PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
TERBUKTI BERSALAH


__ADS_3

Claudia yang awalnya bersikeras menyangkal tuduhan polisi akhirnya terdiam saat melihat dua orang pria yang kini berdiri di hadapannya dengan wajah babak belur.


Dua pria itu adalah orang suruhannya. orang-orang yang dia suruh untuk mencelakai Indira berulang kali hingga akhirnya mereka berhasil mencelakai perempuan yang berstatus sebagai menantunya itu. Menantu yang ternyata adalah putri kandungnya sendiri yang selama ini dia cari.


Claudia menangis membayangkan kalau sebentar lagi dirinya akan segera mendekam di penjara karena perbuatannya. Apalagi, saat mengingat jika orang yang dicelakai ternyata adalah putri kandungnya sendiri.


Claudia bahkan belum sempat meminta maaf pada Indira dan mengatakan pada wanita itu jika dia adalah ibu kandungnya.


"Pa, aku tidak bersalah, Pa. Tolong aku, Pa, aku mohon ...." Claudia menatap suaminya yang masih terlihat syok saat mendengar keterangan dari polisi.


Abinaya sungguh tidak menyangka jika istrinya berbuat senekat itu pada menantunya sendiri. Menantu yang ternyata adalah putrinya sendiri.

__ADS_1


Abinaya merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Claudia. Sebagai seorang suami, dia merasa gagal karena tidak bisa mendidik Claudia dengan baik. Selama ini dia sangat sibuk bekerja sehingga dia tidak mengetahui kelakuan Claudia yang begitu keterlaluan.


"Sewa pengacara terbaik untuk membebaskan mama, Pa. Mama mohon ...." Claudia terus menangis. Melihat Abinaya yang terus terdiam membuat Claudia merasa takut.


Lelaki yang menikahinya berpuluh tahun yang lalu itu pasti akan sulit mempercayainya karena bukti-bukti yang ditunjukkan polisi sangat akurat. Apalagi, dua orang yang dia suruh pun membuat kesaksian tentang dirinya.


Tubuh Claudia bergetar ketakutan saat kedua polisi langsung mendekatinya kemudian membawanya masuk menuju ruang tahanan.


Wanita itu berteriak histeris sambil terus memanggil nama Abinaya. Namun, lelaki itu hanya menatap Claudia dengan tatapan kecewa.


Padahal, Indira sangat baik pada Claudia. Menantunya itu adalah menantu idaman. Indira sangat sopan dan santun. Tidak ada sedikitpun cela pada wanita itu. Indira bahkan jauh lebih baik dari Clara, menantu keduanya.

__ADS_1


Abinaya dengan langkah gontai keluar dari kantor polisi. Dia menelepon Nathan dan juga pengacara pribadinya. Biar bagaimanapun, Claudia adalah istrinya. Dia tetap harus membantu membebaskan Claudia meskipun itu adalah hal yang sulit karena semua bukti sudah jelas mengarah pada Claudia yang menjadi otak dari percobaan pembunuhan menantunya sendiri.


"Halo, Nat. Papa baru saja keluar dari kantor polisi. Untuk saat ini, papa belum bisa menolong ibumu." Abinaya berkata dengan berat hati.


"Jadi maksud Papa, mama benar-benar terbukti bersalah?" Meskipun Nathan sudah mendengar dari Dokter Reyno tentang kebenarannya, tetapi, tetap saja pria itu merasa merasa kaget.


Nathan masih belum mau mempercayai jika wanita yang sangat disayanginya itu begitu tega merencanakan pembunuhan pada istrinya.


Apa sebenarnya kesalahan Indira pada Claudia sampai-sampai ibunya begitu tega ingin menghabisi Indira?


"Polisi sudah menangkap dua orang lelaki yang diduga sebagai suruhan mama kamu melenyapkan Indira. Dua orang itu bahkan sudah mengakui perbuatannya pada polisi dan memastikan jika mama kamu adalah orang yang telah menyuruh mereka dan membayar mereka dengan mahal." Abinaya menceritakan yang dia ketahui dari anggota polisi.

__ADS_1


"Ya, Tuhan ... Aku sungguh tidak menyangka dengan apa yang sudah dilakukan oleh mama. Sebenci itukah mama pada Indira sampai-sampai ingin membunuh Indira dan bayiku?"



__ADS_2