
Claudia dan Clara memang benar-benar menjadi partner saat melakukan kejahatan pada Indira. Namun, entah kenapa, setiap kali mereka merencanakan sesuatu, rencana mereka pasti gagal.
Indira seolah dilindungi oleh malaikat hingga apa saja yang mereka rencanakan selalu gagal. Malah terkadang, apa yang mereka lakukan pada Indira justru berbalik pada mereka sendiri.
Contohnya seperti pagi ini. Claudia dan Clara sengaja menumpahkan minyak goreng di atas lantai. Claudia menyiram minyak itu di lantai dapur. Namun, tiba-tiba mereka mendengar suara Indira dengan bi Inah yang baru saja selesai membersihkan taman dan menyiram tanaman.
Merasa panik, takut rencananya diketahui oleh Indira dan asisten rumah tangganya, membuat Claudia buru-buru meletakkan botol minyak goreng yang dipegangnya ke atas meja. Namun, karena terburu-buru, kaki Claudia justru menginjak minyak goreng yang ditumpahkan olehnya.
Alhasil, Claudia langsung terpeleset dan terjatuh. Saat dirinya terpeleset, tangan Claudia memegang tangan Clara, sehingga wanita cantik yang merupakan madu Indira itu pun ikut terpeleset dan terjatuh bersamaan dengan Claudia.
Mereka berdua berteriak kesakitan saat bokong mereka menyentuh lantai dengan keras. Indira dan bi Inah bergegas mendekati suara.
Saat bi Inah melihat Claudia dan Clara terbaring di lantai sambil mengaduh kesakitan, wanita itu melihat botol minyak goreng yang tergeletak di lantai yang isinya sudah tinggal separuh.
Bi Inah sigap menghentikan langkah Indira. Mengatakan pada wanita itu jika lantainya licin. Indira mengiyakan kemudian melangkah mundur dan hanya bisa melihat mertua dan madunya dari jarak beberapa meter.
__ADS_1
Bi Inah menolong kedua wanita beda generasi itu. Wanita baru baya itu menarik tangan Claudia agar bisa kembali berdiri.
Bi Inah mengambil kain pel untuk membersihkan minyak tersebut setelah Claudia dan Clara meninggalkan dapur dengan hati kesal.
Kedua wanita itu menatap tajam ke arah Indira yang berdiri tidak jauh dari mereka. Mertua dan menantu itu menggerutu sepanjang jalan menuju kamar sambil memegangi bokong mereka yang terasa sakit karena berkali-kali jatuh di atas lantai akibat minyak goreng yang mereka tumpahkan.
Dalam hati, mereka merasa sangat kesal karena rencana mereka untuk mencelakai Indira gagal lagi hari ini.
Bi Inah menghampiri Indira yang sedang duduk sambil mengusap perutnya. Setelah kedua wanita itu pergi, Indira memperhatikan bi Inah sambil berpikir dalam hati.
Beberapa hari ini, selalu saja ada kejadian yang menimpa Clara dan Claudia. Hari ini juga mereka berdua tiba-tiba terjatuh di lantai licin yang penuh dengan minyak goreng.
"Terima kasih, Bi. Ayo kita makan bersama. Di taman aja, Bi, biar nanti kita nggak dimarahi nyonya majikan," jawab Indira sambil tertawa pelan yang disambut tawa pula oleh Bi Inah.
Mereka berdua kemudian melangkah menuju taman sambil membawa nampan berisi makanan. Mereka berdua tertawa bahagia.
__ADS_1
Indira memang diperlakukan dengan tidak baik di rumah besar itu, tetapi, wanita itu tetap tegar menghadapi Claudia dan Clara. Meskipun hatinya sakit, Indira menahannya. Demi calon anaknya dan membalas dendam pada Nathan, wanita hamil itu rela bertahan sebentar lagi.
Bi Inah adalah satu-satunya orang di dalam rumah itu yang membuatnya tertawa bahagia.
"Non Indira harus makan yang banyak biar kuat," ucap Bi Inah.
"Kuat menghadapi kenyataan," lanjutnya lagi membuat Indira tertawa.
"Bibi benar. Aku harus kuat. Kuat menghadapi nenek lampir dan nenek sihir." Indira dan Bi Inah kembali tertawa.
Indira dan Bi Inah memang menjuluki Claudia sebagai nenek lampir dan Clara sebagai nenek sihir. Dua wanita yang hobinya berbuat jahat setiap harinya.
"Bi, apa mungkin kejadian di dapur tadi juga merupakan rencana mereka untuk mencelakai aku?" Indira menatap Bi Inah dengan serius.
"Tidak mungkin bukan, mereka berdua tiba-tiba pergi ke dapur kemudian mainan minyak goreng sampai tumpah di lantai?"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....
Maaf ya, baru sempat update karena dari kemarin sibuk di dunia nyata dan tidak sempat menghalu🙏