PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
JANGAN MENYEBUTKU DENGAN PANGGILAN YANG SAMA DENGANNYA!


__ADS_3

Clara mengepalkan kedua tangannya erat. Wanita itu sangat marah mendengar ucapan Indira. Berani-beraninya gadis kalangan bawah itu menghinanya di depan Claudia. Apalagi, sampai mengatakan kalau semalam dia pulang dalam keadaan mabuk.


"Semalam, Mas Nathan yang menjemputku pulang. Lagian, dia nggak ngomong apa-apa tuh sama aku. Dari dulu Mas Nathan juga sering nganterin aju ke Bar tapi dia nggak pernah protes." Clara membela diri.


Namun, ucapannya itu justru membuat Claudia melotot. Wanita paruh baya itu sungguh tidak percaya jika Clara ternyata wanita yang suka mabuk-mabukan.


Memang benar, Claudia tidak menampik bagaimana kehidupan anak muda jaman sekarang. Akan tetapi, dia tahu dengan benar, jika Nathan, putranya tidak pernah berbaur dengan teman-temannya yang menyukai dunia malam.


Keseharian Nathan hanya disibukkan dengan bekerja, setelahnya, lelaki itu akan pulang. Kalau pun tidak pulang, Nathan akan menginap di apartemennya. Itu pun sepengetahuan Claudia.


Nathan adalah anak yang taat pada kedua orang tuanya. Seberandal apapun kelakuan Nathan, Claudia sangat tahu bagaimana pergaulan putranya. Dia tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan dirinya apalagi keluarganya.


Kesalahan terbesar Nathan adalah menghamili Indira. Gadis yatim piatu yang kini berada di hadapannya.


"Jadi, semalam kamu pulang dalam keadaan mabuk?" Suara Claudia terdengar keras membuat Clara merasa terkejut.


Baru kali ini dia dibentak oleh seseorang, dan sialnya orang itu adalah mertuanya sendiri. Seandainya orang itu adalah orang lain, saat ini Indira pasti akan melawannya dan menutup mulutnya yang telah berani membentaknya.


"Teman-temanku mengajakku untuk merayakan pernikahanku dengan Mas Nathan, Ma. Aku nggak enak kalau menolak mereka." Clara menatap Claudia yang tampak marah.


"Pergi ke diskotik itu udah biasa untuk anak-anak muda kalangan atas, Ma. Mama nggak usah kampungan deh! Hal seperti itu sudah bukan hal tabu lagi buat anak-anak jaman sekarang. Kenapa harus dipermasalahkan? Toh, aku tidak merugikan orang lain. Tidak seperti dia yang sudah merebut calon suamiku. Dasar tidak tahu malu!" ucap Clara panjang lebar. Wanita itu menatap Indira dengan tajam.

__ADS_1


Dalam hati dia mengumpat dan merutuki Indira habis-habisan.


"Apa kau sedang membicarakan dirimu sendiri, Madu? Siapa yang merebut siapa? Jelas-jelas Mas Nathan dan aku sudah berhubungan lama dan akan menikah, tapi, kenapa kamu tiba-tiba hadir dan ingin menikah juga dengan suamiku?"


"Mas Nathan sudah akan menikah denganku sebelum dia menikahiku!" Clara berteriak marah.


"Sebelum dia berniat menikahimu, dia sudah terlebih dahulu menghamiliku. Seandainya saja kamu tidak datang dalam kehidupan Mas Nathan, dia pasti tidak akan menikahimu. Dia bahkan terang-terangan mengatakan masih sangat mencintaiku meskipun sekarang dia sudah menikah dengan kamu!" Indira menatap Clara tak kalah tajam.


"Dengar, Madu! Sekalinya Madu tetaplah Madu! Sekalinya pelakor tetaplah pelakor! Sebutan kamu itu Madu karena kamu istri Kedua.


Sampai kapanpun, kamu tetap menjadi yang kedua. Terlepas dari istri sah atau bukan, tetap saja, kamu adalah istri kedua dari Mas Nathan. Orang kedua yang dicintai olehnya dan sampai kapanpun akan tetap menjadi kedua karena Mas Nathan masih mencintai aku!" Indira tersenyum sinis pada Clara yang saat ini wajahnya sudah memerah.


"Dasar murahan! Wanita tidak tahu diri! Jika bukan karena aku, Mas Nathan tidak akan sudi menikah denganmu! Dia tidak akan pernah mau menikahimu meskipun kamu sedang hamil anaknya!


Claudia yang melihat pertengkaran kedua menantunya menutup telinganya.


"Diam kalian berdua!" teriak Claudia membuat Nathan yang baru saja keluar dari kamar Indira tersentak kaget.


Sedari tadi, dia memang mendengar pertengkaran antara Indira dan Clara. Namun, Nathan yang belum selesai bersiap memilih membiarkan pertengkaran kedua wanita yang sama-sama dicintainya dan sama-sama berstatus sebagai istrinya itu.


"Ada apa, Ma? Kenapa Mama berteriak pagi-pagi?" Nathan melangkah mendekati mereka.

__ADS_1


"Mama kesal sama kedua istrimu, Nathan! Mama pusing dengar mereka berantem terus!" Claudia menatap kesal ke arah putranya.


Nathan menatap Clara sambil mengusap rambutnya.


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu marah-marah dan bertengkar sama Indira?"


"Kamu tanyakan saja sendiri padanya! Aku benar-benar muak lihat mukanya yang sok polos!" Clara mendengus kesal sambil bersedekap.


"Sayang, kenapa kamu berantem sa–"


"Berhenti memanggilnya sayang, Nathan! Jangan panggil dia dengan sebutan yang sama denganku!" Amarah Clara semakin naik saat mendengar Nathan menyebut Indira dengan sebutan sayang.


"Heh, Madu! Dengerin ya, harusnya aku yang bilang begitu sama Mas Nathan. Jangan menyebutku dengan panggilan yang sama seperti saat dia menyebutmu!" kesal Indira. Kedua netranya menatap Clara yang masih terlihat marah.


"Apa kamu tidak tahu, jika Mas Nathan sudah menyebutku dengan panggilan sayang dari semenjak empat tahun yang lalu? Saat dia memanggilmu dengan sebutan sayang, dia sudah terlebih dahulu menyebutku dengan sebutan itu. Jadi, kenapa kamu harus marah?"


Memprovokasi Clara ternyata sangat mudah. Indira begitu menikmati perannya sekarang. Dalam hati, Indira tertawa jahat karena telah berhasil membuat Clara naik darah.


*Ini belum seberapa, Clara. Aku akan terus mencari cara agar hubunganmu dengan Nathan hancur. Sama seperti kamu yang sudah menghancurkan hidupku dan calon anakku!


BERSAMBUNG* ....

__ADS_1


Siapa di antara kalian yang senang lihat Clara marah karena Indira?


Aku sih seneng banget! Tanpa menggunakan kekerasan, Indira sudah membuat Clara dan Claudia naik pitam 😂😂


__ADS_2