
Suara seseorang membuat Indira langsung menoleh ke arah pintu. Di sana, terlihat seorang pria tampan berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
"Reyno? Ini kamu?" Indira sangat terkejut melihat pria yang sudah lama tidak dilihatnya itu kini berada di hadapannya. Memang hanya pria itu sajalah yang selalu memanggil namanya dengan panggilan Indi.
Pria berlesung pipi itu tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Memangnya Reyno yang mana lagi kalau bukan aku?" Reyno mendekati Indira setelah menutup pintu.
Pria itu merapikan rambut Indira yang berantakan dan menghapus air matanya menggunakan tisu yang ia ambil dari atas nakas.
"Sejak kapan kamu jadi cengeng begini?" Reyno kembali mengambil tisu, mengusap air mata Indira yang justru keluar semakin banyak saat mendengar ucapannya.
"Udah dihapus kenapa malah keluar lebih banyak?" Mendengar ucapan Reyno, Indira semakin terisak membuat Reyno mendekat ke arah Indira, kemudian memeluknya.
Pria itu membiarkan Indira menangis di dadanya. Mendengar tangisan Indira, Reyno mengepalkan tangannya erat.
Apa yang terjadi pada wanita ini sebenarnya? Kenapa dia terlihat sangat sedih dan terluka?
Kabar terakhir yang Reyno dengar adalah kabar yang membuatnya patah hati yaitu kabar tentang pernikahan Indira dengan Nathan.
Pernikahan mereka memang terkesan disembunyikan. Namun, Reyno mengetahui pernikahan itu dari sahabatnya Indira yang ikut menyaksikan pernikahan siri Indira bersama Nathan.
__ADS_1
Siri? Reyno bahkan tidak menyangka jika kekasih yang dulu sangat dibanggakan dan sangat dicintai oleh Indira itu ternyata hanya menikahi Indira secara siri.
Reyno mengenal Nathan. Pria itu tahu jika Nathan adalah kekasih Indira. Reyno bahkan tahu jelas kalau mereka menjalin hubungan sudah lebih tiga tahun.
Reyno mengetahui semuanya dari Indira. Perempuan itu selalu bercerita padanya tentang kekasihnya tanpa tahu kalau ada hati yang terluka saat dia menceritakan betapa besar cintanya pada Nathan.
Indira memang tidak pernah tahu kalau Reyno mempunyai perasaan lebih dari sekedar sahabat. Reyno mencintai Indira, tetapi, lelaki itu menyimpan perasaannya selama bertahun-tahun karena dia tidak mau persahabatannya dengan Indira hancur hanya karena dia mencintainya.
Apalagi, Reno sangat tahu kalau Indira mencintai pria lain.
Reyno bahkan memastikan jika Nathan tidak akan berbuat macam-macam pada Indira. Dia merelakan Indira pada Nathan asalkan Indira bahagia. Akan tetapi, jika dia tahu Indira tidak bahagia, maka Reyno akan kembali merebut Indira dari Nathan.
Reyno tidak peduli meskipun Indira sudah menikah. Buat Reyno, kebahagiaan Indira lebih penting daripada ikatan pernikahan yang justru membuat wanita itu menderita.
Akan tetapi, saat Indira masuk ke ruang IGD, seorang wanita paruh baya menyeret Nathan pergi dari rumah sakit dan meninggalkan Indira yang saat itu sedang diperiksa oleh dokter.
Melihat itu, Reyno merasa geram. Lelaki itu menyusul langkah Nathan dan perempuan paruh baya itu hingga sampai ke parkiran rumah sakit.
Di sana, Reyno mendengar dengan telinganya sendiri saat perempuan paruh baya itu mengatakan jika laki-laki yang sudah menjadi suaminya Indira itu akan menikah lagi dan resepsi pernikahannya akan digelar hari itu juga.
Reyno sangat marah. Hampir saja dia lepas kendali dan ingin sekali menghajar pria yang dengan begitu tega menyakiti Indira . Reyno mendengarkan perdebatan Nathan dengan wanita itu. Wanita yang diduga Reyno adalah ibunya Nathan.
__ADS_1
Rahang Reyno mengeras saat mendengar ucapan ibunya Nathan yang menghina dan memaki Indira. Wanita itu bahkan mengatakan, jika dia akan membunuh bayi dalam kandungan Indira seandainya Nathan tidak menurutinya untuk menikahi Clara.
Clara? Entahlah! Reyno tidak tahu siapa itu Clara. Namun, setelah ini dia akan mencari tahu siapa itu Clara dan apa alasan Nathan sampai pria itu tega mengkhianati Indira dengan menikahi wanita itu.
Indira bahkan sedang hamil anaknya. Akan tetapi, Kenapa Nathan tega menyakitinya?
Reyno mengenal Nathan, bahkan wajah pria itu pun dia hapal karena Indira seringkali membagikan foto-foto mesranya dengan kekasihnya itu saat mereka masih sering bertemu. Kini, mereka baru bertemu lagi setelah hampir satu tahun berpisah.
Akan tetapi, Nathan tidak pernah mengenal Reyno. Indira juga tidak pernah menceritakan tentang Reyno pada Nathan.
Reyno menelepon seseorang untuk mengikuti mobil Nathan yang saat itu masih di parkiran karena ibu dan anak itu tidak berhenti berdebat.
Nathan bersikeras ingin menunggu Indira di rumah sakit, sementara perempuan paruh baya itu memaksa Nathan untuk segera pergi ke hotel karena resepsi pernikahannya sebentar lagi akan digelar.
Saat melihat orang suruhannya sudah berada di parkiran, lelaki tampan berlesung pipi itu, kemudian berlari menuju ruang IGD di mana Indira sedang mendapatkan tindakan dari dokter.
Reyno yang mengurus semua keperluan Indira, bahkan saat dokter mencari keluarga dari pasien, Reyno juga yang maju mewakili keluarga Indira.
Reyno menghela napas panjang. Hatinya sakit mendengar isak tangis Indira.
"Kenapa kamu tidak menceritakan semuanya padaku? Apa kamu sudah tidak menganggap aku lagi sebagai sahabatmu?"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....