
Beberapa saat lalu mertuanya yang membuatnya kesal. Kini, gantian suaminya yang mengganggu. Sebenarnya ada masalah apalagi sekarang sampai-sampai pria itu seperti orang kesetanan?
"Apa maksudmu mengirim video itu pada mama? Apa kamu sengaja biar mamaku cepat tiada?" teriak Rangga dengan penuh amarah.
"Video apa?" Keira berpura-pura polos.
"Video perselingkuhan papaku dengan wanita lain!" Suara Rangga masih meninggi. Namun, tidak membuat nyali Keira menciut sama sekali. Wanita itu justru tersenyum tipis.
"Kau juga melihatnya?" Keira merapikan rambutnya yang berantakan. Wajah cantiknya tersenyum sangat manis membuat Rangga seolah tersihir karena sudah lama dia tidak melihat senyum itu pada wajah cantik istrinya.
"Saat kamu melihatnya, kamu pasti seperti sedang melihat dirimu sendiri ya?" ejek Keira membuat Rangga semakin marah sekaligus malu.
Apa yang dikatakan oleh Keira memang benar. Saat dia melihat video menjijikkan ayahnya pada ponsel milik sang mama, ingatannya tertuju pada dirinya sendiri yang melakukan hal serupa dengan Anita.
Sang papa mengkhianati ibunya demi wanita yang lebih muda usianya, sama seperti dia yang berselingkuh dengan Anita yang jarak usianya terpaut hampir sepuluh tahun lebih muda darinya.
Rangga seperti sedang bercermin saat melihat kelakuan bejad sang ayah.
"Keira, apa kamu sudah gila? Kenapa kamu mengirim video seperti itu pada mama? Apa kamu tahu, mama bisa saja kena serangan jantung tiba-tiba saat melihat video perselingkuhan papa!" Suara Rangga masih meninggi.
__ADS_1
Lelaki itu sangat kesal melihat sikap Keira yang tidak merasa bersalah sama sekali. Padahal, istri pertamanya itu sudah membuat wanita yang melahirkannya hampir saja terkena serangan jantung karena melihat suaminya bercinta dengan wanita lain.
"Tenang, Rangga. Aku yakin, mama tidak akan kenapa-kenapa. Mama orang yang kuat. Menghancurkan hati wanita lain saja dia mampu, masa melihat suaminya menghancurkan hatinya dia tidak mampu."
"Keira!" Rangga melotot tajam pada wanita di hadapannya itu. Dia sungguh tidak menyangka jika Keira bisa bicara sekasar itu tentang ibunya.
Rangga sangat tahu jika selama ini Keira begitu menghormati ibunya meskipun Vania selalu saja mengucapkan kata-kata hinaan yang menyakiti hati Keira.
"Kenapa kamu berubah seperti ini, Kei? Bukankah kamu bilang kamu sangat sayang pada mama? Kenapa sekarang kamu jadi seperti ini?" Rangga menatap Keira sambil menggelengkan kepala.
Perubahan istri pertamanya itu begitu mengejutkan. Keira berubah drastis setelah dia menikahi Anita.
"Kamu bertanya kenapa aku berubah? Setelah apa yang kamu dan mama kamu lakukan kamu bertanya kenapa aku berubah?" Keira menatap Rangga dengan rasa benci dan kesakitan di hatinya.
"Aku berubah karena kamu, Rangga! Aku berubah karena perbuatan kamu! Jika kamu berpikir aku tetap akan menjadi Keira yang lemah lembut dan penurut setelah apa yang kalian lakukan padaku, kamu salah besar!
Keira sudah mati! Keira yang dulu sudah mati!" teriak Keira mengungkapkan semua rasa sakit hatinya pada pria di hadapannya itu.
"Keira ...." Melihat wajah Keira yang terlihat kecewa, sudut hati Rangga terasa sakit. Jantungnya serasa diremas-remas. Rangga menitikkan air mata.
__ADS_1
"Kei ...." Rangga meraih tangan wanita itu, tetapi, Keira segera menepisnya. Rasanya, Rangga ingin sekali memeluk wanita yang sangat dicintainya itu.
"Kamu dan mama mengatakan kalau aku harus menerima semua yang telah terjadi. Menerima istri barumu yang terlanjur hamil tanpa memikirkan perasaanku sama sekali.
Kalian tidak tahu bagaimana hancurnya hatiku saat mengetahui suamiku berkhianat. Kalian tidak tahu bagaimana sakitnya hatiku saat mengetahui jika ibu mertuaku adalah dalang dibalik kehancuran rumah tanggaku sendiri. Kalian menganggap semuanya baik-baik saja. Tinggal menerima, kemudian masalah selesai." Keira menatap Rangga yang mulai menangis mendengar semua ucapannya.
"Seandainya posisinya dibalik, kalian yang berada di posisiku dan aku yang ada di posisi kalian, apa kalian akan tetap menganggap kalau semuanya baik-baik saja?
Mama baru saja mengatakan padaku agar aku memaafkan kamu dan menerima semuanya dengan lapang dada. Bagaimana ada orang yang tidak punya perasaan sama sekali seperti mama? Dia tega menyakiti wanita lain demi ambisinya.
Sekarang, setelah mama melihat sendiri apa yang dilakukan oleh papa dengan wanita lain, apa mama masih akan mengatakan dengan jumawa pada wanita mandul ini bahwa semuanya baik-baik saja?"
"Keira ...."
"Aku sakit, Rangga! Hatiku sangat sakit! Apa perlu aku berselingkuh dulu di hadapanmu agar kamu bisa merasakan kesakitan yang aku rasakan?"
"Keira!"
__ADS_1