Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 8


__ADS_3

Seketika itu juga, muncul aura berwarna merah menyala yang tampak membumbung tinggi dan menyelimuti tubuh Tang Yin. Hawa panas juga terasa memancar keluar dari tubuh Tang Yin.


"Jurus Cambuk Dewa!"


Aura merah itu pun berubah bentuk, menjadi sebuah cambuk raksasa dan melesat begitu saja menyerang Gu Lang, namun Gu Lang dapat menghindarinya dengan sangat mudah menggunakan jurus langkah awan.


"Pukulan Sembilan Matahari!"


Gu Lang melayangkan tinjunya kearah Tang Yin, dan membuat pria sombong itu tersungkur ke tanah.


Tang Yin merasa terhina dengan kekalahannya, dan membuatnya sangat marah. Hingga akhirnya dia terpaksa menggunakan jurus terlarang, yang dia pelajari secara diam-diam.


"Cambuk api neraka!"


Aura merah yang sebelumnya pun berubah menjadi warna merah darah, dengan tekanan yang semakin terasa mengintimidasi. Namun tekanan semacam itu sama sekali tak berpengaruh pada Gu Lang.


Tabrakan aura dari jurus Cambuk api neraka milik Tang Yin dan pukulan Sembilan Matahari milik Gu Lang itu pun menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat, membuat arena pertarungan diselimuti dengan asap pekat yang mengerikan.


"Uwaaaghh!"


Tubuh Tang Yin terpental jauh ke belakang, dengan luka yang Mengerikan di sekujur tubuhnya. Gu Lang melirik ke arah Tang Yin yang sudah terkapar tidak berdaya di atas tanah.


Meskipun dia masih hidup, tapi untuk sekedar bergerak saja dia sudah tidak mampu lagi. Luka yang dia terima benar-benar parah, dan menurut pengamatan Gu Lang, akar spiritual Tang Yin sudah hancur bersamaan dengan ledakan aura tadi.


"K-kau tidak boleh membunuhku! Kau harus membawaku kembali ke sekte dan memberikan setengah dari inti monster itu padaku. Jika tidak, akan kupastikan kalian mati mengenaskan saat kalian sampai di sekte!"


Gu Lang tersenyum mengejek ke arah Tang Yin, yang dalam keadaan tidak berdaya seperti itu pun dia masih saja bersikap angkuh. Bahkan dia dengan tamaknya menginginkan separuh dari inti monster, milik ketiga orang itu.

__ADS_1


Benar-benar manusia menjijikkan yang tidak tau malu.


"Tidak tau malu!"


"Gu Lang, namamu Gu Lang kan? Lebih baik turuti saja keinginannya. Kakaknya Tang Yin, Tang Yu Long adalah peringkat lima murid luar. Kekuatannya sudah berada di level tertinggi tingkat prajurit."


Tang Yin yang mendengar ucapan pria bernama Xiao San itu pun tersenyum dengan penuh kemenangan, karena lagi-lagi dia bisa memerintah orang untuk mematuhinya dengan mengandalkan nama kakaknya yang masuk dalam peringkat 5 murid luar.


Namun bukan Gu Lang namanya jika dia dengan begitu mudahnya takut, hanya karena gertakan dari Tang Yin. Baginya level sepuluh tingkat prajurit bukanlah apa-apa.


Gu Lang melangkah mendekati Tang Yin, dan membuat Tang Yin semakin tersenyum mengejek pada Gu Lang, karena dia mengira jika Gu Lang akan menolongnya karena takut dengan nama besar kakaknya.


Gu Lang berjongkok dan menatap lekat wajah Tang Yin sambil berkata, "Apa hebatnya peringkat lima murid luar? Kalau memang sehebat itu, maka aku akan mengalahkan kakakmu, dan membuat kau tau jika peringkat itu bukanlah sesuatu yang bisa di banggakan!"


Gu Lang memegang kepala Tang Yin, kemudian membenturkannya ke tanah dengan begitu keras.


Ledakan besar terjadi saat Gu Lang membenturkan kepala Tang Yin ke tanah, persis seperti saat Gu Lang yang asli mati di tangan sepupunya sendiri.


Bedanya, cekungan yang tercipta dari serangan Gu Lang lebih besar, yang artinya kekuatan Gu Lang memang lebih besar dari biadab itu.


Semua orang pun terkejut dengan apa yang Gu Lang lakukan, bahkan setelah dia mengetahui jika Tang Yin memiliki pelindung yang sangat kuat seperti itu di dalam sekte.


Namun Gu Lang bukan semata-mata membunuh Tang Yin tanpa alasan. Pertama, Tang Yin sudah menghinanya secara terang-terangan.


Kedua, Tang Yin sudah mencoba membunuh dia secara terang-terangan juga. Jadi untuk apa juga menyelamatkan orang sepertinya.


"Habislah kita! Tang Yu Long pasti akan membalas kematian Tang Yin."

__ADS_1


"Jika mereka mencari kalian, katakan saja aku yang membunuh Tang Yin. Aku yang berbuat aku juga yang akan bertanggung jawab, kalian tidak perlu khawatir."


Meskipun Gu Lang berkata seperti itu, mereka masih saja merasa khawatir. Meskipun bukan lagi mengkhawatirkan diri mereka, namun kini mereka mengkhawatirkan nasib Gu Lang yang pastinya akan sangat mengenaskan nantinya, menurut mereka.


Gu Lang tak perduli dengan kesenjangan level antara dia dan orang yang bernama Tang Yu Long itu, yang dia tau hanya dia tak akan mengaku kalah sebelum perang.


Jadi jika benar orang itu akan membalas kematian Tang Yin, maka dengan senang hati Gu Lang akan melawannya, meski harus bertarung hingga titik darah dan tarikan nafas terakhirnya sekalipun.


Tak ada penyesalan dan rasa takut sedikitpun di hati Gu Lang saat ini, justru dia merasa senang karena sudah menyingkirkan satu sampah masyarakat yang mengotori bumi ini.


Melihat kepercayaan diri dan tidak adanya rasa takut pada Gu Lang, membuat ketiga orang itu ikut mendapatkan kekuatan tekad mereka.


Mereka pun saling memperkenalkan diri satu sama lain, agar mereka lebih saling mengenal.


"Tidak, Gu Lang. Kita akan hadapi Tang Yu Long bersama, karena kami juga bukan pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik punggungmu." Bao Feng berkata dengan tegas, dan di susul anggukan dari Xiao San juga Xia Luxia.


Hal itu tentu saja membuat Gu Lang sangat senang. Bukan semata-mata karena dia mendapatkan bantuan untuk melawan Tang Yu Long, melainkan dia senang karena dia sudah mendapatkan teman-teman yang setia dan baik seperti ketiga orang itu.


Gu Lang pun merasa sangat berterimakasih pada ketiga teman barunya yang sudah menaruh harapan besar padanya, yang tentu saja membuat Gu Lang akan berusaha lebih keras untuk menjadi semakin kuat. Agar dia bisa melindungi orang-orang yang dia sayangi.


"Tang Yin, dosamu sudah terlalu banyak dan kau pantas mati. Orang sombong yang rela mengorbankan temannya demi diri sendiri sepertimu, jika aku menemukannya lagi maka akan aku bunuh mereka satu persatu!"


Gu Lang menatap tanpa ekspresi kearah jasad Tang Yin, yang sudah dalam keadaan mengenaskan akibat serangan mematikan darinya.


Namun matanya menangkap sesuatu yang berada di balik jubah Tang Yin. Sesuatu seperti, sebuah buku. Tang Yin berjongkok dan mengambil buku itu dari Tang Yin.


"Jurus Amukan Pedang? Sepertinya ini jurus yang kuat, Tang Yin buku ini sudah tidak berguna untukmu jadi biarkan aku membawanya. Di kehidupan selanjutnya, jadilah orang baik."

__ADS_1


Gu Lang pun menyusul yang lainnya, setelah mengambil buku itu dari jasad Tang Yin.


__ADS_2