
"Ha ha ha... lihatlah itu pak tua! Tempurung kura-kura kalian sangat lemah! Bahkan hanya dengan serangan kecil saja, dia sudah tidak sanggup!" Gu Lamg tertawa kemudian berteriak keras dengan pandangan membunuh terpancar dari matanya, "Hancurkan!"
Blar!!
Semua aura pedang di atas langit yang tampak tidak berkurang sejak tadi itu pun, turun bersamaan dan menghantam tempurung pelindung para tetua itu hingga menimbulkan suara ledakan yang begitu besar dan menggelegar.
Tidak tanggung-tanggung, efek dari benturan itu bahkan membuat arena pertandingan keluarga Yin hancur berantakan. Padahal Arena itu sudah dilapisi dengan array pertahanan yang cukup kuat, tapi bahkan tak sanggup menahan satu jurus dari Gu Lang itu.
Semua penonton terperangah, saat melihat para tetua sudah terkapar di atas reruntuhan arena. Darah terlihat mengalir dari beberapa luka akibat jurus amukan pedang milik Gu Lang, yang ada di tubuh mereka. Meskipun untungnya, jurus itu tidak langsung membunuh mereka.
Kepala keluarga Yin mengepalkan erat kedua tangannya, dan menatap Gu Lang dengan tatapan membunuh yang kuat. Namun sesuai aturan keluarga Yin, jika tak boleh ada orang yang ikut campur dalam pertandingan, kecuali salah seorang dari mereka sudah mengangkat tangan dan menyerah.
Tapi bagaimana bisa para tetua itu menyerah, jika bahkan hanya untuk bergerak saja, mereka sudah tidak mampu lagi.
Dan tentu saja aura membunuh yang kepala keluarga pancarkan, dapat dirasakan dengan begitu jelas oleh Gu Lang.
Gu Lang pun menoleh kearah sang kepala keluarga dan berkata, "Tunggu aku selesai mengantarkan mereka pada Raja Yama, dan saat itulah giliranmu akan tiba."
__ADS_1
Tanpa menunggu reaksi dari lawan bicaranya, Gu Lang pun kembali mengangkat ujung pedangnya menghadap langit.
Dan kini ribuan pedang kembali muncul bersamaan dengan awan gelap yang kini bercampur dengan aura berwarna merah darah yang berasal dari pedang iblis, yang sepertinya mulai perlahan mendapatkan kembali kekuatannya karena digunakan untuk membunuh orang.
"Jurus Pedang Neraka!" Ribuan pedang itu mulai berjatuhan menghantam tubuh para tetua keluarga Yin. Bersamaan dengan itu, suara teriakan terakhir mereka pun terdengar, karena setelah semua pedang itu habis, barulah terlihat jika tubuh para tetua keluarga Yin sudah tidak lagi utuh melainkan sudah terpisah menjadi banyak sekali potongan kacil, seperti daging yang dicincang dengan pisau tajam.
Gu Lang tersenyum dan bergumam, "Kekuatan jurus Pedang Neraka ternyata ikut meningkat seiring meningkatnya basis kultivasiku." Tentu saja Gu Lang senang, melihat jurus ciptaannya sendiri yang dia buat dari gabungan jurus pedang kematian dan amukan pedang itu menjadi sekuat ini, sekarang.
Yin Gang yang murka melihat kematian para tetuanya yang terjadi dengan cara yang begitu memalukan pun langsung melesat naik ke atas arena yang kini sudah hancur itu, dan berdiri menatap tajam pada Gu Lang. Meskipun awalnya dia sengaja menggunakan para tetua itu untuk mengetes sejauh mana kekuatan Gu Lang, tapi dia tak pernah mengira jika para tetua keluarganya akan mati mengenaskan setelah dihina habis-habisan oleh pria bertopeng itu.
"Akhirnya kau sudah tidak tahan lagi, Yin Gang? Ha ha ha... mau bertarung sekarang, atau kau mau menguburkan mayat mereka dulu?" tanya Gu Lang dengan sinis dan nada mengejek yang begitu terdengar jelas di telinga Yin Gang.
"Karena kau sepertinya sangat ingin melihat wakah tampanku, maka akan kuperlihatkan wajahku karena aku juga ingin orang yang akan segera kucabut nyawanya, mengetahui siapa malaikat kematian yang sudah berbaik hati mengantarkan mereka menemui raja neraka." Gu Lang melepas topengnya, yang membuat semua orang terdiam seketika itu juga.
Tentu saja itu karena mereka semua tau siapa sosok yang kini telihat tengah tersenyum sinis pada Yin Gang itu. Orang yang dulu sangat mereka hina, karena predikat sampah yang tersemat padanya, kini justru mampu membuat mereka semua takjub dan memuji kekuatan Gu Lang tanpa mereka tau siapa sosok dibalik topeng itu, sebelumnya.
"Apa mataku aku tidak salah lihat?!"
__ADS_1
"Bukankah itu Gu Lang?"
"Bagaimana bisa, Gu Lang jadi sekuat ini sekarang?" Dan masih banyak lagi pertanyaan yang para penonton ucapkan, sstelah mereka melihat siapa dirinya.
Sama halnya ssperti para anggota keluarganya yang tudak menyangka jika orang yang sudah membuat mereka takjub adalah si tuan muda sampah,Yin Gang pun terkejut mengetahui jika ternyata pendekar topwng emas itu adakah Gu Lang.
Kini dia tak perlu lagi menanyakan tujuan Gu Lang datang ke kediamannya, karena dia sudah tau pasti jika tujuan Gu Lang adalah untuk membalaskan dendam atas kehancuran keluarganya.
"Jadi itu kau, tuan muda sampah keluarga Gu?" tanya Yin Gang yang sengaja ingin membuat Gu Lang marah dan menyerangnya dengan membabi buta, karena dengan begitu Gu Lang akan menciptakan banyak cela dalam jurus-jurusnya.
Yin Gang berpikir jika dia akan punya banyak kesempatan untuk memanfaatkan emosi Gu Lang, untuk dapat melihat kelemahan Gu Lang dan mengalahkannya.
Tapi sayangnya, respon Gu Lang sama sekali tidak terduga. Dia hanya diam dia sambil menatap Yin Gang dengan tatapan merendahkan, terlebih setelah melihat kepala keluarga Yin itu ternyata mencoba menggunakan cara yang sama dengannya, yaitu memancing emosi lawan, agar lawan membuat banyak kesalahan.
"Jangan mencoba membuatku marah, Yin Gang. Karena kau tidak akan pernah bisa membuatku marah dengan cara itu. Aku tidak sebodoh kalian, yang akan marah dan jatuh dalam jebakan musuh hanya dengan sedikit permainan kata." ujar Gu Lang.
Mendengar perkataan Gu Lang yang mengatainya bodoh, Yin Gang pun sangat kesal dan marah. Dia mengeluarkan pedang miliknya dari sarungnya dan menodongkannya ke arah Gu Lang.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara lagi, Gu Lang. Lebih baik kita akhiri ini semua segera, karena aku sudah tidak sabar untuk mengulitimu dan menjadikannya sebagai keset kaki!"