PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
KESAL


__ADS_3

"Dasar perempuan sialan!"


Claudia terus memaki sepanjang jalan. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju hotel.


Claudia tidak henti-hentinya memaki Indira yang telah mengotori bajunya.


Baju mewah yang seharusnya dia pakai sekarang. Claudia bahkan sudah dari jauh-jauh hari memesan baju mahal itu. Claudia ingin menjadi pusat perhatian saat pernikahan Nathan dan Clara nanti.


Namun, nasib buruk ternyata berpihak padanya. Indira memuntahkan isi perutnya, tepat, saat dirinya ingin menarik perempuan hamil itu untuk ikut dengannya ke hotel menyaksikan pernikahan Nathan.


Claudia tidak peduli meskipun Indira sakit, yang penting wanita itu hadir dan menyaksikan pernikahan Nathan dengan Clara.


Entah apa maksud wanita itu sampai begitu tega menyakiti Indira begitu dalam.


Claudia membenci Indira karena wanita itu menikah dengan Nathan. Dia merasa kalau Indira tidak pantas untuk putranya. Anak yatim piatu seperti Indira jelas tidak pantas bersanding dengan Nathan yang notabene anak dari seorang pemilik perusahaan.


"Aku benar-benar membencinya. Rasanya, aku ingin sekali mencekiknya sampai mati!"


"Mama!" teriak Nathan kesal.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu mau marah sama mama? Dengar, Nathan! Apa kamu tahu? Aku memesan baju itu dari dua bulan yang lalu. Dari semenjak papamu menjodohkan kamu dengan Clara. Wajar dong, mama marah? Baju itu bahkan sangat mahal. Indira tidak akan sanggup mengganti baju mahal itu. Duit dari mana dia untuk menggantinya?"


"Mama, sudahlah!" Nathan merasa kesal dengan ibunya yang terus saja mengomel.


Kalau saja ibunya tidak mengganggu Indira yang sedang sakit kejadian tadi pagi pasti tidak akan terjadi.


Jelas-jelas Indira sedang menahan mual dan rasa sakit di kepalanya, tetapi, ibunya justru menyuruhnya datang ke resepsi pernikahannya dengan Clara.


Nathan mengembuskan napas panjang. Wajah Indira seketika membayang di pelupuk mata. Apalagi, saat ini, Indira berada di rumah sakit.


Wanita hamil yang berstatus sebagai istrinya itu pingsan setelah muntahkan isi perutnya pada pakaian Claudia.


Wanita itu tetap pada pendiriannya, yaitu ingin Indira ikut pergi ke hotel bersama asisten rumah tangganya agar dia bisa menyaksikan pernikahan Nathan dengan Clara.


Kini, Nathan merasa sangat bersalah. Dia meninggalkan istrinya yang sedang sakit di rumah sakit hanya demi menikahi wanita lain.


Nathan memang mencintai Indira, hanya saja, cintanya saat ini sudah terbagi untuk Clara. Selama menikah dengan Indira, hubungan Nathan tidak seperti hubungan suami istri pada umumnya.


Nathan akan datang pada Indira saat dia ingin melampiaskan hasratnya pada wanita itu walaupun dengan jalan memaksa seperti kemarin. Selebihnya, dia akan bersikap acuh tak acuh sepertinya orang yang tidak saling mengenal.

__ADS_1


"Istri kamu itu cuma Clara! Aku hanya akan mengakui Clara sebagai menantuku, bukan yang lain!" suara Claudia membuyarkan lamunan Nathan.


Alesha yang mendengar ibunya terus mengomel dengan sengaja menutup telinganya dengan headset. Gadis remaja itu memejamkan mata sambil mendengarkan musik.


Sementara itu, Abinaya terdiam menahan amarah yang rasanya ingin meledak saat mendengar ocehan istrinya yang bahkan tidak merasa bersalah sama sekali telah menyebabkan Indira masuk rumah sakit.


"Sepertinya, aku telah gagal membuatnya menjadi istri yang baik dan wanita yang bermartabat. Sikap Claudia yang seperti itu benar-benar membuatku malu," batin Abinaya.


****


Mereka sedikit terlambat sampai di hotel. Hal itu membuat Claudia yang sudah marah semakin naik darah. Wanita itu terus mengomel, tetapi, suami dan kedua anaknya tidak ada satupun yang merespon hingga membuatnya semakin naik pitam.


"Wanita murahan itu benar-benar telah membuatku kacau. Awas saja, setelah ini, aku akan membuatnya menyesal telah masuk ke dalam keluarga Abinaya!"


"Claudia!" Abinaya menahan amarahnya. Apalagi, saat beberapa orang saat ini sedang memperhatikan mereka.


"Kalau kamu masih mengoceh juga, aku benar-benar akan menyeretmu ke rumah sakit dan menyuruh dokter untuk menjahit mulutmu!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1



__ADS_2