PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
JANGAN EGOIS!


__ADS_3

Nathan mengusap perut Indira kemudian menciumnya. Bibirnya menyunggingkan senyum saat membayangkan kalau sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah.


Sementara itu, Indira tertidur setelah sempat berdebat dengannya tentang Reyno. Ya! Nathan memang sangat kesal pada lelaki itu. Entah kenapa, dia merasa kalau dokter itu menyukai istrinya. Nathan merasa cemburu saat melihat ada lelaki lain yang mendekati Indira.


"Jangan egois, Mas. Kamu lihat Reyno yang notabene bukan siapa-siapa aku aja langsung kebakaran jenggot. Apa kabar aku yang setiap hari ngeliat kemesraan kamu dengan Clara?" Indira mengucapkan kata-kata yang begitu menohok sehingga membuat lelaki itu langsung terdiam.


Apa yang dikatakan oleh Indira memang benar. Melihat perempuan itu didekati oleh dokter tampan itu, dirinya merasa sangat kesal dan cemburu. Lalu, bagaimana perasaan Indira saat melihat kemesraannya bersama Clara yang dia tunjukkan hampir setiap hari di hadapan istri pertamanya itu?


"Maafkan aku, Sayang, aku bersalah. Aku hanya tidak suka dia mendekati kamu." Akhirnya Nathan mengalah karena dia memang bersalah pada Indira. Apa yang dikatakan oleh istrinya itu semuanya memang benar.


Nathan kemudian membiarkan Indira menutup matanya karena perempuan itu terlihat mengantuk.


Kedua netra Nathan menatap Indira yang saat ini sedang tertidur pulas. Wajah cantiknya terlihat pucat. Nathan merasa iba melihat keadaan wanita itu.


Dalam hatinya yang paling dalam, Nathan sungguh sangat menyesali apa yang sudah dilakukannya terhadap Indira. Gadis cantik yang dulu dia renggut kesuciannya dengan alasan cinta. Saat itu, Nathan selalu mengatakan pada Indira jika dia akan bertanggung jawab seandainya sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

__ADS_1


Sampai akhirnya, apa yang ditakutkan oleh mereka pun terjadi. Indira hamil karena Nathan seringkali menggaulinya. Lelaki itu memang menyuruh Indira meminum obat pencegah kehamilan. Akan tetapi, Nathan yang terkadang tidak bisa menahan hasrat, seringkali lepas kendali meskipun Indira selalu mengingatkan padanya saat obat pencegah kehamilan itu habis.


Sementara itu, Nathan sendiri tidak mau memakai pengaman dengan alasan kurang puas jika memakainya. Setelah Indira hamil, Nathan baru menyesali perbuatannya.


Namun, saat Nathan ingin bertanggung jawab pada kehamilan Indira, kedua orang tuanya justru mengenalkannya pada Clara. Wanita cantik yang membuatnya terpesona pada pandangan pertama.


Clara dan Indira sangat jauh berbeda. Dari segi penampilan dan gaya hidup, Indira jelas kalah dari Clara. Indira adalah perempuan yang selalu berpenampilan sederhana dan berdandan seperlunya saja. Namun, meskipun begitu, kecantikan Indira tidak kalah dengan Clara.


Hanya saja, kecantikan Clara lebih menonjol karena wanita itu pandai berdandan sehingga wajah cantiknya semakin terlihat sangat cantik. Penampilan Clara juga sangat elegan. Terlihat sekali jika wanita itu adalah wanita yang sangat berkelas.


Nathan mengembuskan napas panjang. Lelaki itu mendekati Indira, mengusap wajah wanita itu dengan penuh penyesalan. Nathan mencintai Indira, tetapi, dia juga melukai wanita itu begitu dalam. Rasa cintanya pada wanita yang tengah hamil anaknya itu tidak bisa mencegah niatnya untuk menikahi Clara saat itu.


"Maafkan aku, Dira. Aku tahu, tidak mudah buat kamu untuk memaafkan aku. Tapi, aku tidak bisa membohongi hatiku yang masih sangat mencintai kamu."


***

__ADS_1


Clara berkali-kali menelepon Nathan. Akan tetapi, pria itu tidak juga mengangkat panggilan teleponnya.


Wanita yang baru saja selesai melakukan perawatan di sebuah salon kecantikan ternama itu terlihat kesal. Clara kembali menelepon sampai akhirnya panggilan telepon itu pun tersambung.


Clara yang terlanjur kesal pada Nathan langsung mengomel saat mendengar


suara suaminya di ujung telepon.


"Nathan! Kamu ada di mana? Kenapa kamu meninggalkan aku di sini?"


"Maafkan aku, Sayang. Sekarang aku sedang di rumah sakit. Indira mengalami kecelakaan."


"Apa?" Clara merasa terkejut mendengar ucapan Nathan.


"Jadi, kamu meninggalkan aku di sini demi Indira? Kau sungguh keterlaluan, Nathan!"

__ADS_1


__ADS_2