
Clara pulang dari rumah sakit dengan amarah di dadanya. Wanita itu terus mengumpat karena Nathan hanya diam saja tanpa membelanya sama sekali saat Indira mempermalukannya.
Apa bener laki-laki itu saat ini menyesal telah menikahinya? Kalau iya, Clara benar-benar tidak akan membiarkannya.
"Kamu lihat saja nanti, aku akan mengatakan semuanya pada papa. Selama ini aku merahasiakan pernikahan kalian karena kamu menuruti semua keinginanku Nathan. Sekarang, aku tidak peduli!" batin Clara.
Clara berniat menemui kedua orang tuanya dan mengatakan pada mereka tentang pernikahan Nathan dengan Indira yang selama ini mereka rahasiakan.
Clara ingin, Nathan mendapatkan hukuman karena telah mengabaikannya dan lebih memilih Indira.
"Kita lihat saja nanti, Nathan. Apa setelah ini kamu masih akan memilih wanita murahan itu dibandingkan aku?" Clara tersenyum sinis sambil terus melangkah meninggalkan rumah sakit.
***
"Kalian gagal lagi?" Claudia melotot ke arah dua orang di hadapannya. Dua lelaki bertubuh kekar yang hampir saja mencelakai Indira. Mereka berdua adalah orang suruhan Claudia.
"Seseorang berhasil menyelamatkannya saat mobil yang kita kendarai hampir saja menabraknya. Padahal, tinggal sedikit lagi. Tetapi, laki-laki itu berhasil menyelamatkannya," jelas salah satu orang suruhannya Claudia.
"Dasar bodoh! Kenapa kamu membiarkan mereka selamat?" Claudia masih berteriak. Saat ini, mereka berdiri di depan gerbang rumah besar milik Claudia.
__ADS_1
Claudia sudah menyuruh penjaga rumahnya menyingkir dari sana karena dia tidak ingin mereka mendengar pembicaraan Claudia dengan kedua orang bayarannya.
Akan tetapi, Claudia memang tidak sepintar kelihatannya. Dia menyuruh orang suruhannya datang ke rumah dan mendiskusikannya di sana, tanpa berpikir kalau nantinya ada orang yang akan melihatnya.
Claudia juga tidak berpikir jika apa yang dilakukannya ini akan merugikannya di masa depan.
"Aku akan membayarkan sisanya jika kalian sudah menyelesaikan tugas kalian. Kalau tidak, aku tidak akan membayar lunas sesuai dengan perjanjian kita!" ucap Claudia saat kedua orang itu meminta bayaran padanya.
"Tapi Nyonya–"
"Aku bayar kerjaan kalian yang gagal hari ini," tukas Claudia dengan nada kesal.
Dua orang lelaki itu tertawa senang sambil mencium amplop berisi uang itu. Mereka tentu saja sangat senang karena meskipun mereka gagal, mereka tetap mendapatkan bayaran.
"Aku akan menghubungi kalian lagi setelah ini."
"Siap, Nyonya!"
Kedua orang itu pergi dengan senyum sumringah. Sementara itu, Claudia mendengus kesal sambil melangkah menuju rumahnya.
__ADS_1
Claudia memang bukan orang baik. Tetapi, pekerjaan untuk menyingkirkan seseorang adalah untuk yang pertama kalinya. Oleh karena itu, dia belum begitu berpengalaman. Perempuan paruh baya itu tidak tahu jika beberapa orang sedari tadi mengintainya dan merekam pembicaraannya dengan kedua orang lelaki itu.
***
"Apa kamu bilang? Nathan mempunyai istri selain kamu?" Suara Alex menggelegar. Pria paruh baya yang merupakan ayah dari Clara itu sangat marah mendengar ucapan putrinya.
"Kurang ajar! Berani-beraninya mereka menyakiti kamu, Clara. Kenapa kamu tidak pernah menceritakan pada papa?"
"Maafkan aku, Pa. Aku hanya takut membebani Papa dan Mama." Clara menangis dalam pelukan ibunya.
Nyonya Alex mengusap rambut Clara dengan penuh kasih sayang. Wanita itu juga sangat marah karena baru mengetahui jika lelaki yang menjadi menantunya itu mempunyai istri lain selain putrinya.
"Kenapa Claudia menyembunyikan ini dariku?" batin Nyonya Alex kesal.
"Kamu tenang saja, Sayang, mama dan papa pasti akan melakukan sesuatu pada mereka. Bila perlu, mama dan papa akan menyuruh Nathan untuk menceraikan perempuan itu!"
"Tapi perempuan itu sedang hamil, Ma?"
"Memangnya mama peduli? Mama hanya peduli pada kebahagiaan kamu, bukan orang lain. Apalagi, perempuan itu telah merebut suamimu!"
__ADS_1