
Ketua paviliun itu memberikan Gu Lang sebuah plakat khusus, yang hanya dimiliki oleh pelanggan VIP dan plakat itu berlaku di seluruh cabang paviliun Cuxiao.
Benar, meskipun paviliun Cuxiao di kota Chuxuan ini adalah rumah lelang terbesar di negeri Canglan, tapi tetap saja rumah lelang ini hanyalah cabang kecil dari paviliun Cuxia pusat yang berada di negeri Hongdao.
Sepeninggal Gu Lang, ketua paviliun Cuxiao yang bernama Mu Meng Yi itu tersenyum menatap punggung Gu Lang hingga menghilang di balik pintu.
"Tidak masalah dengan keuntungan kecil, karena kerjasama jangka panjang lebih penting." Gumamnya.
Meng Yi yang tak bisa melihat tingkat pelatihan Gu Lang, mengura jika Gu Lang adalah seorang kultivator yang berada di tingkatan yang lebih tinggi darinya.
Dan hal itulah yang menbuatnya memilih untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan si pria musterius itu.
Gu Lang melesat cepat dan kembali ke penginapan. Dia melepas jubahnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memandangi plakat pelanggan VIP paviliun Cuxiao di tangannya.
"Ternyata tidak semua wanita cantik itu bodoh. Wanita cantik cantik tadi sangat pintar dengan berusaha mendekatiku dan menjalin kerjasama jangka panjang."
Gu Lang tersenyum karena dia sudah bisa dipastikan jika besok benar-benar ada pil kehidupan yang di lelang, maka dia pasti bisa mendapatkannya.
Karena terlalu lelah setelah perjalanan panjang, dan juga melatih dua jurus selama empat hari di dalam menara langit, Gu Lang pun memutuskan untuk beristirahat sejenak setidaknya sampai esok hari tiba.
*
*
Keesokan harinya, Gu Lang keluar dari penginapan dan memilih untuk berjalan-jalan sekaligus mengamati keadaan sekitar.
Acara lelang di paviliun Cuxiao akan segera diadakan, dan sudah bisa dipastikan jika akan ada banyak kultivator kuat yang datang untuk memperebutkan buku jurus kelas atas, yang menjadi barang lelang utama di paviliun Cuxiao hari ini.
Dan benar saja, sejauh pengamatan Gu Lang memang banyak sekali kultivator yang berasal dari luar kota Chuxuan yang datang. Tapi anehnya dia tak menemukan satu pun kultivator dari kota Biluo, dan hal itu membuat Gu Lang bingung.
Kultivator di kota Biluo juga tidaklah lemah, dan mampu bersaing dengan kultivator kuat dari kota lainnya, terlebih jika itu ayahnya.
__ADS_1
Tapi sebagai kepala keluarga, dia memang tidak mungkin datang sendiri ke acara seperti ini dan meninggalkan kediaman.
Biasanya para kepala keluarga akan mengirimkan perwakilan mereka untuk mengikuti acara lelang semacam ini, dan mendapatkan barang yang mereka butuhkan.
Tapi sejauh ini, dia tak menemukan satupun kultivator yang berasal dari kota yang sama dengannya. Menurutnya hal itu sangatlah aneh, dan tidak wajar mengingat keluarga keluarga besar di kota Biluo juga tidak miskin.
"Sudahlah, mungkin mereka tak menginginkan buku jurus itu." Pikir Gu Lang pada akhirnya, karena tak ingin ambil pusing masalah itu.
Lagipula jika ayahnya menginginkan buku jurus kelas atas maka dia bisa memberikannya salah satu buku, yang ada di menara langit.
Gu Lang pun menuju ke paviliun Cuxiao, ketika hari sudah beranjak sore dan acara lelang akan segera diadakan.
Tak lupa dia memakai jubah dan tudung hitamnya, saat memasuki paviliun Cuxiao melalui pintu yang disiapkan khusus untuk para pelanggan VIP.
Dia pun langsung diarahkan ke salah satu ruangan yang ada di lantai atas, atas tempat para pelanggan VIP.
Beruntungnya ruangan itu tertutup, jadi Gu Lang tak perlu takut jika ada orang lain yang mengenalinya atau ada orang yang akan mengincarnya demi merebut barang yang akan dia beli nanti.
"Ini barang lelang yang pertama, benda ini beranama jubah perang jade. Jubah ini adalah milik seorang kultivator kuat yang ditemukan di situs kuno Weihuo, harga dimulai dari seratus ribu tael emas."
"Seratus sepuluh tael!"
Seseorang di bangku umum mengangkat papannya, kemudian di susul oleh yang lainnya hingga salah satu pelanggan di ruang VIP yang ikut menawar harga dan entah kenapa hal itu membuat yang lainnya terdiam dan tidak lagi mencoba untuk memperebutkan benda itu.
"Selamat pada pelanggan di ruangan nomor dua, berhasil mendapatkan jubah perang jade seharga dua ratus ribu tael emas."
Terdengar berbagai macam gunjingan dari bawah sana, tentang orang yang berada di balik ruangan nomor dua itu. Dan dari yang Gu Lang dengar, dia adalah putri dari salah satu keluarga ternama di kota ini.
"Pantas saja semua orang langsung terdiam saat orang itu mengangkat papan, ternyata memang selain kekuatan masih ada uang yang bisa membuat manusia disegani."
Pelelangan pun berlanjut, hingga sampai pada sebuah benda yang begitu menarik perhatian Gu Lang. Entah untuk alasan apa, tapi Gu Lang bertekad untuk mendapatkan benda itu berapapun harganya.
__ADS_1
"Barang lelang ke-lima ini adalah sebuah pedang iblis, dilihat dari aura yang terpancar pedang ini sangatlah kuat. Tapi sayangnya pedang ini mengalami sedikit kerusakan, harga dimulai dari seribu tael emas."
"Lima puluh ribu tael!" Tanpa basa-basi, Gu Lang langsung menawar benda cacat itu dengan harga lima puluh kali lipat, dan tentu saja hal itu menimbulkan cemoohan dari orang-orang yang menganggap Gu Lang adalah orang kaya yang bodoh.
Akhirnya Gu Lang pun mendapatkan benda itu, dan kini tinggal menunggu pil yang dia cari muncul.
"Barang lelang kedelapan ini adalah pil kehidupan level lima, pil yang mampu mengembalikan aura kehidupan dan menghidupkan kembali orang yang berada di ambang kematian. Pil ini sangat langka, karena ini buatan satu-satunya alchemist level 5 di negeri Canglan, harga dimulai dari lima puluh ribu tael emas."
"Enam puluh ribu tael!"
"Enam puluh ribu tael!"
"Seratus ribu tael!" Lagi dan lagi, orang yang ada di balik ruangan nomor dua itu mengangkat papannya dan membuat tak ada lagi orang yang berani beradu, kecuali Gu Lang tentunya.
Namun bukannya langsung menaikkan harga tinggi, Gu Lang justru ingin menguji sampai titik mana orang di balik ruangan nomor dua itu akan bersaing dengannya.
"Seratus ribu satu tael!"
Berbagai gunjingan langsung terlontar untuk Gu Lang yang berani memancing singa tidur itu.
"Seratus lima puluh ribu!"
"Seratus lima puluh ribu satu!"
"Dua ratus ribu!"
"Dua ratus ribu satu!"
Keadaan semakin riuh dengan Gu Lang yang malah bermain-main dengan orang di balik ruangan nomor dua, bahkan ada juga orang-orang yang mengatai Gu Lang itu tidak hanya bodoh tapi juga terlalu berani. Dan hal itu terus berlanjut, hingga harga mencapai tiga ratus ribu.
"Tiga ratus ribu!"
__ADS_1
"Haish... Sudahlah aku lelah bermain-main," batin Gu Lang, "Lima ratus ribu!"