
Keberadaan Mu lah yang menguatkan aku sebagai Hamba yang diuji
TanpaMu bagaimana bisa aku tetap berdiri tegar disaat air mataku tak mampu ku bendung
TanpaMu bagaimana bisa aku berjalan hingga akhirnya ku temukan Ikhlas di ujung kecewa karena dunia
TanpaMu bagaimana bisa aku mengenal Sabar saat diri ini jatuh dan tak mampu lagi berharap
Kebesaran Mu adalah bukti Keberadaan Mu
dan saat nadiku berirama
disitulah aku merasakan Kau senantiasa ada,,,
Tiara bertafakur di dalam kamarnya sendiri setelah pulang dari sholat idul fitri. Di antara beribu hari yang paling malas ia jalani adalah hari idul Fitri, entah mengapa ia merasakan hal itu. Padahal di luar sana hari raya idul Fitri adalah hari yang sangat menggembirakan mereka karena berkumpulnya sanak saudara dan mengukuhkan tali silaturahmi, tapi bagi Tiara hari raya idul Fitri adalah momen yang paling menyedihkan dalam hidupnya. Setelah ia pulang dari rumah Bu Mala, ia sholat duha dan bertafakur di kamarnya untuk menguatkan hatinya yang rapuh dan mengadu segala rasa kepada sang penguat hati.
"Assalamu'alaikum Tiara" Ucap Yosi beberapa kali
"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" Bangkit dari rebahan nya dengan malas
"Kamu ngapain Ra, di telfon gak di angkat. Di SMS gak di balas, Kakak kan khawatir. Kamu gak kenapa-kenapa kan Ra"
"Hamm, alhamdulillah Tiara gak kenapa-kenapa kok Kak. Tiara pun lupa HP Tiara dimana, maaf Kak"
"Iya gak papa, yang penting kamu gak kenapa-kenapa. Ayah sama Ibu nungguin kamu di rumah, ayo kita jalan Ra"
"Iya Kak, Tiara ambil HP sebentar ya. "
Tiara pun masuk ke rumah sebentar dan muncul kembali
"Kakak gak mampir ketempat Bu Mala terlebih dahulu? "
"Iya ayo, sekalian mau izin bawa kamu"
Mereka pun ke rumah Bu Mala yang berada di sebelah rumah Tiara hanya terpisahkan oleh pagar rumah saja.
"Assalamu'alaikum Bu, Pak" Sambil mencium tangan Bu Mala dan Pak Romi
"Waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, silahkan masuk Nak. "
"Iya Bu, maaf Bu. Pinjam Tiara nya hari ini ya, soalnya ibu mau ajak silaturahmi sama keluarga biar pada kenal katanya"
"Iya Nak, silahkan. Tapi jangan sampai lecet ya" canda Bu Mala
__ADS_1
"Siap Bu"
"Ibu juga seneng kamu bawa dia, ibu kalau lebaran pertama belum bisa meninggalkan rumah. Soalnya lagi nunggu anak ibu juga mau datang, kalau kamu ajarkan dia bakal keluar rumah. Kalau enggak, dia bakal kesunyian sendiri di rumah" Jelas Bu Mala
"Iya Bu, kalau begitu kami pamit sekarang ya Pak. Bu"
"Iya Nak, Hati-hati ya" Sambil menyalami tangan Bu Mala dan Pak Romi
Tidak beberapa lama kemudian setelah Yosi dan Tiara pergi
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, eh Nak Arya sama ayahnya ya"
"Iya Bu, ini Arya sibuk aja ngajak ayahnya silaturahmi ke rumah Tiara. Tapi seperti nya Tiara nya gak di rumah, katanya ibu orang tuanya Tiara"
"Iya Pak, silahkan masuk Pak"
"Pak, ini ada tamu istimewa. Bapak Wijaya datang" Memanggil suaminya
"Silahkan masuk Pak"
Sambil menyalami Pak Wijaya
"Ini anak saya, sibuk ngajak silaturahmi kemari" Jelas Pak Wijaya
"Ooo, sepertinya ada sesuatu sama Nak Arya" goda Bu Mala
"Benar sekali Bu, baru kali ini dia ngajak ayahnya ke rumah temannya. Padahal sebelumnya main hilang saja entah kemana, alhamdulillah ada perubahan. Bersyukur juga saya Bu, Pak" terang Pak Wijaya bahagia
"Pasti gak berani ya datang sendiri ke tempat Tiara, takut di cuekin" Kata Bu Mala
"Ibu kok tau aja" Jawab Arya
"Ya taulah Nak, dari kecil ibu sudah bersama Tiara bahkan sampai besar sekarang. Dia itu tidak seperti gadis pada umumnya yang suka jalan ke sana kemari, apalagi bersama lelaki"
"Iya Bu, di sini kami juga ingin kenal dekat dengan keluarga Tiara. Karena gadis itu banyak. Membawa perubahan kepada anak saya" ucap pak Wijaya
"Kami juga senang kedatangan tamu istimewa" Jawab Bu Mala
"Oh iya Bu, dari tadi Tiara nya kok tidak kelihatan? " Tanya Arya
"Iya, dia baru saja pergi bersama Yosi. Terlambat sedikit aja kamu Nak"
__ADS_1
"Yosi, Kakak senior kami di kampus ya Bu. Kok bisa sama dia, bukannya Tiara gak mau jalan sama cowok Bu? " Merasa tidak terima
"Lo, kamu belum tau ya. Beberapa bulan yang lalu keluarga Yosi mengangkat Tiara menjadi anaknya, makanya Tiara sering di jemput dan di bawa ke sana. Katanya mau silaturahmi ke saudara-saudaranya" Jelas Bu Mala
"Oh, alhamdulillah. Kirain" Ucap Arya lirih
"Apa Nak, kamu ngomongnya pelan sekali"
"Enggak ada Bu, pantesan kebelakang ini melihat mereka akrab"
"Ya sudah, sambil di cicipi kue nya Pak" Kata Pak Romi mencairkan suasana
Di kediaman keluarga Yosi
"hari ini tidur di sini ya Tiara, kan belum pernah tidur di sini. Rame-rame biar semakin akrab sama keluarga"
"Gimana ya Bu" masih mikir karena Tiara kurang suka dengan keramaian
"Tidak boleh menolak, besok pagi kita ke pantai Ra. Mau ya" pinta Yosi
Melihat wajah Bu Yeni dengan sangat berharapnya akhirnya Tiara pun mengiyakan
Hari semakin larut malam, akhirnya kesibukan manusia pun dapat di hentikan dengan suasana alam yang semakin gelap sebagai pertanda untuk beristirahat.
Ketika orang-orang mulai merebahkan tubuhnya di tempat yang paling nyaman, di belahan bumi lain sedang menanggung rindu sang rembulan yang mengusik malamnya.
"Lutfi, kamu kok akhir-akhir ini sering melamun"
"Bukan melamun ummi, Lutfi bertafakur melihat keindahan ciptaan sang Maha karya yang begitu sempurna nya menghiasi malam dengan rembulan. Tapi ummi mengapa aku seperti malam yang selalu merindukan rembulan ku ya"
"Kamu harus banyak istikharah Fi, salurkan rasamu kepada men-tadabburi kalam ilahi. Agar rasamu di arahkan ke jalannya yang diridhoi"
"Iya mi, makanya Lutfi bertafakur menikmati keindahan penciptaan dan rasa yang selalu hadir dalam hidup Lutfi mi. Rasa yang hadir saat ini juga titipan dari Allah, Lutfi juga berharap semoga rasa ini terjaga dari hal-hal yang membuat Lutfi jauh dariNya. Lutfi ingin mencintai ciptaannya karena Lutfi sangat mencintaiNya"
"Aamiin, semoga Allah menjaga rasamu ya Nak. Ummi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak ummi ini" Sambil mengusap kepala Lutfi
"mi, abang sama kakak kenapa belum sampai? "
"Katanya besok pagi sampainya, ini masih di perjalanan. Ini sudah malam, kita istirahat yuk"
"Iya mi" Meninggalkan taman yang berada di area belakang pesantren dadakan menuju rumah
yang tidak terlalu jauh
__ADS_1