PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
CEMBURU


__ADS_3

Clara mendengus kesal saat sampai di rumah sakit. Perempuan itu merasa penasaran dengan keadaan Indira karena itu dia ke rumah sakit untuk menengok perempuan itu.


Clara datang bukan karena dia merasa simpati ataupun prihatin dengan keadaan Indira. Wanita itu justru ingin menghina Indira karena telah mengalami keguguran. Akan tetapi, belum sempat dia menghina Indira, wanita itu dibuat kesal karena melihat Nathan begitu perhatian dengan wanita yang menjadi istri pertamanya itu.


Nathan menyuapi Indira sambil sesekali mengusap rambut perempuan itu. Terlihat sangat mesra membuat Clara merasa cemburu.


"Sayang, kamu makan yang banyak ya, biar cepat pulih." Nathan mengusap rambut Indira dengan penuh kasih sayang. Kedua matanya menatap dengan penuh cinta.


Indira hanya terdiam tak menanggapi. Wanita itu melirik Clara yang terlihat kesal melihat Nathan yang begitu perhatian padanya. Awalnya Indira tidak berniat ingin mengerjai Clara. Namun, melihat sikap angkuh wanita kedua suaminya itu, hati Indira merasa kesal.


"Aku sudah kenyang, Mas. Aku cuma pengen istirahat ditemenin kamu." Indira menatap Nathan yang tersenyum manis padanya. Netranya melirik ke arah Clara yang menghentakkan kakinya dengan kesal. 


"Aku janji akan menemanimu di sini sampai sembuh, Sayang ...." Nathan berkata dengan lembut membuat Clara semakin kebakaran jenggot karena merasa cemburu setengah mati. Clara sangat kesal melihat Nathan yang begitu perhatian pada Indira.


"Maafkan aku karena aku tidak bisa menjaga bayi kita. Aku–" 

__ADS_1


"Jangan bicara lagi. Semua bukan salahmu, Sayang. Apa yang terjadi pada bayi kita adalah takdir Tuhan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita entah itu nanti ataupun esok hari. Aku harap, kamu tidak akan terus memikirkan masalalah ini. Kamu jangan khawatir, " ucap Nathan sambil mengusap rambut istrinya.


Melihat apa yang dilakukan oleh Nathan pada Indira, Clara semakin terbakar cemburu. Rahangnya mengeras karena marah. Niat hati ingin membuat Indira bertambah sedih karena kehilangan bayinya, Clara justru dibuat kesal sendiri karena perlakuan Nathan yang begitu mesra pada istri pertamanya.


"Kalian berdua memang sangat menyebalkan! Bisa-bisanya kalian berdua mesra-mesraan di depanku!" seru Clara kesal.


Nathan menoleh ke arah istri keduanya. "Indira itu sedang sakit, Clara. Dia baru saja keguguran. Tidak bisakah kamu sedikit bersimpati padanya?" Nathan menekan kemarahannya. Melihat sikap kekanak-kanakan Clara membuat pria itu  merasa kesal. Kapan Clara akan bersikap dewasa menghadapi hubungan mereka? Perempuan itu sendiri yang dulu menyuruhnya menikahi Indira, giliran dia bersama Indira, Clara selalu merasa keberatan.


Clara tidak mau bersikap seperti Indira yang mau menerima apa adanya. Wanita yang menjadi istri pertamanya itu bahkan selalu mengalah pada Clara karena tidak ingin hubungan mereka berantakan akibat keegoisan Clara.


 Nathan yang mendengar ucapan Clara hanya menggelengkan kepala sambil menahan amarahnya. Dia tidak menyangka kalau Clara akan berkata seperti itu.


"Aku pergi keluar rumah karena ajakan mama. Jika mama tidak memaksaku, aku juga tidak akan pergi." Indira memebela diri. Dia tidak mau dipersalahkan karena pergi keluar rumah dalam keadaan hamil besar.


Jika bukan karena Claudia yang memaksanya untuk pergi, dia juga tidak akan ikut. Awalnya, Indira tidak tahu kenapa mertuanya itu bersikeras ingin mengajaknya pergi. Akan tetapi, setelah apa yang terjadi padanya saat ini, Indira akhirnya mengerti kenapa Claudia memaksanya untuk ikut.

__ADS_1


Bayangan kejadian sebelum kecelakaan melintas di kepala Indira. Wanita yang baru saja kehilangan bayinya itu ingat, saat dia mendengar dengan kepalanya sendiri saat Claudia menyuruh seseorang untuk mencelakainya. Wanita itu mengatakan pada seseorang di dalam telepon untuk segera menghabisinya.


Indira saat itu merasa terkejut sekaligus panik. Dia kemudian memutuskan untuk menenangkan dirinya sebentar di dalam toilet.


Indira memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu tentang rencana ibu mertuanya yang ingin menghabisinya. Perempuan hamil itu berencana berpamitan pada Ibu Santi kalau dirinya ingin pulang lebih dulu.


Namun, saat dia ingin mendekati Ibu Santi yang sedang berbicara serius dengan mertuanya, Indira dibuat terkejut saat mendengar sesuatu mengenai asal usulnya.


Perempuan itu sungguh merasa seperti mimpi di siang hari saat mendengar wanita yang selama ini bersikap kejam dan berniat menghabisinya itu ternyata adalah ibu kandungnya sendiri. Wanita itu adalah orang yang menitipkan dirinya pada Ibu Santi saat masih bayi.


Indira merasa syok karena mendengar kenyataan jika wanita yang melahirkannya adalah wanita yang ingin melenyapkannya hari itu.


Pikiran Indira saat itu begitu kacau hingga wanita itu tanpa sadar berlari keluar dari restoran. Belum sempat Indira menyetop taksi, sebuah mobil yang melaju kencang tiba-tiba menabraknya.


__ADS_1


__ADS_2