PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
PESAN DARI INDIRA


__ADS_3

Nathan baru saja mencapai puncak surga dunia saat melihat ponselnya bergetar. Lelaki itu turun dari tubuh Clara yang masih menikmati puncaknya dengan kedua mata terpejam sambil mengatur napasnya yang naik turun.


Nathan dan Clara saat ini sedang berbulan madu di sebuah pulau yang terletak di bagian timur Indonesia. Nathan tidak jadi membawa Clara bulan madu ke Paris karena wanita itu menolak dengan alasan sudah beberapa kali mengunjungi Paris.


Akhirnya, mereka memilih bulan madu di negara sendiri yang keindahannya juga tidak kalah dengan di luar negeri. Clara sangat menyukai pantai. Oleh karena itu, wanita itu mengajak Nathan berbulan madu yang menyuguhkan pemandangan laut dan pantai.


Nathan meraih ponselnya di atas nakas. Hatinya merasa tercubit saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Indira. Saat pernikahannya dengan Clara kemarin, Indira masuk rumah sakit karena demam dan kelelahan.


Setelah malam pertama, pagi harinya Clara langsung mengajaknya honeymoon. Nathan benar-benar melupakan Indira. Namun, sebelum pergi dia meminta ibunya untuk mengurus Indira di rumah sakit termasuk mengurus biaya perawatan Indira di sana.


Lalu, kenapa Indira mengirimkan pesan jika biaya rumah sakit belum dibayar?


"Memangnya mama belum membayarnya saat di rumah sakit? Aku sudah menyuruh mama untuk mengurus semua keperluan kamu termasuk biaya rumah sakit."

__ADS_1


Nathan membalas pesan Indira. Ia sungguh merasa penasaran. Nathan tahu, ibunya memang tidak menyukai Indira, tetapi, bukankah Indira sedang sakit? Tidak mungkin dia memperlakukan Indira dengan kejam bukan?


"Selama dirawat di rumah sakit tidak ada seorang pun yang datang menjengukku. Mama bahkan mengancam akan memecat bi Inah dan yang lainnya jika mereka bersikeras menjengukku di rumah sakit."


"Jangankan membayar biaya rumah sakit, datang saja tidak. Mama bahkan langsung mengusirku saat aku baru saja sampai ke rumah beberapa saat lalu."


Indira kembali mengirim pesan pada pria yang berstatus sebagai suaminya tetapi, kini sedang berbulan madu bersama istri barunya.


Kedua mata Nathan membola melihat pesan balasan dari Indira. Lelaki itu sungguh tidak menyangka jika ibunya benar-benar sangat membenci Indira sampai-sampai wanita yang telah melahirkannya itu tega mengusir Indira.


"Sekarang kamu ada di mana?" Nathan kembali mengirim pesan. Ada rasa khawatir yang menyusup ke hatinya. Dia khawatir Indira benar-benar pergi dari rumah itu.


Jika wanita itu pergi dari rumahnya, dia akan tinggal di mana? Indira sudah tidak punya siapa-siapa selain dirinya. Dari dulu, wanita itu hanya bergantung padanya. Ditambah lagi, saat ini Indira tidak memegang uang.

__ADS_1


Kehadiran Clara benar-benar mengalihkan dunia Nathan yang awalnya berpusat pada Indira. Nathan bahkan sampai lupa kalau dirinya belum sekalipun memberikan uang nafkah pada istri yang ia nikahi secara siri itu.


"Tentu saja aku masih di rumah, memangnya aku mau tinggal di mana lagi?" Indira merasa kesal melihat jawaban Nathan.


"Kirimkan uangnya sekarang juga."


Nathan kemudian mengirimkan uang pada Indira setelah wanita itu mengirimkan nomor rekening.


Di sebelahnya, Clara terlihat cemberut melihat Nathan yang tengah serius dengan ponselnya. Wanita itu merasa penasaran.


"Siapa yang mengirim pesan padamu sampai-sampai kamu melupakan aku?"


Clara merebut ponsel dari tangan Nathan.

__ADS_1


"Kamu menghubunginya di saat kita sedang berbulan madu?


BERSAMBUNG ....


__ADS_2