
Alex mendatangkan Abinaya di kantornya untuk mencari tahu tentang kebenaran pernikahan Nathan dengan wanita lain seperti yang telah disampaikan oleh putri kesayangannya.
"Aku nggak nyangka kalau kamu membohongiku!" Alex yang sedang dikuasai oleh amarah langsung masuk ke ruangan Abinaya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Lelaki paruh baya yang merupakan sahabat Abinaya itu juga secara langsung meluapkan amarahnya pada Abinaya.
"Alex?" Abinaya sangat terkejut dengan kedatangan sahabatnya. Apalagi, saat melihat Alex begitu marah padanya.
"Ada apa ini? Kenapa kamu marah-marah?" Abinaya mendekati Alex dan menyuruh laki-laki itu duduk. Namun, Alex dengan kasar menepis tangan Abinaya.
"Tidak usah sok bersikap baik, Abi! Aku tidak tahu apa yang ada di kepalamu hingga membiarkan putramu menikah lagi dengan perempuan lain selain Clara!" Alex menatap tajam ke arah besannya. Sementara itu, Abinaya sangat terkejut mendengar ucapan Alex tetapi, detik berikutnya, lelaki paruh baya itu kembali menguasai dirinya.
"Kenapa? Apa kamu terkejut dengan apa yang aku katakan? Kamu benar-benar kurang ajar, Abi! Kenapa kamu menyembunyikan kenyataan jika Nathan mempunyai istri lain selain Clara?"
Abinaya mengembuskan napas panjang. Mendengar teriakan Alex, Abinaya rasanya ingin sekali menghajar lelaki paruh baya itu.
Namun, dia menahan emosinya. Jika saat ini dia meladeni Alex yang sedang dikuasai oleh amarah, Abinaya tidak akan menang.
__ADS_1
"Maafkan aku, Alex," ucap Abinaya akhirnya. Lelaki itu sudah pasrah. Lagipula, apa yang terjadi pada rumah tangga Nathan sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi.
Kesalahan memang ada pada putranya yang telah membuat Indira hamil hingga perempuan itu ingin Nathan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Nathan menikahi wanita itu sebelum menikahi Clara."
"Apa?" Alex kembali terkejut mendengar ucapan sahabat sekaligus besannya.
"Apa maksudmu, Abi? Bagaimana bisa? Kalau benar putramu sudah menikah dengan perempuan itu, kenapa kamu menikahkan putramu dengan Clara?" Alex benar-benar ingin menghajar Abinaya untuk melampiaskan semua amarahnya. Namun, Alex masih menahan diri.
"Tidak mungkin. Putriku tidak mungkin bertindak bodoh dengan menikahi pria yang sudah beristri." Alex mengerang frustasi.
"Clara sendiri yang menikahkan Nathan dengan perempuan itu, Alex."
Alex mendekati Abinaya dan mencengkeram kerah baju pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Kamu jangan membohongiku, Abi! Putriku tidak mungkin bertindak sebodoh itu!" Pria itu menatap wajah sahabatnya dengan penuh amarah.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi inilah kenyataannya. Kamu bisa tanyakan pada putrimu sendiri jika kamu tidak percaya. Kamu juga bisa tanyakan padanya bagaimana aku menyuruhnya untuk membatalkan pernikahannya dengan Nathan."
"Brengsek!" Alex melepaskan cengkeramannya pada Abinaya.
Abinaya mengembuskan napas panjang. Dia sudah menduga, cepat atau lambat, Alex pasti akan tahu rahasia yang mereka simpan selama ini. Lelaki itu sudah menduga jika Clara pasti akan memberitahukan pernikahan Nathan dengan Indira.
Setelah perempuan itu menjadi istrinya Nathan, Abinaya baru mengetahui, bagaimana sifat Clara yang sebenarnya. Jika boleh memilih, Abinaya pasti akan lebih memilih Indira dibandingkan dengan Clara. Perempuan egois dan sombong. Clara bahkan tidak tahu cara menghormati orang tua.
Menyesal? Tentu saja Abinaya sangat menyesal karena telah menikahkan Nathan dengan perempuan itu. Akan tetapi, Abinaya juga tidak menampik jika pernikahan Clara dan Nathan sangat berdampak bagus bagi perusahaannya.
"Katakan pada putramu untuk menceraikan wanita itu segera. Kalau tidak, aku akan menghancurkan kalian dengan tanganku sendiri!" ancam Alex membuat Abinaya menggeleng pelan sambil mengembuskan napas panjang.
"Clara, Nathan dan Indira sudah membuat surat perjanjian. Nathan akan menceraikan Indira setelah anaknya lahir, dan itu juga sudah disetujui dengan sadar oleh putrimu, Alex."
__ADS_1
"Dasar anak bodoh!"