PENYESALAN MERTUA KEJAM

PENYESALAN MERTUA KEJAM
KAMU MENCINTAI CLARA


__ADS_3

Nathan menggeleng dengan kedua mata berkaca-kaca mendengar semua ucapan Indira. Laki-laki sungguh tidak menyangka jika istri pertamanya itu dengan mudahnya ingin bercerai darinya.


"Sayang, aku tahu saat ini kamu sedang bersedih. Aku minta maaf karena aku tidak bisa melindungi kamu dan juga anak kita. Seharusnya aku selalu berada di samping kamu menemani kemanapun kamu pergi." Nathan menggenggam erat tangan Indira.


"Aku mencintaimu, Dira. Aku tidak bisa kalau nggak ada kamu."


"Selama ini kamu tinggal bersama dengan Clara. Kamu tidur satu kamar dengannya. Kamu selalu pergi bersamanya kapanpun dia ingin. Kamu sudah terbiasa hidup tanpa aku, Mas, dan selama ini aku lihat kamu baik-baik saja. Kamu bahkan terlihat sangat bahagia bersama dengan Clara."


"Sayang ...." Semua kata-kata yang keluar dari mulut Indira membungkam mulut Nathan. Semua yang dikatakan oleh wanita itu memang benar. Selama ini dia sudah terbiasa dengan Clara. Bahkan setiap malam pun dirinya selalu tidur dengan Clara.


Bukan dia tidak mau bersama Indira, hanya saja, ancaman Clara selalu membuat nyalinya menciut. Katakanlah Nathan ini adalah pengecut. Nathan selalu diam-diam menemui Indira saat Clara tidak ada.


Laki-laki itu takut jika Clara memergokinya saat menemui Indira. Padahal, Indira juga istrinya. Kenapa Nathan harus takut pada Clara padahal dia ingin menemui istrinya sendiri?

__ADS_1


Giliran sekarang, saat istri pertamanya itu ingin bercerai, dia merasa kalau dia tidak bisa hidup tanpa Indira. Padahal, selama menjadi suami Indira, Nathan hanya menjalani peran sebagai suami Clara karena hanya perempuan itu yang menjadi prioritas pertama Nathan.


Sedangkan Indira selalu dinomorduakan. Tidak ada rasa adil dalam pernikahan poligami yang dijalaninya karena Nathan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan Clara dibandingkan Indira yang jelas-jelas membutuhkan perhatiannya karena wanita itu sedang hamil.


Rasanya, Nathan sangat menyesal sekarang. Kenapa dia begitu egois dan lebih mementingkan Clara hanya karena dia takut Clara melaporkan pada ayahnya tentang pernikahannya dengan Indira.


Nathan takut jika dia tidak menuruti Clara, maka ayah Clara akan melakukan apapun untuk menghancurkannya. Termasuk perusahaan yang baru dia rintis yang modalnya juga dibantu oleh ayah dari istri keduanya itu.


"Keputusanku sudah bulat, Mas. Aku ingin kita bercerai. Lagipula, bukankah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"


Indira menarik napas panjang. Wanita itu dari awal memang sengaja bertahan dengan Nathan karena ingin balas dendam pada pria itu.


Dia ingin membuat Nathan kembali jatuh cinta padanya. Kini, tujuan Indira sudah tercapai. Suaminya memang terlihat benar-benar takut kehilangan dia. Lagipula, bukankah Indira juga sudah berjanji akan melupakan Nathan?

__ADS_1


Semenjak Nathan mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatinya, Indira sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan melupakan pria itu.


Apalagi, saat Nathan menikahi Clara dan mengatakan padanya jika lelaki itu sudah tidak mencintainya lagi. Sikap Nathan yang tidak pernah bersikap adil padanya dan lebih berpihak pada Clara yang notabene adalah istri kedua membuat Indira semakin terluka. Hanya saja, selama ini dia diam dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja.


Selama ini Indira dengan diam-diam menyimpan lukanya sendiri. Bukan hanya luka dari Nathan, tetapi, juga luka hati akibat kekejaman ibu mertuanya.


Mengingat ibu mertua, luka hati Indira semakin dalam. Beberapa hari ini dia dirawat di sini, entah kemana ibu dan ayah mertuanya. Apa mereka berdua benar-benar sudah menganggapnya tidak ada?


Indira belum tahu kalau saat ini Claudia sedang berada di kantor polisi karena Nathan memang tidak memberitahunya.


"Kamu mencintai Clara, bukan mencintai aku. Kalau kamu tidak mencintai Clara, kamu tidak mungkin terus bersamanya dan mengabaikan aku. Selama ini aku diam dan berusaha baik-baik saja di depanmu. Tapi, ternyata aku tidak sekuat itu."


"Sayang ...." Nathan memeluk Indira. Kata-kata yang keluar dari mulut istri pertamanya itu membuat Nathan merasa sangat bersalah. Nathan bersalah karena selama ini memang terus mengabaikan Indira dan lebih memprioritaskan Clara. Padahal, kedua wanita itu adalah sama-sama istrinya.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku."



__ADS_2