
Abinaya pulang dari kantor polisi dengan wajah frustasi. Lelaki paruh baya itu menghela napas panjang. Selama ini hidupnya aman dan damai. Tidak pernah ada masalah yang berarti dalam kehidupan sehari-hari.
Semuanya dilalui dengan tenang, aman dan damai. Namun, semuanya berubah semenjak Nathan menikahi Indira.
Perempuan yang tiba-tiba dibawa oleh Nathan ke rumah dalam keadaan hamil dan minta dinikahi oleh Nathan sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas kehamilannya.
Semenjak Indira masuk ke dalam keluarga mereka, Claudia dengan terang-terangan tidak menyukai perempuan itu. Padahal, Indira adalah menantu sekaligus calon ibu dari cucunya.
Claudia membenci Indira karena menurutnya, Indira telah merusak hubungan Nathan dengan Clara. Indira menjadi orang ketiga dalam kehidupan putranya. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.
Dalam hal ini, Nathanlah yang curang karena dia menjalin hubungan asmara dengan dua orang wanita sekaligus. Indira adalah korban keegoisan Nathan. Saat Nathan menjalin hubungan dengan Indira, dia juga menjalin hubungan dengan Clara, perempuan yang dijodohkan oleh Abinaya.
Menurut Claudia, Indira tidak pantas bersanding dengan Nathan karena mereka tidak sepadan. Nathan lebih pantas bersama dengan Clara yang jelas-jelas lebih segalanya dari Indira. Bahkan bersama dengan Clara, Nathan kini bisa memiliki perusahaan sendiri. Sebuah keinginan yang sangat diimpikannya selama ini.
__ADS_1
Abinaya sungguh tidak menyangka jika kebencian Claudia begitu besar pada Indira. Lelaki paruh baya itu juga tidak menyangka jika kebencian yang Claudia rasakan pada menantu pertamanya itu membuat istrinya buta hati sehingga dia tega ingin melenyapkan Indira dan cucunya sendiri.
Abinaya sungguh sangat menyesal karena tidak bisa mencegah Indira. Seandainya dia tahu lebih dulu tentang rencana yang akan dilakukan oleh Claudia pada Indira, Abinaya pasti dengan sekuat tenaga akan melindungi menantu dan calon cucunya.
"Setelah ini, media pasti akan ramai dan dapat dipastikan, perusahaan pun akan terdampak dengan kasus yang menimpa Claudia."
Abinaya kembali menarik napas panjang. Niatnya untuk kembali ke rumah sakit dia urungkan. Abinaya memilih untuk pulang dulu dan beristirahat untuk menenangkan pikiran.
"Kenapa kamu bisa bertindak sejauh ini, Claudia? Saat ini, kamu pasti sangat menyesal karena orang yang selama ini ingin kamu coba lenyapkan ternyata adalah putri kandungmu sendiri." Abinaya menggelengkan kepala saat membayangkan penyesalan Claudia yang telah menyebabkan putrinya sendiri mengalami keguguran akibat ulahnya.
***
Clara merasa sangat senang mendengar kabar tentang Indira yang kini berada di rumah sakit. Perempuan itu baru saja mendapatkan kabar dari Nathan.
__ADS_1
Clara semakin senang saat mengetahui kalau Indira bukan hanya mengalami kecelakaan parah, tetapi, perempuan itu mengalami keguguran.
Clara senang Indira kehilangan bayinya. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan buat Nathan untuk selalu mengutamakan Indira yang sedang hamil. Setelah ini, Clara juga akan menyuruh Nathan untuk menceraikan Indira.
Sesuai perjanjian, Nathan akan menceraikan istri pertamanya itu setelah melahirkan. Namun, sayangnya bayi itu tidak sempat lahir ke dunia.
"Kasihan sekali dia. Saat ini dia pasti sedang menangis sedih karena kehilangan bayinya," ucap Clara sambil tersenyum.
Sungguh! Tidak ada rasa simpatinya sama sekali terhadap Indira. Clara memang menjadikan Indira sebagai musuh besarnya.
Dia menganggap wanita itu adalah perempuan yang telah merebut Nathan darinya. Padahal, kenyataannya justru dialah yang merebut Nathan dari Indira.
__ADS_1