Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit
Episode 32


__ADS_3

"Kau ingin tau berada di tingkatan apa bejana ilahi ini?" tanya senior itu, seolah bisa membaca pikiran Gu Lang. "Bejana ini berada di level Semesta, jauh di atas level dewa."


Gu Lang sangat terkejut mendengarnya, bejana dengan level dewa saja dia belum pernah melihatnya karena memang bejana level dewa adalah benda yabg sangat langka.


Tapi bejana di hadapannya ini justru berada di level yang jauh dari level dewa? Yang benar saja. Kalau ada alchemist yang mengetahui keberadaan bejana ini, sudah pasti dirinya akan menjadi target buruan.


Akhirnya senior itu pun mulai menunjukkan cara membuat pil obat, pada Gu Lang. Senior itu menggunakan api yang berwarna biru terang.


Cara dia mengontrol api sangatlah baik, dan sepertinya senior itu adalah seorang alchemist di tingkatan yang tinggi.


Gu Lang memperhatikan dengan seksama, bagaimana cara senior itu memasukkan bahan obat, mengontrol api, dan mengkonsentrasikan pil.


Hingga akhirnya bau pil obat menyeruak keluar dan menusuk Indera penciuman, bau obat yang sangat kental dan belum pernah Gu Lang temui sebelumnya.


"Nama pil ini adalah pil penguat. Pil ini berfungsi untuk menguatkan dasar kultivasi. Jika di gunakan bersamaan dengan pelatihan dasar kultivasi, maka hasil pelatihannya akan berlipat ganda."


Senior itu mengeluarkan satu butir pil yang sudah jadi itu, dan memberikannya pada Gu Lang.


Hal itu membuatnya Gu Lang tercengang, karena ada lima garis di pil itu yang menandakan jika pil itu adalah pil level lima.


"Sekarang cobalah. Setidaknya kau harus bisa membuat pil penguat level satu, untuk menjadi seorang alchemist. Tapi dilihat dari bakatmu, kau mungkin bisa membuat pil level dua atau bahkan level tiga."


Mendengar penjelasan senior itu, Gu Lang pun segera memulai pelatihan alchemist pertamanya.


Dia mengarahkan telapak tangannya ke bejana itu, dan mengalirkan api iblis di dalam tubuhnya.


Api berwarna hitam itu, berkobar dengan ganasnya karena Gu Lang belum bisa mengendalikan api itu.


Api itu seolah memiliki pemikiran sendiri, dan membuat Gu Lang kewalahan mengaturnya.


Saat Gu Lang memasukkan bahan obat ke dalam bejana, ledakan pun terjadi dan membuat bahan obat itu menjadi abu.


Untungnya bejana itu berada di level yang tinggi, karena jika bejana itu level rendah maka bisa dipastikan jika dengan ledakan tadi bejana itu akan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Tenangkan pikiranmu dulu, fokuskan hatimu pada api iblis. Dia adalah temanmu, bukan musuhmu. Buat dia menuruti keinginanmu." Petuah sang senior yang di jawab anggukan kepala oleh Gu Lang.


Gu Lang pun mencoba memfokuskan hati dan pikirannya pada api iblis. Namun tiba-tiba saja, dia berada di tempat yang sangat gelap ssat dirinya membuka mata.


Tempat itu benar-benar gelap, dan tempat itu sangat lembab. Bahkan tempat Gu Lang berpijak saat ini pun, adalah air yang setinggi mata kakinya.


"Dimana ini?"


Gu Lang mencoba berjalan dan mencari jalan keluar. Suara air yang tercipta akibat gerakan Gu Lang terdengar menggema dan memnuhi ruangan itu.


Setelah berjalan beberapa lama, Gu Lang tetap saja tak melihat secercah pun cahaya yang bisa membawanya keluar dari tempat itu.


Hingga sebuah suara mengagetkan dirinya.


"Cih! Dasar bodoh."


"Siapa itu?" Gu Lang mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari asal suara itu.


Sebuah obor kecil dengan api berwarna hitam di atasnya pun menyala, dan memberikan sedikit penerangan di kegelapan itu.


Namun yang lebih mengejutkan lagi, adalah sesuatu yang ada di dalam sangkar itu. Sesuatu yang dia kenal dan ketahui, yaitu Black Shadow.


Benar, itu akar spiritualnya. Tapi kenapa dia terkurung dalam sangkar emas? Itulah yang belum Gu Lang ketahui.


"Apa kau menginginkan api iblis?" tanya sosok itu dengan nada meremehkan pada Gu Lang.


Namun Gu Lang tidak merasa takut sama sekali. Dia menganggukkan kepalanya dan menatap lekat pada sosok mengerikan di hadapannya itu.


"Sia-sia saja orang bodoh sepertimu mendapatkan api iblis, itu hanya akan menyia-nyiakan barang bagus." Dengan nada meremehkan, dia mengejek Gu Lang.


Namun Gu Lang tidak marah, dia tetap berdiri di sana dengan tekad kuat untuk membuat api iblis itu tunduk padanya.


Dia harus bisa melakukannya, jika dia ingin membalaskan dendam keluarganya.

__ADS_1


"Aku harus mendapatkannya. Aku harus membalaskan dendam keluargaku, menghancurkan siapapun yang berani mengusikku."


Mendengar hal itu, sosok itu pun tersenyum dengan senyum yang mengerikan. Dia menyeringai ke arah Gu Lang, kemudian menyuruh Gu Lang mendekat padanya.


"Mendekatlah. Akan kuberikan api iblis ini padamu."


Tanpa ragu, Gu Lang pun mendekat ke arah sosok itu. Dia berdiri tepat di hadapan sangkar emas itu, dan menunggu apa yang akan sosok itu lakukan selanjutnya.


"Pegang tanganku dan kau akan mendapatkan apa yang kau mau."


Sosok itu mengulurkan tangannya pada Gu Lang, dan Gu Lang pun juga begitu. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh tangan sosok itu, yang hanya seperti bayangan tapi ternyata dapat dia sentuh.


Tiba-tiba saja aura yang begitu menggila berkecamuk di tubuh Gu Lang. Bahkan Gu Lang sampai berteriak histeris karenanya, kobaran aura itu seolah ingin membakar habis tubuh Gu Lang saat itu juga.


Aura itu sepertinya berusaha untuk menguasai tubuh Gu Lang, menjadikan tubuh itu sebagai miliknya, mengendalikan tubuh Gu Lang sesuai keinginannya.


Sosok itu pun tertawa dengan keras, melihat kebodohan Gu Lang.


Namun tiba-tiba saja, sebuah cahaya putih melesat masuk ke dalam tubuh Gu Lang, membuat situasi berbalik.


Aura yang tadinya berkecamuk di tubuh Gu Lang, kini justru berkecamuk di tubuh Sosok itu.


Sosok itu meraung kesakitan. Suara raungan yang begitu memilukan, dan itu membuat Gu Lang terkejut.


Namun di sisi lain dia bersyukur, tubuhnya tidak dikuasai oleh sosok itu karena adanya cahaya putih yang tadi tiba-tiba melesat masuk ke dalam tubuhnya.


"Sialan! Kalau saja tidak ada sangkar sialan ini, aku pasti akan menghancurkanmu!" Raungan sosok itu yang terdengar begitu mengerikan, bahkan membuat tubuh Gu Lang sempat bergetar ketakutan.


Namun Gu Lang terus menguatkan tekad dan keberaniannya. Dia harus bisa melawan sosok itu, dan membuat api iblis tunduk padanya.


Gu Lang pun melihat ke arag obor kecil dengan api hitam di atasnya. Dan kini sepertinya dia mengerti, jika api itulah api iblis yang sebenarnya.


"Apa mungkin itu api iblis yang asli?" Gu Lang berjalan mendekati obor itu.

__ADS_1


Dia mengabaikan raungan sosok yang masih dibakar oleh aura yang seolah mengamuk itu, tatapannya hanya tertuju pada obor emas dan api hitam di hadapannya.


__ADS_2