Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 9


__ADS_3

Jurus Amukan Pedang, sama kuatnya dengan jurus Pedang Kematian. Namun bedanya, Jurus Amukan Pedang bisa di gunakan berkali-kali.


Tak seperti jurus Pedang Kematian yang jika sudah di gunakan sekali dan gagal, maka tidak akan berguna lagi jika di gunakan pada orang yang sama.


Saat ini Gu Lang baru menguasai tiga jurus saja. Yang pertama adalah jurus Pedang Kematian, tapi jurus ini hanya bisa di pakai satu kali, pada musuh yang sama.


Karena saat tujuan dari jurus ini sudah diketahui, maka jurus ini sudah tidak lagi berguna.


Yang kedua, jurus Langkah Awan. Jurus yang tak memiliki daya serang, namun dapat di gunakan untuk meningkatkan kecepatan serangan dan untuk melarikan diri dari keadaan genting seperti tadi.


Lalu yang ketiga adalah jurus Pukulan Sembilan Matahari, satu-satunya jurus menyerang yang bisa dia pakai saat ini.


Maka dari itu, dia harus segera mempelajari jurus lain yang bisa dia pakai dalam pertarungan.


Gu Lang benar-benar merasa beruntung mendapatkan buku itu, di saat dia memang sedang membutuhkan jurus menyerang.


Dan jika dia bisa menguasai jurus itu, dia tak perlu takut dengan orang yang bernama Tang Yu Long itu meskipun orang itu sudah berada di level sembilan sekalipun.


*


*


Setibanya di sekte, mereka pun datang ke sebuah tempat makan untuk mengisi perut mereka sambil mengobrol bersama.


"Kemana rencananya kau akan pergi setelah ini Gu Lang?"


"Aku akan melanjutkan pelatihanku dan meningkatkan kekuatanku sesegera mungkin."


"Kalau begitu jurang pelatihan adalah tempat yang cocok untukmu. Kau bisa berlatih di sana dengan para kultivator hebat lainnya, yang tidak kalah denganmu. Dengan melakukan pertarungan yang sesungguhnya, kau pasti bisa meningkat dengan cepat."


Gu Lang pun mengangguk sambil mencari ingatan tentang jurang pelatihan itu. Ternyata tempat itu adalah tempat para kultivator berkumpul, untuk bertanding satu sama lain dan meningkatkan kekuatan mereka.


Meski begitu, sangat jarang adanya pembunuhan di sana. Karena memang tempat itu hanya untuk pelatihan, jadi setelah salah satu dari mereka kalah, maka pemenang akan mencari lawan lain yang lebih kuat.

__ADS_1


Terlebih tempat itu juga adalah tempat dimana nyawa Gu Lang yang asli melayang, di tangan sepupunya sendiri.


Dan kini sudah dia putuskan, tujuan selanjutnya adalah jurang pelatihan. Xiao San juga berencana untuk pergi ke sana, namun mereka tidak akan berangkat bersama.


Karena dengan begitu, mereka bisa lebih leluasa dan jika mereka memang ditakdirkan untuk bertemu maka mereka pasti akan bertemu lagi di jurang pelatihan.


Setelah menyelesaikan acara makan mereka, mereka pun segera berpisah dengan tujuan yang berbeda-beda.


Gu Lang segera pergi menuju jurang pelatihan, untuk segera memulai pelatihannya.


*


*


Jurang pelatihan.


"Jurang pelatihan, aku datang lagi ke tempat ini. Tapi hal yang sama, tidak akan terjadi lagi kali ini. Aku sudah bukan Gu Lang yang tidak berguna, aku akan membayar rasa malu dan penghinaan di masa lalu!"


Beberapa hari berada di sana, Gu Lang terus berkultivasi dengan di bantu pil obat yang membuat pelatihannya menjadi lebih cepat, meskipun Gu Lang tidak menggunakan black shadow selama pelatihannya.


Sudah beberapa lama Gu Lang berjalan untuk mencari lawan dan mengasah kemampuannya.


Namun tiba-tiba saja sebuah aura berbentuk pedang melesat cepat kearahnya, dan memaksa Gu Lang untuk mundur sesegar mungkin menghindari serangan dadakan itu.


Meng Hao kakak laki-laki dari Meng Yixue, dialah orang itu. Seorang murid dalam yang kekuatannya sudah berada di tingkatan jendral, satu tingkat di atas kekuatan Gu Lang.


Tapi meski begitu, kesenjangan antar tingkatan memang sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan kesenjangan antar level dan hal itu pastinya akan membuat Gu Lang kewalahan jika harus melawannya.


Gu Lang melirik sekilas ke arah Meng Hao yang siap melemparkan lagi aura berbentuk pedang miliknya pada Gu Lang, hingga secepat kilat Gu Lang menggunakan langkah awan dan melarikan diri.


"Meng hao ya? Aku dan kau tak pernah memiliki dendam, tapi kau malah menginginkan nyawaku. Suatu saat aku akan membunuhmu!"


Gu Lang pun menghilang dari pandangan mata Meng Hao, "Tikus yang menarik," Gumam Meng Hao sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


*


*


Gu Lang kini sudah jauh dari tempat dimana dia bertemu dengan Meng Hao.


"Setidaknya aku harus mencapai level sembilan untuk mengalahkan Meng Hao yang berada di tingkatan roh. Dari segi kecepatan aku memang unggul, tapi dari segi serangan aku masih kalah darinya."


Gu Lang pun kembali melanjutkan perjalanannya, untuk menemukan lawan yang bisa dia ajak berduel.


"Gu Lang!" seru seseorang dari arah belakang, yang membuat Gu Lang menolehkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang memanggilnya itu.


Gu Lang tersenyum saat melihat Xiao San dan Xia Luxia lah orang yang memanggilnya. Mereka melambaikan tangan sambil berlari kecil menghampirinya.


Sudah beberapa lama mereka tidak bertemu, dan itu membuat mereka bahagia karena akhirnya bisa bertemu kembali.


Mereka berbincang sambil melanjutkan perjalanan, Gu Lang menanyakan kenapa mereka bisa sampai di sana.


Karena seingatnya yang akan pergi ke jurang pelatihan hanya Xiao San, tapi kini malah ada Xia Luxia juga.


Dan setelah perbincangan panjang mereka, ternyata Xiao San memang sengaja mencarinya di jurang pelatihan itu.


Alasannya sederhana, dia takut bertemu dengan kultivator kuat yang suka mencari gara-gara dan dengan adanya Gu Lang di sampingnya, dia merasa lebih aman.


"Jadi begitu? Baiklah karena kita sudah bertemu di tempat yang luas ini, itu artinya kita berjodoh. Lagipula sepertinya seru juga kalau kita pergi bersama seperti ini," ujar Gu Lang.


"Baguslah jika kau tidak merasa kami ini merepotkan." Xiao San tersenyum pada Gu Lang, hingga menampakkan deretan giginya.


"Gu Lang, pakai ini." Luxia memberikan sebuah topeng berwarna hitam dengan corak emas itu pada Gu Lang.


Gu Lang mengernyitkan dahinya karena bingung kenapa Luxia memberinya topeng itu. Usut punya usut, ternyata topeng itu hanya sekedar untuk membantu Gu Lang menyembunyikan identitasnya.


Dan tentunya untuk menghindari masalah, jika saja ada lawan yang dendam setelah kalah dalam pertarungan.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk bersama-sama menjalankan pelatihan mereka di jurang Pelatihan itu.


Xiao San dan Luxia juga tidak perlu takut lagi di ganggu oleh kultivator yang lebih kuat daripada mereka, karena sudah ada Gu Lang yang pastinya tak akan membiarkan hal itu jika benar-benar terjadi.


__ADS_2