PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
BAJINGAN ITU MEMPERKOSA SAYA!


__ADS_3

Abinaya berteriak marah saat melihat Indira hampir saja terjatuh. Lelaki berusia hampir lima puluh tahun yang masih terlihat gagah itu memegangi tubuh Indira yang hampir saja terjatuh.


"Kau bisa membunuh bayinya jika bersikap kasar seperti ini pada Indira, Claudia!" teriak Abinaya memarahi istrinya.


"Wanita murahan ini sudah keterlaluan, Pa! Dia sudah berani menggoda Nathan!" teriak Claudia dengan suara menggelegar ke seluruh ruangan.


Melihat Abinaya justru memarahinya membuat Claudia meradang. Ia sungguh tidak percaya kalau Abinaya berani memarahinya di depan Indira.


"Merayu seperti apa maksud kamu? Indira adalah istri Nathan. Wajar jika dia merayu Nathan. Mereka sepasang suami istri yang sah!" Abinaya tidak habis pikir dengan Claudia.


Kenapa istrinya itu sangat membenci Indira? Jelas-jelas dalam hal ini, Nathan lah yang bersalah. Lelaki itu yang telah membohongi Indira dan membuat perempuan itu hamil. Padahal, Nathan sebentar lagi akan menikah dengan perempuan lain.


Sebagai sesama perempuan, seharusnya Claudia lebih bersimpati pada Indira. Wanita itu sudah disakiti sedemikian rupa oleh Nathan, tetapi, rela bertahan demi bayi yang ada dalam kandungannya.


Indira rela hanya dinikahi secara siri. Wanita itu juga merelakan Nathan menikah lagi dengan Clara. Wanita yang dijodohkan oleh Abinaya untuk Nathan. Abinaya tidak pernah tahu kalau putranya sudah mempunyai seorang kekasih di luar sana.


Lelaki paruh baya itu bahkan merasa sangat senang ketika Nathan mengatakan kalau dia sangat cocok dengan Clara dan jatuh cinta pada wanita itu pada pandangan pertama.

__ADS_1


Nathan memang brengsek. Dia sudah mempunyai kekasih tetapi, tidak menolak saat dijodohkan. Kalaupun dia merasa tidak enak untuk menolak perjodohan, paling tidak dia harus memutuskan Indira terlebih dahulu sebelum akhirnya bertunangan dengan wanita yang dijodohkannya.


Namun, putranya yang bodoh itu bukannya memutuskan Indira, dia malah membawa Indira ke rumah dan memintanya izin untuk menikahinya karena Indira sudah hamil.


"Aku tidak pernah merestui pernikahan mereka. Aku tidak pernah menganggap kalau wanita murahan itu adalah istri Nathan! Dia itu hanya benalu tidak tahu malu yang ingin menumpang hidup enak sama keluarga kita. Papa jangan sampai tertipu dengan keluguannya!" Claudia mengungkapkan kekesalannya dengan berteriak memaki Indira.


"Setelah Nathan menikah dengan Clara, jangan harap kamu bisa bersama Nathan dengan seenaknya. Ingat, Indira! Kamu ini hanya babu di rumah ini!


Kamu bisa menikah dengan Nathan karena kebaikan Clara. Kalau bukan karena wanita itu mengizinkan kamu untuk menikah dengan putraku sampai anak haram itu lahir, aku tidak akan pernah mengizinkan kamu tinggal di sini apalagi sampai menikah dengan Nathan!"


Kata-kata yang keluar dari mulut Claudia bagaikan pisau tajam yang menyayat hatinya. Begitu sangat menyakitkan! Indira sampai sesak napas mendengar ucapan kasar yang keluar dari mulut wanita itu.


"Kamu sungguh keterlaluan, Claudia! Kamu ini perempuan, seharusnya kamu lebih bersimpati pada Indira. Dalam hal ini, putramu yang salah. Dia yang telah menghamili Indira dan mencampakkannya. Kalau bukan karena kehamilannya, papa yakin, Indira tidak akan pernah sudi tinggal di rumah ini bersama pria pengecut seperti Nathan!" ucap Abinaya panjang lebar.


"Seharusnya kamu berkaca. Coba kamu bayangkan seandainya apa yang menimpa Indira itu terjadi pada putri kita? Apa kamu akan tinggal diam melihat putrimu diperlakukan tidak adil oleh pria seperti Nathan?"


"Putriku bukan wanita murahan seperti dia! Kalau dia tidak merayu Nathan, dia juga pasti tidak akan hamil! Wanita seperti itu bahkan punya seribu cara untuk menjebak seorang pria. Mama bahkan tidak yakin kalau bayi ada dalam perut wanita itu adalah anaknya Nathan!"

__ADS_1


"Nyonya!" Indira sangat terkejut mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Saya akui, saking cintanya saya sama Nathan, saya sampai menyerahkan segalanya pada Nathan, termasuk menyerahkan kesucian saya padanya. Jika bukan karena bujuk rayunya yang mengatakan akan bertanggung jawab dan menikahi saya, saya juga mungkin tidak akan tergoda dan bertindak bodoh seperti ini.


Cinta saya yang begitu besar membuat saya menjadi bodoh dan buta karena tidak pernah mengira kalau Nathan akan mengkhianati saya. Jika Nyonya tidak percaya, Nyonya bisa melakukan tes DNA setelah bayi ini lahir!" Suara Indira bergetar. Kedua tangannya terkepal erat. Sungguh! Ia tidak terima dengan tuduhan ibu mertuanya yang mengatakan kalau anak itu bukanlah anaknya Nathan.


Indira memang murahan. Murahan di depan Nathan dengan alasan cinta. Ah! Seandainya waktu bisa diputar, Indira lebih baik tidak pernah mengenal pria itu. Lihatlah! Pria itu bahkan hanya diam tanpa membelanya sama sekali.


"Dasar pengecut!" Dalam hati Indira memakai pria yang dulu dicintainya setengah mati itu.


Sementara itu, Claudia melotot dengan kedua mata memerah karena marah.


"Satu lagi, Nyonya. Semalam, bukan saya yang merayu anak Nyonya. Tapi, anak Nyonya lah yang datang pada saya. Saya sudah menolaknya bahkan menyuruhnya keluar dari kamar. Tapi, bajingan itu justru memperkosa saya!"


"Kau!"


"Indira ...."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2