking hitam di dahinya."
"Tatto kalajengking hitam?" Gu Lang pun mencoba mengingat pemilik tatto itu, namun memang tidak ada ingatan apapun tentang pemilik tatto itu dalam ingatan Gu Lang yang asli.
"Baiklah, terimakasih." Gu Lang pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan rumah keluarga Meng, untuk selanjutnya pergi ke keluarga Gong keluarga terkaya di kota Biluo.
Keluarga Gong adalah keluarga pebisnis yang begitu terkenal, namun dalam hal kekuatan keluarga Gong adalah yang aing lemah di antara lima keluarga besar.
Karena itulah Gu Lang akan menghancurkan keluarga Gong lebih dulu untuk mempersingkat waktu.
GU Lang memakai kembali topengnya dan melesat menuju rumah besar keluarga Gong, "Keluarga Gong, aku datang."
Dan ternyata berita tentang kehancuran keluarga Meng begitu cepat menyebar dan sampai ke telinga keluarga besar yang lain yaitu keluarga Xi, yang merupakan keluarga ahli senjata di kota Biluo juga keluarga Ning yang merupakan keluarga alchemist ternama di kota Biluo yang memiliki banyak informan yang sengaja mereka sebar ke segala penjuru kota Biluo, termasuk di sekitar rumah keluarga Meng.
Di rumah keluarga Xi saat ini...
"Kepala keluarga apa yang harus kita lakukan sekarang? Semua petinggi keluarga Meng sudah tewas, bahkan kepala keluarga Meng Wan juga sspertinya tidak akan bisa bertahan."
"Siapa sebenarnya pria bertopeng emas itu?"
"Siapapun dia, kita tidak bisa mundur. Kalian tau apa konsekuensinya kan? Jadi kita hanya bisa maju, karena melawan tuan besar pun kita tidak akan sanggup. Tapi kita masih memiliki peluang untuk mengalahkan pria bertopeng emas itu."
Semua orang pun nampak berpikir dan mengangguk, karena memang begitu adanya. Melawan orang yang ada di balik bersatunya kelima keluarga besar untuk membumihanguskan keluarga Gu, sama halnya dengan menyerahkan nyawa secara cuma-cuma karena dia bukanlah orang yang bisa mereka lawan.
Jadi tidak ada jalan mundur bagi mereka semua, hanya ada jalan maju yaitu menunggu dan menghadapi pendekar topeng emas.
__ADS_1
"Siapkan semua senjata tersembunyi di lingkungan kediaman!"