PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
INGIN BERCERAI


__ADS_3

Setelah kepergian Clara, Indira langsung mengurai pelukannya pada Nathan. Perempuan itu kemudian memejamkan mata dan kembali bersikap seperti biasa saja.


Kemesraan yang ditunjuk oleh Indira beberapa saat yang lalu adalah sandiwara agar dia bisa membuat Clara cemburu. Indira sangat suka melihat kekesalan perempuan itu.


Indira menatap Nathan yang masih setia menemaninya dalam ruangan itu. Lelaki itu merapikan selimut kemudian mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Nathan terlihat begitu perhatian. Dia tampak seperti Nathan di masa lalu. Pria yang selalu mencintainya sepenuh hati.


"Apa kamu menginginkan sesuatu, Sayang?" Nathan mengecup bibir Indira sekilas.


Indira menggeleng pelan. Netranya menatap Nathan yang masih menatapnya dengan penuh kasih sayang.


"Mas, kamu bisa menceraikan aku sekarang juga."


"Sayang, kamu ini bicara apa?" Kedua mata Nathan membola mendengar ucapan yang keluar dari mulut Indira.


"Jangan berpura-pura lupa, Mas. Kamu sangat tahu apa yang aku bicarakan." Indira masih menatap Nathan.


"Sayang, aku tidak ingin membicarakannya sekarang. Aku tidak mau meninggalkan kamu apalagi bercerai denganmu. Aku mencintaimu, Dira. Aku tidak akan mungkin menceraikan kamu."

__ADS_1


Indira menghela napas panjang. Tidak mengira reaksi Nathan akan seperti ini. Pria itu bahkan kembali mengulangi ucapannya.


"Aku mencintaimu. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Aku tidak peduli dengan perjanjian yang pernah kita buat sebelumnya." Nathan berbicara panjang lebar.


"Clara tidak akan suka, Mas. Dia pasti akan marah besar. Apa kamu lupa? Clara lah yang dulu membantuku agar aku bisa menikah dengan kamu. Dia yang telah membujuk kamu untuk menikah denganmu karena saat itu kamu menolak untuk bertanggung jawab pada kehamilanku." Indira mengingatkan Nathan pada masa lalu di mana dia menolak menikahi Indira karena tidak ingin kehilangan Clara.


"Sayang, maafkan aku. Aku tahu, kamu pasti marah dan sakit hati karena sikapku. Saat itu aku khilaf, Sayang. Aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi." Nathan menggenggam tangan Indira dan menciuminya berkali-kali.


"Maafkan aku. Aku sungguh-sungguh minta maaf atas perbuatanku di masa lalu," lanjut Nathan.


Indira menarik napas panjang. Kenapa di saat dia ingin lepas dari Nathan, pria itu justru tidak mau berpisah dengannya?


"Seandainya Clara bersikap baik sama kamu, kamu pasti tidak akan bicara seperti ini, Mas."


"Sayang ...." Nathan mencium kening Indira cukup lama.


"Aku minta maaf sama kamu. Aku tahu, di masa lalu aku sudah menyakiti kamu. Tapi aku mohon, Dira. Beri aku kesempatan untuk memperbaikinya lagi." Nathan memohon pada Indira.


Lelaki itu sangat khawatir pada keadaan Indira. Istri pertamanya baru saja mengalami keguguran. Perempuan itu pasti saat ini

__ADS_1


masih syok dengan keadaannya karena itu ucapannya melantur sampai-sampai membahas tentang perceraian segala.


Nathan kembali mencium kening istrinya.


"Istirahatlah! Aku tahu, saat ini kamu sangat terpukul dan bersedih karena kehilangan anak kita. Tapi jangan berlarut-larut, Sayang. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa." Nathan berucap sangat lembut. Sementara Indira hanya tidak menanggapi ucapannya.


Sepertinya, misinya untuk kembali membawa Nathan jatuh cinta lagi padanya sudah berhasil. Terlihat dari kedua mata Nathan yang begitu resah mendengar kata cerai yang diucapkannya.


Namun, tentu saja perubahan Nathan tidak akan meluluhkan hatinya. Apa yang dia alami saat ini benar-benar telah membuat Indira hancur. Kehilangan anak yang belum sempat dia lihat adalah pukulan terberat bagi Indira.


Apalagi, saat dia tahu jika orang yang telah mencelakainya adalah ibu kandungnya sendiri. Ibu kandung yang selama ini menjadi mertuanya.


"Dira, aku tahu kamu marah padaku. Kamu kecewa sama aku. Aku minta maaf karena selama ini aku mengabaikan kamu dan lebih mementingkan Clara. Tapi aku mohon, jangan tinggalkan aku, Dira. Aku tidak bisa membayangkan seandainya aku hidup tanpa kamu." Nathan mendekat pada Indira, kemudian memeluk wanita itu.


Penyesalan memang selalu datang terlambat. Seandainya dulu Nathan tidak egois dan tidak membawa Clara pada hubungan mereka, dia dan Indira pasti hidup bahagia meskipun Claudia tidak akan menyukainya.


"Tapi aku tetap ingin bercerai denganmu, Mas. Biar bagaimanapun, aku tidak bisa melanggar kesepakatan yang sudah kita buat. Apalagi, saat ini anak kita sudah tidak ada. Sudah tidak ada lagi penghalang buat kamu untuk meninggalkan aku."


"Sayang ...."

__ADS_1



__ADS_2