
Dan dia juga memiliki batas waktu dalam menggunakan zirah itu, karena menggunakannya sungguh menguras tenaga. Jadi yang harus dia lakukan saat ini adalah, mengakhiri pertarungan itu secepat mungkin.
"Mari kita akhiri ini dengan cepat!"
Gu Lang mencabut pedang iblis patah miliknya, menatap Meng Wan yang sudah sepenuhnya dikuasai oleh jurusnya sendiri dan menjadi iblis mengerikan yang siap membinasakan siapa saja yang berani menghalanginya.
Cara paling mudah untuk mengalahkan musuh yang tidak berotak adalah dengan membuatnya marah, karena saat mereka marah akan ada banyak sekali celah untuk membunuh mereka. Dan itulah yang akan Gu Lang lakukan, membuatnya marah.
Dia melesat maju dengan langkah awan an berdiri tepat dihadapan Meng Wan, lalu dia melakukan hal gila yang langsung sukses membuat Meng Wan marah besar. Yup, dia memukulkan pedangnya ke kepala Meng Wan. Bukan menghantamkan dengan keras, melainkan hanya memukulkannya dengan ringan.
Tak!
"Anak nakal, sudah cukup main-mainnya. Sekarang saatnya aku mengirimmu ke raja yama."
Namun kekonyolan Gu Lang itu justru sukses membuat Meng Wan langsung meraung marah, dan menyemburkan api ari mulutnya ke tubuh Gu Lang.
"Aaarrrghh!"
Api yang berkobar itu membakar tubuh Gu Lang, tapi tentu saja itu tak berpengaruh bagi Gu Lang yang memiliki api tertinggi, api iblis. Ditambah dengan jurus tubuh Wajra miliknya, yang membuat tubuhnya justru menjadi sebuah senjata fisik yang bisa di tempa dengan api dan pukulan tentunya.
"Haish... nafasmu bau, sialan!" seru Gu Lang, "Pukulan Sembilan Matahari!"
Gu Lang memukul Meng Wan dengan tangan kirinya, kemudian menyerang kembali dengan pedang iblis patah yang ada di tangan kanannya.
"Jurus amukan pedang!"
Meng Wan meraung dan semakin marah dibuatnya. Dia langsung mengeluarkan seluruh aura spiritual api miliknya, membuat tubuhnya kini diselimuti dengan api yang berkobar-kobar dan membuat pertahanannya menjadi dua kali lipat lebih kuat.
Dan sekarang Gu Lang harus menghancurkan zirah aura itu lebih dulu, jika ingin bisa melukai Meng Wan. Namun Gu Lang sadar, saat tadi dia menggunakan jurus pukulan sembilan matahari miliknya, jurus itu mampu membuat sebuah retakan pada zirah aura milik Meng Wan.
Tapi gilanya, retakan itu langsung pulih hanya dalam beberapa detik, benar-benar gila. Kini Gu Lang tau cara yang tepat, yaitu membuat retakan yang lebih besar dan langsung menyerangnya dengan pedang sesaat setelahnya.
"Jurus tapak naga!" Gu Lang menggunakan pukulan itu dengan kekuatan penuhnya, dan membuat Meng Wan terpental ke belekang dengan retakan besar di bagian depan zirah auranya.
"Pedang kematian!" Gu Lang tak membuang-buang waktu dan langsung melesat maju, menyerang Meng Wan dengan pedang kematian.
Zirah aura milik Meng Wan pun hancur seketika, namun tak lantas membuatnya mati dan tentu saja hal it membuat Gu Lang sedikit terkejut karena Meng Wan tetap saja belum mati padahal dia sudah menggunakan jurus pedang kematian.
Tapi setidaknya serangan tadi tidak sia-sia, karena kini zirah milik Meng Wan sudah hancur dan tentu saja hal itu membuat pertahanan Meng Wan berkurang separuhnya, karena kini yang tersisa hanya api yang masih terus berkobar di tubuh Meng Wan.
Meng Wan meraung lalu mengangkat tangannya ke atas, dan seketika itu juga terbentuklah sebuah gada besar yang terbuat dari api. Dan saat gada itu menyentuh tanah, tanah di sana seketika itu juga bergetar dan menyebabkan semua barang-barang di ruangan itu hancur berantakan dan berserakan di lantai.
Dia meraung dan menerjang maju menghantamkan gadanya pada Gu Lang.
__ADS_1
Blar!
Ledakan besar itu pun membuat aula utama keluarga Meng Hancur berantakan dan hampir rata dengan tanah, dan seketika itu juga menimbulkan kegaduhan di keluarga Meng.
Banyak orang yang mendekat ke aula utama untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.
"Ada apa itu?"
"L-lihat itu!" Seseorang menunjuk ke arah Meng Wan yang sudah menggila, dan kegaduhan itu membuat Meng Wan menatap semua orang dengan lapar.
"Gawat!"
Semua anggota keluarga Meng kini sudah berkerumun di sekitar aula yang sudah hancur lebur itu, tanpa mereka tau jika itu adalah sebuah kebodohan yang haqiqi.
"Cepat lari! Meng Wan sudah bukan manusia lagi, dia akan memakan kalian!" seru Gu Lang menyuruh semua orang untuk menyingkir.
Namun tentu saja mereka bukannya segera menyingkir dan pergi sejauh mungkin, justru mereka malah saling berbisik dan mempertanyakan siapa Gu Lang itu, juga mereka saling menanyakan apa benar makhluk mengerikan di depan mereka itu adalah sang kepala keluarga.
"Apa benar itu kepala keluarga? Kenapa dia jadi berubah menjadi monster?"
"Tidak mungkin! Tidak mungkin kepala keluarga jadi iblis seperti itu, pasti pemuda bertopeng itulah yang mengacau. Ayo kita tangkap dia!"
Alhasil para pria keluarga Meng pun terhasut oleh ucapan satu orang itu, dengan dasar kalau mereka bahkan tak pernah mengenal Gu Lang. Sehingga muncullah kesimpulan jika Gu Lang adalah pengacau yang ingin membuat masalah dengan keluarga Meng.
"I-itu kepala keluarga! Itu dia, aku sangat mengenalnya! Lihat, plakat giok kepala keluarga masih tergantung di tubuhnya!"
Sontak saja semua orang memandang ke arah perempuan yang tengah berteriak histeris sambil menangis sejadinya, dan mereka semua mengenali perempuan itu. Namanya Gong Pinyin, putri kedua keluarga Gong yang juga berstatus sebagai selir atau istri kedua dari Meng Wan.
Semua orang pun terkejut kala mendapati benar adanya, bahwa plakat giok yang hanya dimiliki oleh kepala keluarga benar-benar masih tergantung di tubuh monster itu.
"Cepat lari!" Gu lang berseru dengan kesal, panik dan bingung bagaimana harus melindungi semua orang dan mengalahkan Meng Wan dalam waktu yang bersamaan.
"Tidak! Kami tetap percaya pada kepala keluarga, kau pasti adalah penyusup yang ingin mengacau kan!? Ayo kita tangkap dia!"
Lagi-lagi orang yang sama berusaha membuat semua pria keluarga Meng maju menyerang dan menangkap Gu Lang, yang dia yakini adalah pengacau.
Gu Lang yang melihat Meng Wan sudah bersiap untuk menyerap semua darah manusia yang ada di tempat itu pun, megumpat kesal karena dia masih belum menemukan cara melindungi orang-orang itu dan mengalahkan Meng Wan.
"Sial!"
Meng Wan pun menerjang maju ke arah pria, yang sedari tadi berteriak dan membakar semangat semua orang untuk menangkap Gu Lang.
Teriakannya yang keras dan menggebu-gebu sejak tadi lah, yang sudah menarik perhatian iblis Meng Wan. Dan seketika itu pula Meng Wan menghisap darah pria itu dan membuat semua orang mundur menjauh.
__ADS_1
"Aaaaaa! M-monster, kepala keluarga sudah berubah menjadi monster! Cepat lari!" seru seseorang memberikan instruksi pada yang lainnnya untuk segera menjauh dari tempat itu.
Namun sayangnya, Meng Wan bergerak lebih cepat dan melompat ke arah semua orang mencoba kabur. Dia tak akan membiarkan mangsa yang dengan sendirinya masuk ke dalam kawasannya.
"Tempurung kura-kura suci!" Gu Lang melemparkan tempurung kura-kura suci yang di dapatnya dari ujian menara langit beberapa waktu lalu, dan untungnya dia tidak terlambat.
Bertepatan dengan tempurung kura-kura yang membesar dan melindungi semua orang di dalamnya, di saat yang sama Meng Wan juga menerjang maju untuk menyerang.
Para wanita dan anak-anak pun menjerit ketakutan di buatnya, bahkan banyak dari mereka yang sampai menangis. Sedangkan para pria juga ketakutan dengan tubuh yang bergetar.
Namun tempurung itu menghalaunya. Dan melihat adanya kesempatan, Gu Lang dengan cepat melesat maju lalu memukul Meng Wan dengan keras.
"Jurus tapak naga!"
Ledakan besar terdengar saat tubuh Meng Wan menghantam tembok pembatas yang menjulang tinggi dan kokoh, yang berada tepat di belakangnya dengan sangat keras.
"Cepat lari menjauh! Masuklah ke ruang bawah tanah, agar dia tak bisa mencium bau darah kalian!"
Semua orang pun menuruti perkataan Gu Lang, orang yang sempat mereka kira sebagai penjahat atau pengacau, yang sengaja menciptakan kegaduhan di keluarga mereka. Namun ternyata dia jugalah yang membantu mereka di saat-saat kritis, dan menyelamatkan nyawa mereka.
"Ayo kita masuk ke ruang bawah tanah! Cepat! cepat! cepat! Dahulukan wanita dan anak-ana!"
Semua orang pun beramai-ramai masuk ke ruang bawah tanah yang memang biasanya dimiliki oleh setiap keluarga, namun hanya orang-orang tertentu yang mengetahui jalan masuk ke ruang bawah tanah itu.
Dan kebetulan dari beberapa pria yang ikut berkumpul tadi, ada seorang penjaga yang membag bertugas menjaga setiap ruang rahasia di keluarga Meng.
Gu Lang menghela nafas lega sekaligus merutuki nasib buruknya. Bagaimana tidak dikatakan nasib buruk, jika dia bahkan menggunakan barang sebagus itu demi melindungi keluarga dari orang yang sudah membinasakan keluarganya. Jika saja orang iu bukanlah Gu Lang, mungkin dia bahkan tak akan perduli dengan hidup mati orang-orang itu dan mungkin juga senang melihat musuhnya saling membunuh di depan matanya.
Meskipun dia menyimpan dendam pada keluarga Meng, tapi sepertinya memang hanya para petinggi lah yang mengetahui rencana itu.
Dan jika tebakan Gu Lang tentang adanya sosok di balik layar yang menggerakkan kelima keluaga besar di kota Biluo memang benar adanya, maka bisa dipastikan jika informasi tentang rencana pembantaian dan juga informasi tentang siapa sosok di balik layar itu hanya diketahui oleh para petinggi.
Terlebih lagi, yang berpesta dan merayakan kehancuran keluarga Gu hanyalah para petinggi, bukan seluruh anggota keluarga Meng.
Tapi sayangnya, Gu Lang bukalah iblis tidak berhati yang akan tega melakukan hal itu. Dia merelakan barang bagus yang bisa menyelamatkan nyawanya, demi melindungi nyawa orang-orang tak bersalah itu.
Meng Wan pun bangkit kembali dengan darah yang mengalis dari luka-luka di tubuhnya, namun sepertinya dia tak merasakan rasa sakit sama sekali. Dan hanya ada darah, darah dan darah yang ada di kepalanya. Dia membutuhkan darah untuk memulihkan diri, dan kini yang ada di hadapannya adalah Gu Lang, mangsa empuk dengan basis kultivasi yang tinggi dan tentunya banyak energi yang bisa dia dapatkan jika menyerap darah Gu Lang.
Dan hanya jika dia bisa membunuh Gu Lang maka jurus itu akan hilang dengan sendirinya, tapi begitu pula sebaliknya jika dia tak dapat membunuh Gu Lang maka iblis akan tetap menguasai tubuh inangnya. Itulah keistimewaan dari jurus terlarang keluaga Meng.
Kratak! Kretek! Krak!
Meng Wan menggerakkan badannya, membuat tulang-tulang di tubuhnya berbunyi. Dan Gu Lang pun ikut melakukan hal yang sama, "Mari kita selesaikan ini, sudah saatnya kau menghadap pada raja yama!"
__ADS_1