
"Sombong sekali kau! Jangan mengira karena semua tetua sialan itu takut padamu kau sudah bisa sombong bedebah!"
Meng Wan yang sudah tidak bisa lagi menahan amarah yang sudah membuncah di dalam dirinya pun, langsung menerjang maju ke arah Gu Lang dengan impulsif alias tanpa pikir panjang.
"Aku Meng Wan, tidak akam pernah membiarkan bocah tengik sepertimu mempermalukan dan menginjak-injak harga diriku, najingan! Rasakan tinjuku, pukulan pemusnah!"
Pukulan itu mengenai tempat di mana Gu Lang berdiri, membuat bekas kerusakan yang begitu parah.
"Ha ha ha bocah bau kencur sepertimu ingin melawanku!? Kau masih terlalu muda dan naif.!"
Namun saat dia melihat ke arah bekas pukulannya, Gu Lang tidak ada di sana, dan membuatnya bingung karea tadi jelas-jelas pukulannya tepat mengenai tubuh Gu Lan Dia pun mencari dimana keberadaan Gu Lang, hungga sebuah suara tawa yang menggelegar pun terdengar dan seolah tengah menertawakan kebodohan Meng Wan saat ini.
"Ha ha ha dasar bodoh. Pantas saja keluarga Meng tidak pernah mengalami perkembangan selama beberapa tahun ini, karena kau sebagai kepala keluarga saja tak lebih dari seorang badut!"
Semua orang terkejut bukan main, karena saat ini Gu Lang justru tengah duduk di atas kursi kepala keluarga yang melambangkan kepemimpinan dan kedudukan Meng Wan di keluarga Meng.
Gu Lang berdiri dari duduknya, kemudian mencengkram ujung kursi yang berbentuk kepala phoenix itu. Dan di saat itu juga kursi itu meledak dan hancur berkeping-keping, sama seperti nama keluarga Meng yang akan segera hancur dan menghilang dari kota Biluo ini.
"Keluarga Meng akan hancur seperti kursi yang melambangkan kekuasaanmu ini, dan semua itu karena keserakahanmu yang menginginkan keuntungan dengan membumi hanguskan keluarga Gu!"
Semua orang terdiam dan tidak berani bicara sama sekali, saat melihat sorot mata Gu Lang yang memancarkan aura mebunuh yang begitu kuat tapi gesture tubuhnya justru sangat tenang.
"Sialan! Lancang sekali bicaramu! Sebelum kau memusnahkan keluarga Meng, aku akan menghabisimu lebih dulu!"
__ADS_1
Meng Wan semakin terbakar api amarah mendengar ucapan Gu Lang yang begitu menjatuhkan harga dirinya, dan membuat seolah dirinya tidak lebih dari seorang pemimpin yang serakah akan harta dan tahta.
Meng Wan menggigit ujung jarinya hingga mengeluarkan darah segar, kemudain menempelkan jari itu ke arah dahinya.
"Pengorbanan darah! Armor api dewa perang!" Aura api berkobar dengan dahsyat menyelimuti tubuh Meng Wan, dan membentuk sebuah armor perang yang terbuat dari api spiritual.
Para tetua yang ada di ruangan itu cukup terkejut, karena ternyata Meng Wan sudahmenguasai dan kini menggunakan jurus terlarang keluarga Meng, yaitu pengorbanan darah.
Jurus ini hampir mirip dengan efek pil berserk yang mampu meningkatkan kekuatan pemakainya dua kali lipat dalam waktu singkat, hanya saja perbedaan jurus ini dan pil berserk terletak pada efek sampingnya.
Semakin kuat pengguna jurus pengorbanan darah ini, maka akan semakin kuat pula efek sampingnya. Dia akan menjadi gila dan dikuasi oleh jurus itu sendiri, dia tak akan lagi mengenal lawan atau kawan. Dan yang lebih kejam lagi, jurus ini bisa menjadi lebih kuat saat mendapatkan darah sebagai pergorbanan.
Jadi saat Meng Wan menggunakan jurus ini, dia sudah berpikir untuk menjadikan para tetua keluarga Meng sebagai tumbal pengorbanan darah.
Semua orang terperanjat mendengar ucapan Meng Wan yang secara tidak langsung sudah menjelaskan kalau mereka akan menjadi tumbal bagi jurus pengorbanan darah milik Meng Wan agar menjadi semakin kuat.
Perlahan, tanda di wajah Meng Wan semakin menyebar. Dan seiring bertambahnya tanda itu, semakin hilang pula kesadaran Meng Wan dan kemampuannya mengendalikan tubuhnya sendiri.
Meng Wan melesat menghampiri Meng Daduo dan mencengkeran lehernya, mengalirkan api spiritualnya dan menyerap darah di tubuh Meng Daduo.
"Aaaarrrggh!"
Jeritan kesakitan itu membuat tetua lainnya ikut takut, karena mereka tau setelah Meng Daduo maka tibalah giliran mereka yang aka menyusul untuk bertemu dengan raja neraka.
__ADS_1
Tubuh Meng Daduo perlahan mengecil hingga akhirnya hanya ada tulang dan kulit yang tersisa.
Gu Lang hanya menyaksikan saja bagaimana Meng Wan membinasakan keluarganya sendiri, tanpa perlu dia turun tangan.
"Ck ck ck pemandangan yang menyedihkan, melihat kalian saling membunuh. Tapi ini cukup menyenangkan." Gu Lang duduk sebagai penonton di atas singgasana kepala keluarga Meng, dan dengan sengaja menunggu Meng Wan berevolusi sepenuhnya.
Karena Gu Lang juga tau kalau Meng Wan sudah berevolusi sepenuhnya, maka akan lebih mudahmengalahkannya. Di saat jurus itu sudah menguasi tubuh Meng Wan sepenuhnya, itu berarti Meng Wan sudah menjadi binatang yang tidak memiliki pemikira seperti manusia dalam bertarung dan hanya akam menyerang secara membabi buta.
Hingga akhirnya saat Gu Lang tunggu-tunggu pun tiba, saat dimana tanda pengorbanan darah di wajah dan tubuh Meng Wan sudah penuh. Bahkan bola mata Meng Wn juga berubah warna dengan warna merah menyala, juga armor api dewa perang di tubuh Meng Wan sudah lengkap.
Hhh... hhh... Kratak!
Suara Meng Wan juga berubah menjadi seperti suara iblis yang mengerikan, nafasnya juga terasa berat namun begitu menekan. Dari tatapan matanya kini, hanya ada nafsu seekor binatang yang tengah mengintai dan siap menerkam mangsanya.
"Sudah waktunya bekerja keras." Gu Lang berdiri dari duduknya, kemudian melepaskan jubah hitamnya hingga menampakkan zirah perang miliknya yang berwana keemasan itu.
Gu Lang mengalirkan aura spiritualnya ke dalam zirah perang itu, hingga membuat level kultivasi Gu Lang juga naik dua tingkat sekaligus.
Meskipun begiu Gu Lang tau, jika kekuatan Meng Wan saat ini mungkin sudah berada di level tiga atau bahkan empat, karena aura jurus pengorbanan darah itu membuat Gu Lang tak dapat melihat tingkat kultivasinya.
Dan dia juga memiliki batas waktudalam menggunakan zirah itu, karena menggunakannya sungguh menguras tenaga. Jadi yang harus dia lakukan saat ini adalah, mengakhiri pertarungan itu secepat mungkin.
"Mari kita akhiri ini dengan cepat!"
__ADS_1