
"Maaf Pak Reyno, kamu gagal melindungi Nona Indira."
"Apa?" teriak Reyno di ujung sana.
"Kami terlambat satu menit. Saat kamu datang, mobil itu telah berhasil menabrak Nona Indira."
"Ya, Tuhan ...." Reyno berlari di ujung sana setelah mendengar kabar dari anak buahnya. Lelaki itu tidak bisa terjun langsung ke lokasi saat Indira memberitahukan keberadaannya. Reyno tiba-tiba harus menangani beberapa pasien korban kecelakaan yang harus segera mendapatkan tindakan. Sebagai seorang dokter, tentu saja Reyno tidak bisa mengabaikan orang yang sedang butuh pertolongan. Lelaki itu kemudian menghubungi anak buahnya untuk menuju alamat yang diberikan Indira. Namun, siapa sangka jika anak buahnya ternyata gagal menolong Indira.
Reyno sungguh sangat menyesal karena tidak bisa melindungi Indira seperti janjinya.
"Maafkan kami, Pak Reyno. Tapi kami berhasil menangkap pelaku yang sudah menabrak Nona Indira."
"Bagus! Bawa mereka ke tempat biasa!" Suara Reno berubah dingin.
"Baik, Pak Reno. Sebaiknya Pak Reno segera bersiap karena Nona Indira sebentar lagi sampai di rumah sakit tempat Pak Reyno bekerja," ucap lelaki itu sebelum mengakhiri panggilan teleponnya pada Reyno.
***
Claudia masih menangis saat sampai di rumah sakit. Petugas medis sudah membawa Indira ke ruang IGD untuk memberikan tindakan medis pada perempuan hamil yang baru saja mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Reyno terlihat panik. Dia menyerahkan tugasnya pada dokter lain untuk menangani Indira karena dia tiba-tiba merasa gugup dan gemetar. Ini adalah pertama kalinya Reyno merasakan seperti itu. Rasa bersalahnya pada Indira membuatnya tidak fokus untuk menangani Indira yang saat ini sedang dalam kondisi kritis.
"Sebaiknya Dokter Reyno tunggu di luar."
"Baik, Dok. Maafkan saya." Reyno keluar dengan perasaan bersalah.
Reyno sungguh tidak mengira jika dia akan mengalami panik berlebihan saat akan menangani Indira. Bayangan wanita hamil itu terluka parah dengan perutnya yang berlumuran darah membuat tangannya gemetar.
Reyno merasa emosional. Dia merasa bersalah pada Indira sekaligus merasa marah pada orang yang tega mencelakai wanita hamil itu dengan sengaja.
Reyno berjanji, akan membuat orang yang mencelakai Indira menyesal dan mendekam di penjara seumur hidup.
"Bagaimana keadaan putri saya, Dokter?" Claudia menatap Reyno dengan bersimbah air mata.
Sementara Reyno menatapnya dengan tajam.
"Pasien masih ditangani di dalam. Kondisinya masih kritis. Berdoalah! Semoga anak ibu bisa melewati masa kritisnya." Reyno menjawab dengan datar.
Jika terbukti kalau kamu adalah penyebab kecelakaan Indira, aku bersumpah, aku akan melakukan apapun untuk menyeretmu ke penjara.
__ADS_1
Kamu sudah terlalu banyak melakukan kejahatan pada Indira. Sudah waktunya kamu menerima balasan yang setimpal. Tidak peduli meskipun usiamu sudah tidak lagi muda, aku akan tetap mencari bukti yang akan membuatmu mendekam di jeruji besi.
Tangan Reyno terkepal erat menatap Claudia yang masih sesunggukan. Lelaki itu kemudian meninggalkan Claudia yang kembali menangis. Menangis menyesali perbuatannya yang telah membuat putrinya sendiri terbaring kritis di ruangan itu.
Ibu Santi dan dua orang perempuan muda yang beberapa saat lalu berada di restoran sudah tiba di depan ruang IGD. Mereka bertiga mendekati Claudia yang masih berdiri sambil menangis.
Sementara itu, Nathan berlari masuk ke dalam rumah sakit. Pria itu baru saja sampai setelah mendapatkan kabar tentang kecelakaan Indira dari sang mama. Nathan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit.
Lelaki itu merasa sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Nathan sungguh tidak menyangka jika Indira harus kembali mengalami musibah setelah beberapa waktu sebelumnya juga dia sempat dirawat di rumah sakit akibat kasus yang sama.
"Semoga kamu baik-baik saja, Sayang. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai terjadi sesuatu padamu." Nathan terus berlari menuju ruang IGD di mana sang istri saat ini sedang ditangani.
Lelaki itu mendekati sang mama yang langsung memeluknya.
"Indira, Nathan. Indira kecelakaan. Mama takut. Mama takut terjadi sesuatu padanya." Claudia terisak dalam pelukan Nathan.
"Kenapa Indira bisa kecelakaan, Ma? Kenapa dia keluar rumah? Bukankah seharusnya Indira ada di rumah untuk beristirahat agar cepat pulih?"
"Maafkan Mama, Nathan. Maafkan Mama ...." Claudia semakin menangis mendengar ucapan Nathan.
__ADS_1
"Dira, Sayang, semoga kamu dan anak kita baik-baik saja."