
Clara masuk ke dalam kamarnya dengan wajah cemberut. Wanita itu merasa sangat kesal dengan tingkah Indira yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.
Bagaimana bisa seorang Indira yang levelnya jauh di bawahnya bisa berbuat hal yang mempermalukan dirinya?
Apalagi, sikap Nathan juga begitu menyebalkan. Pria yang sudah menjadi suaminya itu, kenapa begitu mudah luluh di hadapan Indira? Nathan bilang, dia sudah tidak lagi mencintai Indira, tetapi, kenyataannya dia begitu senang saat melihat Indira.
"Dasar pria munafik! Awas saja kalau kamu macam-macam, Nathan!" batin Clara kesal.
"Sayang, kenapa kamu marah-marah terus sih, dari tadi? Aku sama Indira 'kan, cuma–"
"Cuma apa? Cuma menyapa? Ingat, ya, Nathan, kamu ini sekarang adalah suamiku, jadi, aku nggak mau kamu dekat-dekat sama dia!"
"Tapi Indira juga istriku, Sayang, dia punya hak yang sama seperti kamu." Nathan mencoba menjelaskan. Clara memang sangat berbeda dengan Indira. Amarahnya meledak-ledak saat dia sedang kesal.
"Kamu bilang apa? Aku dan dia sama? Mempunyai hak yang sama? Enak saja. Aku dan dia jelas beda. Beda kelas dan beda status. Level dia itu di bawah aku dan status dia itu cuma istri siri sedangkan aku adalah istri sah kamu secara agama dan negara. Jadi, aku dan dia jelas beda, Nathan!" teriak Clara kesal.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa menyamakan aku dengan dia. Wanita itu bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan aku!" Wajah Clara memerah. Ia sungguh sangat marah mendengar ucapan Nathan yang menyamakan dirinya dengan Indira.
Indira menikah dengan Nathan karena dia yang menyetujuinya. Jika bukan karena dia, wanita itu pasti tidak akan menikah dengan Nathan.
Nathan menghela napas panjang mendengar kemarahan Clara. Kepalanya terasa pusing sekarang. Satu sisi hatinya, kini sedang memikirkan Indira, tetapi, dia juga tidak bisa menyalahkan Clara yang saat ini sedang merasa cemburu pada Indira.
Ternyata, mempunyai dua istri tidak seindah yang dibayangkan. Awalnya, Nathan menolak mentah-mentah Indira bahkan mengatakan pada wanita itu jika dirinya sudah tidak lagi mencintai Indira karena saat itu dirinya sedang tergila-gila pada Clara dan menyiapkan pernikahannya dengan wanita itu.
Namun, setelah menikah dengan Clara, Nathan merasa jika wanita itu tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Wanita cantik yang amat dipujanya dan sangat dijaga kesuciannya itu, ternyata tidak seperti yang dia bayangkan. Nathan selalu membandingkan Indira yang hanya seorang gadis yatim piatu dengan Clara yang jelas sangat elegan dan dari keluarga terhormat serta kaya raya.
Namun, apa yang terjadi setelah dia menikahi Clara? Wanita yang ia jaga kesuciannya mati-matian, ternyata sudah tidak suci lagi. Entah laki-laki yang mana yang mencicipi mahkota Clara untuk yang pertama kalinya.
Akan tetapi Nathan tidak lagi mempermasalahkan soal itu benar kata Clara dia pun bukan Yang Pertama bagi Clara jadi kenapa dia harus protes saat mendapati Clara yang sudah tidak lagi perawan?
__ADS_1
Kini, baru beberapa hari dia menikahi Clara, masalah sudah datang menghampirinya. Clara tidak seperti Indira yang begitu lembut saat berbicara dengannya.
Wanita itu berteriak padanya saat marah. Clara seolah tidak menghormatinya sebagai seorang suami. Clara bahkan enggan dan menolak saat dirinya meminta untuk merubah panggilannya, seperti Indira yang memanggilnya dengan sebutan Mas.
Lalu, apa dia menyesal karena telah menikahi Clara? Tentu saja tidak! Rasanya cintanya pada wanita itu membuatnya buta dan menganggap apa yang dilakukan oleh Clara itu adalah hal biasa.
Clara sedang cemburu, karena itu dia marah-marah. Coba saat dia sedang senang seperti kemarin saat mereka bulan madu? Clara bersikap sangat manis dan begitu menggoda.
"Sayang, sepertinya kamu lelah, sebaiknya, kita istirahat saja sekarang. Maafkan aku karena aku sudah membuatmu kesal."
"Awas saja kalau nanti kamu kegatelan sama dia lagi!"
BERSAMBUNG ....
Perempuan kayak Clara ini enaknya diapain ya? Gedeg Otor sama dia.
__ADS_1
Sambil nunggu update, jangan lupa mampir ke novel temen Author yuk!