
Wajah Clara berubah masam mendengar ucapan Nathan. Namun, gairah yang kembali menguasai membuat Clara melupakan kekesalannya.
Kedua pengantin baru itu kembali melanjutkan aktivitas panasnya di atas ranjang.
***
Indira baru pulang dari rumah sakit. Reyno memaksa mengantarkan wanita itu. Namun, demi keamanan, Indira meminta Reyno untuk tidak keluar dari mobil agar mereka yang melihat Indira mengira kalau wanita itu turun dari taksi online.
Selama tiga hari dirawat di rumah sakit, tidak ada satu orang pun yang menengok Indira. Nathan bahkan sama sekali tidak mengabarinya. Pria yang berstatus sebagai suaminya itu mungkin saat ini sedang menikmati bulan madu bersama istri barunya. Mereka bahkan tidak ada satupun yang berniat membayar admistrasi rumah sakit.
Beruntung, Reyno mengurus semuanya hingga membuat Indira bernapas lega. Sebenarnya, Indira ingin sekali pergi dari rumah itu. Namun, dia tidak bisa pergi begitu saja. Apalagi, statusnya saat ini masih istri Nathan.
Indira akan pergi setelah Nathan menceraikannya. Selama pria itu belum menceraikannya, Indira akan tetap tinggal di rumah itu. Walaupun Indira harus kehilangan harga diri karena sang ibu mertua terus menekannya. Namun, demi anak yang berada dalam kandungannya saat ini, Indira akan tetap bertahan di sana.
Biarlah dia dianggap bodoh. Untuk saat ini, Indira memang belum mempunyai
Rencana apapun. Akan tetapi, ia bertekad untuk berjuang agar anak dalam kandungannya itu lahir dengan orang tua yang lengkap. Setelah anak itu lahir, Indira akan segera pergi dari rumah itu seperti perjanjian yang telah ia tandatangani sebelum menikah dengan Nathan.
"Kalaupun kamu tidak lagi mencintaiku, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup karena telah menyia-nyiakan aku, Nathan. Setelah ini, aku akan membuatmu kembali jatuh cinta padaku."
Ya! Indira bertekad akan membuat Nathan kembali jatuh cinta padanya seperti dulu. Indira sangat yakin, bahwa di lubuk hatinya yang paling dalam, Nathan pasti masih menyimpannya cinta untuknya.
Nathan yang dulu adalah pria yang sangat tergila-gila padanya. Tidak mungkin Nathan berpaling begitu saja hanya karena dia bertemu dengan Clara bukan?
__ADS_1
Indira tahu, Clara memang sangat cantik. Semua pria jelas akan bertekuk lutut saat melihat wanita itu. Tak terkecuali Nathan. Pria yang dulu hanya melihatnya itu langsung terpesona saat melihat wanita yang lebih cantik darinya.
Bukan berarti dulu tidak ada perempuan cantik lainnya di sekitar Indira. Hanya saja, saat itu, di mata Nathan hanya ada Indira yang paling cantik dan sangat dicintainya. Tidak ada wanita lain yang menarik hatinya selain Indira sampai akhirnya dia bertemu dengan Clara.
"Berikan padaku nomor rekeningmu."
"Untuk apa?" Indira menatap Reyno yang duduk di belakang kemudi sementara dirinya duduk di belakang, layaknya penumpang.
"Kamu lupa atau pura-pura lupa? Kamu bahkan tidak bisa membayar biaya rumah sakit." Reyno berkata dengan ketus membuat Indira terkekeh.
"Aku akan mengembalikannya jika aku punya uang. Jika aku belum membayar, berarti aku tidak punya uang." Indira terkekeh dengan ucapannya sendiri.
Dia adalah seorang istri dari seorang pengusaha kaya. Rumahnya saja besar layaknya istana. Namun, sayangnya dia tidak punya uang. Nathan bahkan tidak pernah memberikan uang sepeser pun semenjak dia menikah dengan pria itu.
Entahlah! Apa pria itu lupa atau memang sengaja, yang jelas, Indira tidak pernah menerima uang dari Nathan selama berstatus menjadi istrinya selama sebulan ini.
Indira memberikan nomor rekeningnya pada Reyno.
Kedua matanya membulat saat melihat nominal yang dikirimkan oleh Reyno padanya.
"Seratus juta? Yang benar saja?" pekik Indira.
"Itu pinjaman. Kau harus mengembalikannya padaku setelah suami sultanmu itu memberimu uang."
__ADS_1
"Jangan lupa misi kamu kembali ke rumah itu Indira. Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu, dan ingat! Jangan biarkan ibu mertuamu terus menindasmu. Kamu harus berhati-hati padanya. Mengerti?"
"Kenapa kau cerewet sekali?"
"Hubungi aku jika terjadi apa-apa padamu." Reyno memberikan sebuah ponsel.
"Untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padamu."
"Rey, ini terlalu berlebihan."
"Aku tidak mau mengambil resiko, Indi. Aku tidak akan membiarkan mereka menindasmu dan menyakiti kamu."
"Rey–"
"Aku tahu, aku baik. Tidak perlu berterima kasih," potong Reyno dengan wajah menyebalkan.
"Terima kasih." Indira menatap sahabatnya itu dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Apapun untukmu, Indi. Kebahagiaan kamu adalah kebahagiaanku juga. Aku sungguh tidak terima jika kamu diperlakukan tidak baik di rumah besar itu.
Berjanjilah padaku, kalau kamu akan baik-baik saja."
Indira mengangguk mendengar ucapan Reyno.
__ADS_1
"Buat dia jatuh cinta lagi padamu dan bertekuk lutut padamu! Setelah itu, kamu tinggalkan dia agar dia tahu bagaimana sakitnya saat seseorang yang kita cintai meninggalkan kita.
BERSAMBUNG ....