
Claudia yang baru saja sadarkan diri kembali berteriak histeris saat mengingat nasib Indira. Wanita itu menangis menyesali perbuatannya yang tidak diketahui oleh siapapun.
Abinaya yang baru datang beberapa saat lalu merasa terkejut mendengar cerita dari Nathan yang mengatakan jika Claudia begitu terpukul hingga sampai tidak sadarkan diri setelah mendengar keadaan yang menimpa Indira. Menantu yang sangat dibencinya.
Padahal, seharusnya Claudia merasa senang karena saat ini Indira sedang menjalani operasi untuk mengeluarkan janin yang telah meninggal dalam rahimnya akibat kecelakaan itu. Bukankah selama ini Claudia memang sangat menginginkan Indira menderita?
Namun, kenapa wanita itu saat ini terlihat begitu sedih?
Abinaya mendekati istrinya kemudian memeluknya. Sejahat-jahatnya Claudia sebagai istri, Claudia adalah perempuan yang sangat dicintai Abinaya. Dia tidak menyangkal itu meskipun terkadang dia sangat kesal jika perangai buruk Claudia kambuh. Contohnya saat bertemu Indira. Wanita itu benar-benar sangat membenci Indira tanpa alasan.
Setiap kali bertemu dengan Indira, Claudia mengibarkan bendera perang. Perempuan itu selalu saja mencari cara agar bisa mengusir Indira dari rumah itu. Dia begitu membenci Indira sampai-sampai lupa jika perempuan itu adalah calon ibu dari cucunya.
"Indira, Pa. Indira ... mama sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkannya. Seharusnya mama tadi tidak mengajaknya makan di luar ...." Claudia menangis tergugu. Dia sungguh sangat menyesal.
Selama ini dia berniat menghabisi putrinya sendiri.
"Seharusnya kali ini pun gagal seperti waktu itu. Kenapa di saat aku tahu kalau Indira adalah putriku mereka justru berhasil melakukan apa yang kuperintahkan?" ucap Claudia dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan dia sekarang, Pa?" Claudia menatap Abinaya yang kini duduk di samping ranjang.
"Sebaiknya kita doakan yang terbaik buat menantu kita. Saat ini dia masih di ruang operasi untuk mengeluarkan bayinya." Abinaya mengusap punggung tangan Claudia.
Sedangkan Claudia semakin menangis mendengar ucapan suaminya.
"Saat di restoran tadi, aku bertemu dengan ibu panti asuhan yang selama ini kita cari," ucap Claudia di tengah isak tangisnya.
"Apa?" Abinaya merasa terkejut.
Claudia semakin menangis mengingat kecelakaan yang menimpa Indira. Kecelakaan yang telah disebabkan oleh orang-orang suruhannya.
"Lalu, apa kata ibu panti itu padamu? Apa dia tahu keberadaan putrimu?" Abinaya yang masih ingat tentang jenis kelamin anak dari Claudia bertanya dengan penuh semangat.
Sudah bertahun-tahun Abinaya menemani istrinya untuk mencari bayi perempuan yang dulu pernah dititipkan Claudia di sebuah panti asuhan. Namun, mereka tidak pernah menemukannya.
Kini, di saat mereka berdua sudah menghentikan pencarian, tiba-tiba Tuhan memberikan keajaiban. Istrinya dipertemukan dengan ibu panti yang dulu menerima bayi berusia sehari yang baru lahir dari rahimnya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Abinaya, Claudia semakin menangis.
"Kenapa? Putrimu baik-baik saja 'kan?" Mendengar tangis Claudia Abinaya merasa khawatir.
Claudia menggeleng mendengar ucapan suaminya.
"Ibu panti mengatakan kalau putriku adalah ...." Claudia menjeda ucapannya.
"Siapa? Apa dia menyebutkan di mana putrimu sekarang?" sela Abinaya.
"Dia bilang ... putriku adalah Indira."
"Apa?"
BERSAMBUNG ....
Maafkan Author karena beberapa hari ini tidak bisa update karena sakit. Alhamdulillah, sekarang Author udah sembuh, makanya bisa update lagi walaupun telat. Terima kasih buat yang masih setia menunggu kelanjutan Indira. Lope-lope buat kalian semuanya ❤❤❤
__ADS_1