
Gu Lang yang mendengar pembicaraan murid-murid sekte naga hijau itu pun berpikir untuk datang ke pelelangan yang akan diadakan oleh paviliun Cuxiao, mungkin saja akan ada pil kehidupan yang di lelang malam ini, "Paviliun Cuxiao ya? Sepertinya aku harus pergi ke sana."
Setelah menyelesaikan acara makannya, Gu Lang pun berlalu menuju kamar yang sudah dia pesan tadi. Sebuah kamar yang tidak terlalu besar, hanya ada sebuah ranjang dan kursi serta meja.
Dia duduk bersila di atas ranjangnya, dan masuk ke dalam menara langit. Di dalam sana, Luo Luo sudah menyambutnya. Gu Lang bertanya apakah ada perpustakaan buku jurus di dalam menara langit ini, yang dijawab anggukan oleh Luo Luo.
Luo Luo pun mengantarkan Gu Lang ke sebuah ruangan yang tidak lain adalah perpustakaan. Lui Luo meminta Gu Lang untuk mengarahkan plakat giok yang dia dapatkan dari ujian sebelumnya, ke arah pintu itu. Dan benar saja sesaat kemudian pintu itu pun terbuka, dan membuat Gu Lang terbelalak kaget melihat isi di dalam ruangan itu.
Banyak rak-rak buku yang berjajar rapi, bahkan ruangan ini sangat luas. Bahkan lebih luas dari paviliun di sekte Bulan Sabit, dan berbagai macam buku jurus tertata rapi di sana.
"Luo Luo apa di dalam sini ada buku jurus kelas kuning?" tanya Gu Lang dengan penuh harap.
"Kelas kuning? Buku jurus kelas kuning semacam itu biasanya hanya dijadikan sebagai tisu toilet oleh tuan tua." Luo Luo mengatakan hal itu dengan wajahnya yang senantiasa datar tanpa ekspresi, seolah dia bukanlah manusia melainkan robot.
Serasa tertimpa gong besar dari kuil budha, Gu Lang sungguh tidak menyangka jika barang yang dianggap begitu berharga di negeri Canglan ini, ternyata tak lebih dari sebuah tisu toilet bagi pemilik menara langit sebelumnya.
Dan hal itu membuat Gu Lang semakin penasaran, sekuat apa pemilik menara langit sebelumnya itu. Bukan hanya beliau berasal dari dunia atas, tapi beliau juga adalah seorang ketua sekte putih yang kuat dan terkenal di dunia atas.
"Lalu apa aku bisa memintanya beberapa? Aku butuh uang untuk membeli pil kehidupan untuk Xiao San."
"Silahkan saja tuan, lagipula buku-buku seperti itu hanya berserakan di sana." Luo Luo menunjuk ke sudut ruangan itu, dimana setumpuk atau lebih tepatnya segunung buku peringkat kuning berada.
__ADS_1
Mata Gu Lang terbelalak kaget melihatnya, meskipun dia sudah mendengar dari Luo Luo jika buku semacam itu tak lebih dari sebuah kertas tisu toilet bagi tuan tua, namun dia juga tak menyangka akan ada sebanyak itu buku peringkat kuning.
Gu Lang sangat senang, karena itu berarti dia tak akan kekurangan jurus lagi seperti sebelumnya. Bahkan jurus yang ada di perpustakaan ini, semuanya berada di peringkat yang tinggi meskipun setiap peringkat jurus memiliki persyaratan tingkat dan level kultivator untuk bisa mempelajarinya.
Dia berjalan menghampiri tumpukan buku itu, mengambil dua buah buku berjudul jurus tapak naga dan jurus amukan naga. Gu Lang membawa buku itu ke ruang pelatihan, dia ingin mempelajari buku itu lebih dulu sebelum melelangnya di paviliun Cuxiao.
Untuk saat ini tingkatan tertinggi jurus yang dapat dia pelajari memang hanyalah tingkat kuning, tapi sebentar lagi dia akan menembus tingkat jederal sehingga dia bisa mempelajari buku tingkat atas nantinya.
"Jurus tapak naga membutuhkan ketenangan hati, hati yang tenang membuat kekuatan tapak menjadi berkali-kali lipat."
Gu Lang mulai mempraktikkan setiap isi buku itu, di bantu dengan array pengumpul aura dan black shadow membuat Gu Lang bisa memahami seluruh isi buku itu dalam waktu singkat. Dia hanya membutuhkan waktu dua hari untuk mempelajari jurus tapak naga, atau dua jam dalam waktu di dunia nyata.
Gu Lang membutuhkan waktu empat hari lamanya untuk mempelajari kedua buku itu, tapi di dunia nyata Gu Lang hanya membutuhkan waktu empat jam untuk melakukannya.
Setelah itu Gu Lang memakai jubah hitam yang di lengkapi dengan tudung kepala, untuk menyamarkan jati dirinya. Bagaimana pun di negeri ini, buku tingkat kuning sudah termasuk langka jadi tidak menutup kemungkinan akan ada bahaya yang mengincarnya jika orang-orang tau dia melelang dua buku tingkat kuning sekaligus.
Sesampainya di paviliun Cuxiao, Gu Lang di sambut oleh seorang pelayan di sana.
"Apa yang anda butuhkan, tuan?"
"Aku ingin menjual sesuatu."
__ADS_1
"Kalau boleh tau barang apa yang ingin tuan jual?"
"Ini." Gu Lang menunjukkan dua buah buku Jurus tingkat kuning yang dibawanya, sontak saja hal itu membuat si pelayan paviliun sangat terkejut.
"I-ini—" Pelayan itu menatap Gu Lang dengan bingung, dan akhirnya berkata, "Mari ikut saya tuan, transaksi besar seperti ini adalah wewenang ketua paviliun."
Gu Lang mengangguk dan mengikuti langkah pelayan itu memasuki sebuah ruangan, dengan bau obat yang begitu kental tercium. Entahlah, tapi mungkin pemilik paviliun Cuxiao ini adalah seorang alchemist.
Pelayan itu meminta Gu Lang untuk menunggu sebentar, karena dia akan memanggil pemilik paviliun untuk menemuinya dan membahas transaksi itu.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat, membuat Gu Lang menolehkan kepalanya dan mendapati seorang wanita muda yang cantik tengah berjalan mendekat kearahnya kemudian duduk di seberangnya untuk memulai membahas transaksi.
"Maaf tuan, saya dengar tuan ingin menjual buku tingkat kuning? Apa boleh saya tau nama tuan?"
"Tidak perduli nama tidak perduli asal usul, semua akan di sambut dan dilayani dengan baik. Bukankah itu pedoman paviliun Cuxiao?"
"Maafkan saya tuan. Kedua buku tingkat kuning itu akan saya lelang, dan sepuluh persen dari hasil penjualan akan di potong sebagai biaya penjualan. Apa tuan berkenan?"
Gu Lang mengangguk setuju, sembilan puluh persen bukanlah angka yang kecil. Biasanya tempat lelang semacam itu akan meminta lebih, bisa tiga puluh sampai lima puluh persen dari hasil lelang.
Ketua paviliun itu memberikan Gu Lang sebuah plakat khusus, yang hanya dimiliki oleh pelanggan VIP dan plakat itu berlaku di seluruh cabang paviliun Cuxiao. Benar, meskipun paviliun Cuxiao di kota Chuxuan ini adalah rumah lelang terbesar di negeri Canglan, tapi tetap saja rumah lelang ini hanyalah cabang kecil dari paviliun Cuxiao pusat yang berada di negeri Hongdao.
__ADS_1