
Indira tersenyum mendengar ucapan Nathan. Mereka berdua masih saling berpelukan erat.
Nathan mengungkapkan seluruh isi hatinya pada Indira. Rasa bersalah dan rasa cintanya yang begitu besar pada perempuan itu. Sementara itu, Indira hanya menanggapinya dengan senyum tipis.
"Semuanya sudah terlambat. Sesuai perjanjian, beberapa bulan lagi, kita akan tetap berpisah, Mas."
"Sayang ...." Mendengar kata-kata Indira hati Nathan terasa sakit.
Dia sungguh sangat menyesal karena telah menyetujui perjanjian konyol itu. Seharusnya dia tidak menyetujui rencana Clara. Namun, saat itu Nathan tidak punya pilihan. Dalam kepalanya saat itu dia hanya berpikir ingin memiliki kedua perempuan yang sama-sama singgah di dalam hatinya.
Ya! Nathan menyukai keduanya. Oleh karena itu, dia tidak ingin kehilangan salah satu di antara mereka. Akan tetapi, setelah menjalani dua pernikahan itu, Nathan kini merasa menyesal.
Dia merasa menyesal karena tetap memilih Clara. Seandainya dia tahu lebih awal bagaimana sikap Clara yang sebenarnya mungkin dia lebih baik mundur.
Biar saja dia tidak jadi memiliki perusahaan daripada merasa tertekan seperti sekarang. Saat ini, dia tidak bisa mundur dan berakhir mengecewakan sang papa. Sudah cukup selama ini Nathan mengecewakan papanya. Kini, dia tidak ingin lagi. Meskipun keinginannya itu membuat dia harus mengorbankan Indira.
Indira perempuan yang baik dan sangat sabar. Nathan yakin, Indira pasti mengerti.
"Maafkan aku, Dira. Tapi, aku janji padamu. Aku akan melakukan apapun agar kita tetap bersama meskipun kamu sudah melahirkan."
"Jangan berjanji atas sesuatu yang tidak mungkin bisa kamu tepati, Mas."
Nathan mempererat pelukannya saat mendengar ucapan Indira. Dia tahu, perempuan itu pasti kecewa padanya karena sering sekali menjanjikan sesuatu yang jarang ditepatinya.
__ADS_1
***
Melihat Indira dan calon bayinya sehat dan terlihat baik-baik saja, Claudia meradang. Wanita itu merasa sangat kesal karena kedua orang suruhannya kembali gagal mencelakai perempuan yang sedang mengandung cucunya tersebut.
Perempuan paruh baya itu kemudian kembali menyusun rencana untuk melenyapkan Indira. Akan tetapi, dia masih belum menemukan rencana yang bagus.
"Mama lagi ngapain?" Clara mengernyit heran melihat ibu mertuanya. Perempuan itu sedang menyiram bunga, tetapi, bukan bunga yang disiram melainkan kakinya sendiri. Claudia bahkan tidak sadar jika celana panjangnya sudah basah akibat ulahnya sendiri.
"Mama sedang menyiram bunga, Clara. Memangnya kamu tidak lihat?" Claudia menatap Clara yang justru tertawa.
"Mama nyiram bunga apa cuci kaki?" Clara tertawa melihat tingkah konyol mertuanya.
Mendengar ucapan Clara, Indira melihat ke arah tangannya yang memegang cerek berukuran sedang berwarna hijau muda. Kedua matanya membola saat melihat apa yang dia lakukan tanpa sadar.
Gara-gara melamun memikirkan rencana untuk mencelakai Indira, Claudia sampai tidak sadar telah berbuat bodoh. Clara tertawa melihat tingkah bodoh ibu mertuanya.
"Lagian Mama ngapain nyiram bunga? Bukannya itu tugasnya ART?" Wanita itu kembali mengejek mertuanya.
"Mama hanya iseng tadi. Eh, malah begini jadinya."
"Makanya, kalau kerja jangan sambil melamun. Untung yang lihat cuma aku, coba kalau orang lain yang lihat, mereka pasti mengira kalau Mams ini ART di sini."
"Clara!" teriak Claudia kesal.
__ADS_1
Sedangkan Clara semakin tertawa.
"Aku mau jalan-jalan dulu. Bye Mama!" Clara melambaikan tangan sambil terus menertawakan Claudia.
"Kamu mau kemana Clara?"
"Aku mau ke restoran, mau makan siang sekalian mau ketemu teman lama!" Clara berteriak menjawab pertanyaan Claudia.
Mendengar jawaban Clara, sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepala Claudia.
"Sepertinya, mengajak si bunting itu keluar makan siang adalah ide bagus. Aku bisa menyuruh mereka mengeksekusi perempuan hamil itu di sana." Claudia tersenyum senang saat sebuah ide terlintas di otaknya.
"Kali ini, aku tidak boleh gagal lagi" Claudia mengepalkan kedua tangannya erat.
Netranya berbinar saat melihat wanita yang akan menjadi tergetnya itu kini sedang mendekat ke arahnya.
"Indira!"
BERSAMBUNG ....
Setelah sekian lama, Author akhirnya bisa update lagi cerita Indira dan Nathan. Author mohon maaf karena selama ini berhenti update. Semoga setelah ini, kalian tidak kecewa lagi.
Lope-lope buat kalian semuanya ❤❤❤
__ADS_1