PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
KESAL


__ADS_3

"Di mana istri saya?" Nathan berteriak pada seorang perawat yang dia suruh untuk menjaga Indira selama dia berada di kantor.


Lelaki itu sedari tadi panik mencari Indira yang tidak dia temukan di kamarnya. Nathan bahkan sudah menyusuri seluruh ruangan Vip yang ditempati oleh Indira, termasuk kamar mandi. Namun, istrinya tak terlihat di sana.


"Ma–Maafkan saya, Pak. Tadi saya tinggal Ibu Indira di kamarnya karena saya ingin makan siang. Tapi, saat saya kembali, Ibu Indira sudah tidak ada."


"Apa?" Nathan kembali berteriak. Dia sungguh sangat marah mendengar jawaban perawat itu.


"Apa maksudmu dengan tidak ada di ruangannya? Istriku sedang sakit. Tidak mungkin dia berjalan-jalan sendiri meninggalkan ruangan ini!"


"Ibu Indira sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, Pak Nathan. Sa–Saya baru mengetahui beberapa saat lalu jika istri Pak Nathan ternyata sudah pulang," jelas sang perawat dengan raut wajah ketakutan.


Perawat berwajah lumayan cantik itu sudah sepakat dengan Nathan untuk menjaga Indira. Nathan bahkan memberinya uang tip. Akan tetapi, karena keteledoran sang perawat, dia sampai ketinggalan informasi jika wanita yang harus dijaganya selain karena tugas dari rumah sakit itu ternyata sudah diperbolehkan pulang hari ini.


Parahnya, sang perawat mendapatkan informasi kepulangan Indira dua jam setelah perempuan itu pergi meninggalkan rumah sakit. Dia bahkan baru tahu jika Indira pulang bersama dengan Dokter Reyno.


"Saya sudah mengatakan pada kamu untuk menjaga dan memberi informasi apapun tentang istri saya selama saya berada di kantor. Tapi ternyata, istri saya pergi pun kamu tidak tahu." Nathan masih menatap perempuan itu dengan marah.

__ADS_1


"Siapa yang mengizinkan Indira pulang dari rumah sakit? Kamu tahu 'kan kalau saya adalah suaminya?"


"Kalau masalah itu, Pak Nathan sebaiknya bicara sendiri dengan dokter. Saya permisi, Pak. Perempuan itu segera berlalu dari hadapan Nathan.


Nathan segera menuju ruangan dokter. Lelaki itu kemudian menanyakan tentang Indira. Sama seperti jawaban sang perawat tadi jika Indira memang sudah pulang.


Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah Indira pulang bersama dengan Dokter Reyno. Seorang dokter muda berparas tampan yang merupakan sahabat dari Indira.


Nathan sungguh sangat kesal mengetahui kenyataan itu. Kenapa Indira memilih pulang bersama dengan sahabatnya dibanding bersamanya?


Bagaimana Nathan mau mengabulkan permintaan Indira kalau apa yang diminta oleh istrinya itu adalah hal yang sangat ditakutinya? Nathan tidak akan mungkin mengabulkan permintaan cerai dari Indira.


Pria itu sangat mencintai istrinya, tidak mungkin dia mau menceraikan Indira begitu saja. Dia akan melakukan apapun keinginan Indira, asalkan bukan bercerai. Sampai kapanpun pria itu tidak akan pernah menceraikan wanita yang sangat dicintainya.


Mereka berdua memang hanya menikah secara agama. Akan tetapi, Nathan tidak akan semudah itu memberikan kata talak pada Indira. Meskipun wanita itu sangat menginginkannya.


"Maafkan saya, Pak Nathan. Istri Anda memaksa pulang. Ibu Indira mengatakan jika dia sudah memberitahu Pak Nathan akan pulang hari ini. Ibu Indira kemudian meminta agar Dokter Reyno mengantarkannya pulang ke rumah karena Pak Nathan dan Dokter Reyno sudah saling mengenal."

__ADS_1


Nathan mengepalkan kedua tangannya mendengar penjelasan dari dokter. Dia sungguh tidak menyangka kalau Indira bahkan sangat berterus terang meminta Dokter Reyno untuk mengantarkannya pulang ke rumah.


Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan, Nathan pergi meninggalkan ruangan dokter. Pria itu dengan tergesa meninggalkan rumah sakit. Nathan melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Nathan sangat mengkhawatirkan Indira sekaligus merasa cemburu karena istrinya lebih memilih lelaki lain untuk mengantarkannya pulang dari rumah sakit.


Sementara itu, di suatu tempat yang berbeda, Indira sedang menikmati senja. Wanita yang baru saja mengalami keguguran itu kini sedang duduk sendirian di balkon kamarnya.


Indira saat ini sedang berada di sebuah villa yang cukup nyaman. Villa itu sangat cocok untuk dirinya yang sedang ingin menyendiri dan juga memenangkan diri.


Di sana, Indira merasakan ketenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Selama tinggal di rumah Nathan, dia tidak pernah merasakan ketenangan sama sekali.


Mengingat rumah itu membuat Indira tiba-tiba teringat dengan Nathan. Dia yakin, saat ini lelaki itu pasti sedang mencarinya. Indira menarik napas panjang dan mengembuskannya secara perlahan.


"Jika kamu memang tidak mau menceraikan aku, lebih baik aku pergi. Aku tidak mungkin terus bertahan menjalani hubungan yang bahkan tidak ada aku di dalamnya."


__ADS_1


__ADS_2