PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
MENYESAL


__ADS_3

"Apa maksudmu, Dokter?" Nathan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Reyno. Meskipun kenyataan memang benar, tetapi, Nathan merasa tidak terima karena orang luar mengetahui apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Apalagi, masalah ini membawa nama ibunya.


"Tidak usah berpura-pura, Nathan! Aku tahu semuanya lebih dari siapapun!" Reyno menyingkirkan tangan Nathan yang memegang kerah snellinya.


"Apa maksud dokter mengetahui semuanya?" Nathan sungguh tidak mengerti dengan ucapan Reyno.


Mengetahui tentang kasus ibunya saja baru beberapa saat lalu karena melihat sang mama digelandang ke kantor polisi. Akan tetapi, kenapa dokter di hadapannya itu mengatakan kalau dia mengetahui masalah Claudia?


"Apa yang kamu ketahui tentang mama saya?" Nathan menatap tajam ke arah dokter yang katanya adalah sahabat baik istrinya.


"Mama kamu sudah lama mengincar Indira. Seharusnya, kamu sebagai seorang suami lebih peka dan bisa melindungi istrimu. Sayangnya, kamu terlalu bodoh hingga tidak tahu bahaya apa yang menyerang istrimu saat tinggal di rumah besar itu!"


Kata-kata yang diucapkan oleh Reyno semakin membuat Nathan penasaran. Bagaimana cara pria itu mengetahui semua yang dilakukan oleh ibunya sementara dia saja yang sama-sama tinggal di rumah itu tidak tahu menahu tentang kejahatan ibu tirinya itu?


"Apa yang dilakukan oleh ibuku hingga kamu begitu yakin jika ibukulah yang telah mencelakai Indira?" Nathan menatap nyalang ke arah Reyno. Logikanya memaksanya untuk tetap mempercayai Claudia, tetapi, kata-kata yang keluar dari dokter di hadapannya itu membuatnya penasaran.


"Ibumu tidak menyukai Indira. Bukan hanya tidak menyukai, dia juga sangat membenci Indira sampai-sampai ibumu ingin sekali melenyapkannya. Kamu pikir, kecelakaan yang menimpa Indira akhir-akhir ini adalah kecelakaan biasa?" Reyno menatap Nathan yang terlihat seperti lelaki bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi pada ibu dan istrinya.


"Apa yang terjadi pada Indira akhir-akhir ini adalah ulah dari Nyonya Claudia. Awalnya, dia hanya ingin menyingkirkan anak yang berada dalam perut istrimu. Tapi, karena dia selalu gagal membuat istrimu keguguran, ibumu mengubah strategi untuk sekalian saja menghabisi nyawa istri dan anakmu!"


"Tidak! Itu tidak mungkin terjadi. Mama tidak akan melakukan perbuatan sekeji itu. Mama memang tidak menyukai Indira, tapi, aku yakin mamaku tidak akan berbuat sejahat itu pada istriku." Nathan masih mengelak pernyataan Reyno.


"Lagipula, kenapa kamu begitu yakin kalau ibuku yang melakukannya?" Nathan kembali bertanya membuat Reyno ingin sekali menghajar lelaki bodoh itu. Kenapa perempuan sebaik Indira harus mempunyai suami sebodoh itu?

__ADS_1


"Percuma aku bicara dengan orang bodoh sepertimu! Hanya buang-buang tenaga!" Reyno kembali memeriksa keadaan Indira yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat.


Lelaki itu menatap Indira dengan pandangan iba.


"Rasanya, aku ingin sekali membawamu pergi dari sini. Kamu pantas bahagia Indira. Jika bersama dengan pria itu kamu tidak merasa bahagia, aku akan membantumu agar kamu bisa terlepas darinya," ucap Nathan dalam hati.


Dia berjanji, setelah ini, dia akan melakukan apapun untuk menolong Indira. Perempuan itu harus terlepas dari Nathan yang bisanya hanya membuat Indira terluka.


"Kamu jaga dia baik-baik. Kalau ada apa-apa tekan tombol itu untuk memanggil petugas," ucap Reyno pada Nathan. Pria itu mengangguk mengiyakan.


"Terima kasih sudah menolong istriku," ucap Nathan tulus.


"Sudah menjadi tugasku sebagai seorang dokter." Reyno menjawab sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


Nathan menghela napas panjang sambil menatap Indira yang terbaring lemah di atas ranjang.


Ibu Santi yang sedari tadi terdiam mendekati Nathan.


"Seandainya Claudia memang orang yang telah mencelakai Indira, saya ingin Claudia mempertanggungjawabkan semua perbuatannya. Walaupun dia adalah ibu kandungnya, tapi saya adalah orang yang merawat Indira dari bayi. Saya tidak rela dia menyakiti anak saya sampai seperti ini." Ibu Santi menatap Nathan dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Kamu adalah suaminya. Seharusnya kamu bisa menjaganya dan bisa menjadi tameng saat orang-orang jahat ingin mencelakai istrimu. Tapi, kamu justru sebaliknya. Bukannya melindungi istrimu, kamu malah menjadi penyebab utama kesakitan istrimu," ucap Ibu Santi panjang lebar. Wanita tua yang sudah merawat Indira semenjak bayi hingga dewasa itu merasa kecewa dengan Nathan.


Ibu Santi tidak menyangka jika pernikahan Indira dengan lelaki itu tidak pernah membuat putri angkatnya itu bahagia. Meskipun katanya mereka berdua saling mencintai, tetapi, Nathan tidak pernah membahagiakan Indira. Apalagi, saat mereka sudah menikah.

__ADS_1


"Aku janji, akan mencari tahu semuanya. Saat ini, terus terang saja aku masih merasa syok dengan kejadian yang telah menimpa istriku dan juga calon bayiku. Tapi, jika benar apa yang terjadi pada istriku adalah perbuatan ibuku, aku jelas tidak akan tinggal diam. Ibuku harus membayar apa yang sudah dilakukannya pada Indira."


Ibu Santi menarik napas lega mendengar ucapan Nathan. Mungkin terdengar egois. Apalagi, Claudia adalah ibu kandung Indira. Namun, kejahatan Claudia tidak bisa di anggap enteng. Wanita itu telah melakukan perbuatan yang hampir saja menghilangkan nyawa Indira. Apalagi, gara-gara perbuatannya Indira mengalami keguguran. Bukankah itu sama saja Claudia sudah menghilangkan nyawa manusia yang tidak berdosa?


Nathan menatap sendu ke arah Indira. Tubuhnya penuh dengan luka, termasuk pada bagian wajah sebelah kirinya yang diduga menghantam aspal saat kecelakaan itu terjadi.


Menurut saksi yang melihat kecelakaan itu terjadi, tubuh Indira terpental setelah tertabrak mobil itu kemudian terjatuh dengan posisi tengkurap.


Pantas saja Indira mengalami keguguran karena bisa dipastikan perutnya yang membuncit mengalami benturan keras karena beradu dengan aspal.


"Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku karena aku tidak bisa melindungimu dan menjaga anak kita. Seandainya aku tahu kamu akan celaka seperti ini, aku pasti tidak akan mengizinkan kamu pergi dengan mama."


Nathan sungguh sangat menyesal dengan apa yang sudah menimpa Indira. Selama ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan juga dengan Clara sampai-sampai dia seringkali mengabaikan istri pertamanya yang sedang hamil itu.


Sebenarnya Nathan juga ingin selalu berada di sisi Indira. Menemani wanita itu menjalani kehamilannya. Namun, terkadang ancaman Clara membuat Nathan mengurungkan niatnya.


Nathan selalu kalah jika sudah berada di bawah ancaman Clara. Wanita yang menjadi istri keduanya itu selalu membuatnya tidak berkutik. Apalagi, jika sudah menyangka tentang perusahaan.


Rasanya, Nathan sungguh sangat menyesal karena dulu dia menikahi wanita licik itu. Sikap baik dan perhatian Clara sebelum menikah membuat Nathan buta hingga akhirnya memilih menikahi wanita itu di atas luka Indira.


"Sayang, maafkan aku. Aku sungguh sangat menyesal karena selama ini aku hanya membuatmu bersedih. Aku memang bodoh! Demi memiliki perusahaan, aku memilih Clara dan menyakitimu. Aku sungguh sangat menyesal, Dira.


__ADS_1


__ADS_2