
seminggu disibukkan dengan kegiatan ospek Mahasiswa baru, akhirnya selesai juga dengan di akhiri penampilan pentas seni untuk mahasiswa baru. Beragam tampilan yang di persembahkan oleh mahasiswa-mahasiswa baru tahun ini.
"Terima kasih untuk semuanya yang telah berpartisipasi dalam pensi akbar ini, dengan berakhir acara pensi ini maka berakhir juga kegiatan ospek kita hari ini. Untuk para mahasiswa baru tunjukkan bakat dan kemampuan kalian serta kembangkan di kampus yang kita cintai ini. Selamat datang di kampus UNINDRA," Kak Angga menutup kegiatan ospek hari ini
Ketika para mahasiswa membubarkan dirinya begitu pula dengan Tiara dan Wulan
"Tiara, boleh kakak minta waktunya sebentar, " sambil menarik pergelangan tangan Tiara memisah agak jauh dari Wulan
"Maaf kak, tangannya" Ucap Tiara yang merasa tidak nyaman dengan tarikan Yosi
"Oh, sorry" Kata Yosi
"Ada apa Kak? " Tanya Tiara
"Boleh Kakak main ke rumah nanti malam?" Tanya Yosi
"Maaf Kak, Tiara sibuk nanti malam. " Jawab Tiara
"Kalau besok malam? " Tanya Yosi lagi
"Emang ada apa Kak, seperti nya penting sekali. " melihat wajah Yosi yang begitu menunjukkan pengharapan
"Iya Ra, ada hal penting yang ingin Kakak tanya kan ke Kamu. Please, " Ucap Yosi memohon
"Ya udah Kak, besok sore aja gimana. Jangan malam-malam soalnya saya gak biasa keluar malam janjian sama orang, apalagi orang yang belum terlalu kenal," Jelas Tiara
"Baiklah Tiara, Terima kasih ya" Sambil meninggal kan mereka
Ternyata dari kejauhan Cantika melihat Yosi sedang berbicara serius dengan seorang wanita yang tidak di kenalnya. Ia merasa akhir-akhir ini Rendi sering melamun dan tidak nyambung jika di ajak bicara sehingga Cantika memperhatikan gerak-geriknya dan benar saja ada wanita lain yang sedang ia dekati, apakah semudah itu Rendi berpaling
"Ada apa Ra, serius sekali kelihatannya?" Tanya Wulan saat mereka berjalan pulang
"Iya, Kak Yosi ngajak ketemuan. Katanya ada yang mau di bicarakan nya, " Jawab Tiara santai
"Jangan-jangan" Sambil mengangkat jari telunjuknya ke kepala seolah sedang berfikir
"Jangan-jangan apa Wulan?" Tanya Tiara merasa aneh dengan tingkah sahabatnya ini
"Jangan-jangan Kak Yosi ingin mengutarakan isi hati nya Ra, " Ucap Wulan yakin
"Kamu itu ya Wulan, ada-ada aja. Kitanya aja belum terlalu kenal udah ngasih isi hatinya. Ngawur kamu itu, " Mencubit pipinya Wulan
"Hamm, itulah kamu Ra. Dari dulu gak nyadar kalau ada beberapa mata sering memperhatikanmu, tapi kamu nya aja terlalu cuek" Jelas Wulan
"Memang sengaja Wulan, kamu kan tau aku seperti apa. Aku tidak mau memberikan harapan palsu kepada mereka, bukannya aku tidak tau mereka memperhatikan aku" balas Tiara
"Jadi kamu tau kalau Kak Yosi sering memperhatikan saat Ospek kita? " tanya Wulan
"Tau, terus kok kamu mau di ajak ketemuan Ra. Bukannya kamu gak pernah mau kalau di ajak ketemuan sama laki-laki? " Tanya Wulan lagi yang semakin penasaran dengan sikap sahabatnya ini
__ADS_1
"Entah kenapa aku merasa Kak Yosi itu ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di bicarakan nya tapi menurut aku bukan tentang hatinya, " Jelas Tiara
"Ooo, begitu. " Mengangguk paham
"Ayo jalan-jalan dulu Ra, refreshing gitu. Seminggu ini ini rasanya hidupku menegangkan sekali, di atur waktu. Diatur Kakak senior yang garang, salah sedikit di hukum, " Rengek Wulan
"Kemana? " Tanya Tiara langsung tanpa mengiyakan terlebih dahulu ajakan Wulan
"Ke taman kota aja Ra, sambil makan apa gitu, " Jawab Wulan
"Ayo, tapi jangan sampai sore ya. Soalnya nanti malam aku ada pengajian, udah lama gak ikut. Kangen aku Wulan, " Jelas Tiara
"Aku ingin ikut sih Ra, tapi rumah kitakan berjauhan. Pulangnya malam lagi, apa ayahku ngasih ya?" Bertanya sambil berfikir
"Tidur di rumah ku aja Wulan, kan besok kita libur. " Ajak Tiara
"Iya ya, ya udah nanti Asar kita langsung pulang aja biar gak ke sorean." Jawab Wulan antusias
Mereka pun sampai di parkiran dan langsung bergegas menaiki motor mereka masing-masing menuju taman kota.
Hiruk pikuk kendaraan dan keramaian di taman kota serta banyaknya pedagang yang menawarkan berbagai macam dagangannya menghiasi taman kota. Sekedar melepas kejenuhan dengan padatnya rutinitas kehidupan sehari-hari, menjadi alasan sebagian mereka yang berjalan mengelilingi taman kota dan menikmati aneka makanan yang di tawarkan di pinggir taman.
"Capek Ra, duduk di situ yuk" Ajak Wulan sambil menunjuk outlet di dekat gerbang taman
"Iya. Sudah Asar juga Wulan, sekalian kita pulang ya," Ucap Tiara yang mendengar lantunan suara azan
Setelah mereka beristirahat sejenak. Merekapun melanjutkan jalan pulang ke arah rumah mereka masing-masing
*****
"Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokatuh" Ucap ustadz kyai yang mengisi pengajian malam ini
"Wa'alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh" Jawab jama'ah pengajian dengan antusias
"Baiklah, materi kita malam ini ialah libatkan Allah dalam setiap aktivitas kita.
Jika kita sudah mampu menyertakan Allah dalam setiap langkah di hidup kita yakinlah Allah tidak pernah mengecewakan kita jadikan Allah tumpuan harapan kita satu-satunya,sandaran kita setiap suka dan duka dunia yang kita jalani maka kita tidak akan pernah merasakan kesepian dalam hidup ini dan menjadikan hidup kita lebih bermakna, " Jelas kyai Yahya
Setelah kurang lebih ustadz Yahya memberikan tausyiah nya maka di akhiri
"assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh" Ucap kyai Yahya
"Wa'alaikum Salam warohmatulohi wabarokatuh" Jawab jama'ah lagi
"Bagaimana kuliahnya Ra, lancar? “ tanya ustadzah Syarifah yang duduk di sebelah Tiara
" Alhamdulillah lancar Ustadzah, senin udah mulai aktif di kelas. " Jawab Tiara
"Syukurlah, ayuk mampir dulu ke rumah ibu" Ajak ustadzah Syarifah yang membahasakan dirinya ibu ke Tiara, entah mengapa dia merasa Tiara sudah seperti anaknya.
__ADS_1
" Iya Ustazah, Terima kasih. Lain waktu saja Ustadzah, lagian ini saya juga lagi bersama Wulan. Lupa ngenalin Ustadzah," Sambil melihat Wulan yang juga dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka karena duduk di sebelah kiri Tiara
"Saya Wulan ustadzah, temen Tiara" Sambil menyalami tangan ustadzah Syarifah
"Oh iya Ustadzah, ustadz Lutfi nya kemana? Kan biasanya yang mengisi pengajian ustadz Lutfi, tapi kok gak kelihatan? " Tanya Tiara
"Iya, ustadz Lutfi nya lagi KKN keluar kota. Katanya di desa terpencil gitu, mau menghubungi aja susah." Jelas ustadzah Syarifah
“ memangnya ustadz Lutfi nya udah semester berapa ustazah? " Tanya Tiara lagi
"Alhamdulillah, semester tujuh Ra. Insya Allah selesai KKN katanya udah mulai buat proposal skripsi, " Tambah ustazah Syarifah
"Semoga semuanya di beri kelancaran ya Ustazah, aamiin. Kami permisi pulang sekarang ya Ustazah, " Sambil mencium punggung tangan ustadzah Syarifah
"Baiklah Nak, Hati-hati di jalan" Nasehat ustadzah Syarifah
"Iya Ustadzah, assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Ucap mereka bersamaan
"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" Jawab ustadzah Syarifah
Jalanan mulai sepi, rembulan malam ini menampakkan wajahnya yang cerah sehingga suasana tidak terlihat mencekam
Lampu jalan yang samar-samar menambah penerangan di jalanan pesantren kyai Yahya. Pesantren ini agak masuk ke dalam gang yang membuat jauh dari keramaian, sehingga terlihat sepi walaupun masih sekitar jam sembilan lebih.
"Kalau aku lihat dari ceritamu bersama ustadzah tadi Ra, ustadz Lutfi itu hebatnya. Masih kuliah udah sering mengisi pengajian, " Ucap Wulan terkagum
"Namanya juga anak Kyai Wulan, di pesantren itu kan pendidikan agamanya lebih banyak dari pada sekolah di luar, " Jelas Tiara
"Jadi ustad Lutfi yang kamu tanya tadi itu anaknya Kyai yang ceramah tadi Ra? " Tanya Wulan meyakinkan
"Ya iyalah, kamu pikir siapa, " Jawab Tiara yang tersenyum melihat Wulan yang baru tahu kebenarannya
" Jadi yang kamu ajak cerita tadi istrinya Kyai tadi yang mengisi tausyiah Ra? " Bertanya lebih antusias lagi
"Wah kamu ini ya Ra, Diam-diam deket sama keluarga Kyai. Anak-anak dong Ra, kenalin gitu sama anaknya. Pasti gantengnya kan Ra? " Tanya Wulan lagi yang penasaran
" Ham, ya ganteng lah. Gak mungkin cantik kan Wulan, " Ledek Tiara yang serius sekali bertanya-tanya
"Atau jangan-jangan yang kamu bilang kangen tadi siang itu bukan kangen sama pengajiannya, tapi sama ustadz nya kan Ra? " Goda Wulan yang mencolek pinggang Tiara
"Ih, jangan membuat cerita kamu Wulan. Nanti di ter tawakan malaikat, " Jawab Tiara dengan tersenyum
"Hayo, ngaku aja Ra. Biar aku tau kalau Mutiara intan Permata juga ternyata masih punya Cinta yang selama ini terlihat sirna, " Goda Wulan semakin menjadi
"Ya aku sebatas mengaguminya Wulan, mana pantas aku mencintainya. Kamu lihat sendiri kan siapa orang tuanya sedangkan aku siapa lah Wulan, biarlah Cintaku tetap bersemayam di hati ku penjarakan sampai nanti akhirnya aku di takdirnya bertemu dengan dia yang pantas untuk ku cintai, " Jelas Tiara panjang kali lebar
"Terharu aku Ra, tetaplah jadi teman terbaikku ya Ra. " Semakin erat memeluk Tiara dari boncengan belakang
Karena diiringi dengan bercerita, tanpa mereka sadari akhirnya mereka pun tiba di rumah dan istirahat karena kelelahan seharian sudah beraktivitas
__ADS_1