PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
sidang Yosi


__ADS_3

"Kamu ada tugas yang harus di lakukan" Perintah Alvin dari telepon genggam nya


"Apa bos" Jawab suara dari seberang sana


"Kamu ikuti setiap gerak-gerik gadis yang bernama Tiara, nanti lokasinya aku kirim. Laporkan kemana saja dia pergi dan lakukan dan bersama siapa" Lanjut Alvin


"Siap bos"


Alvin langsung menutup pembicaraan dan pergi entah kemana dia mau, sepertinya dia ingin melihat tunangannya yang sudah di jualnya. Karena tadi malam mengingatkannya kepada Billa yang sudah lama ia campakkan karena kekesalannya. Sebelumnya dia menerima perjodohannya dengan Billa tidak hanya sebatas ingin memajukan perusahaan namun karena Billa juga cukup cantik untuk membuatnya jatuh cinta. Lain halnya dengan Billa yang menerima perjodohan dengan berat hati karena dia sudah punya pacar yang sangat di cintai nya. Karena mereka sudah bertunangan Alvin tidak Terima Billa menjalin hubungan lagi dengan lelaki lain, karena Billa masih sering jalan bersama pacarnya dari pada bersama dia. Akhirnya Alvin kehilangan akal dan menyekap Billa dan menjualnya agar dia tidak bisa lagi bersama pacarnya.


"Gimana kabar mu cantik? " Tanya Alvin kepada Billa


"Kurang ajar kamu ya Alvin, awas kamu." Memaki Alvin dengan geramnya


"Kamu tenang saja di sini, layani tamu dan hasilkan uang untuk ku"


"Dasar, bajingan"


"Cup, cup. Sabar ya sayang, aku kasih tau ke kamu kalau keluargamu sudah menganggap kamu tidak ada lagi di dunia ini bahkan mereka sudah mengadakan doa bersama untuk kedamaian kamu"


"Tolong Vin, lepaskan aku. Aku siap menjadi istri mu" Dengan menangis


"Maaf, aku sudah punya penggantimu. Kamu tau, dia sangat mirip sekali dengan mu. Sehingga keluargamu mengangkatnya menjadi anak sebagai penggantimu, tetapi bedanya dia tidak kotor sepertimu"


"Kamu kira dia pantas untuk mu" dengan tertawa menghina


"Kamu pikir aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku mau"


"Se pandai-pandai nya tupai melompat pasti akan jatuh juga, ingat itu Alvin"


Ting


Suara pesan grup WA masuk


"Bos, dia pergi ke kampusnya di jemput Yosi" Laporan suruhan Alvin


"Baiklah, kampus mana"


"UNINDRA bos"


"Oh, satu kampus sama Yosi. Pantas saja dia kenal"


"Lanjutkan"


"Baik bos"


Dia pun langsung pergi meninggalkan Billa tanpa mempedulikannya lagi


*****


"Semoga lancar ujiannya ya dik" Ucap Yosi saat meninggalkan Tiara di depan kelasnya


"Kakak juga semoga di permudah seminar proposal nya"


"Aamiin"


Suasana kampus tampak hening karena mahasiswa di sibukkan dengan pertanyaan yang butuh menguras pemikiran


"Gimana Wulan, bisa? "


"Alhamdulillah dengan trik yang kamu ajarkan"


"Syukurlah kalau begitu"


Ting


Pesan masuk dari Yosi


"Dik, bisa jadi saksi ujian proposal Kakak? "

__ADS_1


"Kapan Kak"


"Nanti jam sepuluh"


"Insya Allah ya Kak, kalau sudah selesai ujian. Boleh bawa teman kan"


"Boleh, tapi jangan satu kelas ya. hi, hi"


"Tenang aja Kak, paling satu kampus Tiara bawa. Hi, "


"Baiklah, Kakak tunggu ya"


"Ok Kak, assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"


Wulan yang hanya di cuekin akhirnya bertanya


"Kenapa senyum sendiri Ra"


"Ini Kak Yosi, nanti minta jadi saksinya di sidang proposal nya"


"Wah, asik itu Ra. Hitung-hitung buat persiapan tahun depan"


"Nanti setelah ujian kita ke ruang sidang ya"


"Dengan senang hati tuan putri"


"Kamu ngomong seperti itu, jadi ingat sama almarhum Arya"


"Maaf Ra, bukan bermaksud begitu"


"Gak papa kok"


"Pengawas sudah datang Ra, aku kembali ke tempat duduk ya"


"Ia, semoga kita di permudahkan"


Suasana kelas seketika hening dan tanpa menunggu lama dosen pengawas membagikan kertas ujiannya kepada masing-masing mahasiswa dan langsung disambut antusias oleh mahasiswa.


Satu jam telah berlalu Tiara pun selesai dan keluar ruangan lebih dahulu dari pada mahasiswa lainnya. Baru beberapa menit kemudian di susul Wulan


"Ayo Wulan, cepetan. Nanti kita ketinggalan sidangnya Kak Yosi"


"Ia, ini kan aku sudah selesai"


Mereka berjalan melewati beberapa kelas dan menuju ruang sidang


"Kak, kami sudah di depan ruang sidang ni" Tiara mengirim pesan singkat


"Bentar ya Kakak keluar" balas Yosi seketika


"Sudah selesai ujiannya dik" muncul dari ruang sidang


"Alhamdulillah sudah Kak"


"Syukurlah, setelah ini kakak yang maju. Ayo masuk aja"


Mereka masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan dan mengamati bagaimana jalannya sidang proposal itu.


"selanjutnya, Yosi Dirga Pratama"


Yosi pun maju dengan gagahnya dan percaya diri. Ia menyampaikan seminar proposal nya dengan lancar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen penguji dengan baik


"alhamdulillah, akhirnya selesai juga sidangnya" ucap Yosi setelah menyelesaikan sidang proposal nya


"wah, Kakak hebat ya. Tanpa ragu menyampaikan dan menjawab semua pertanyaan dosen"


"Kakak siapa dulu" dengan senyuman bangga

__ADS_1


"emang Kakak siapa ya" menunjukkan ekspresi sambil berfikir


"jadi kamu tidak mau mengakui Kakak Ra"


"mau lah Kak, siapa yang gak bangga punya Kakak pintar gitu ya"


"tau pun"


"ya udah Kak, Tiara pulang sama Wulan aja ya"


"gak boleh," perintah Yosi


"maaf ya Tiara, kita ketemu besok lagi ya" ucap Wulan dengan nada mengejek


"kenapa Kak,"


"pokoknya mulai hari ini, kamu harus bilang kemana kamu pergi"


"kok gitu Kak"


"kamu belum tau siapa Alvin sebenarnya, jika dia menginginkan sesuatu maka dia akan berusaha untuk mendapatkannya bagaimana pun caranya"


" Tiara jadi takut Kak"


"makanya dengerin kata Kakakmu ini"


"baiklah Kak"


"ayo kita pulang"


mereka pun berjalan menuju parkiran di mana mobil Yosi di parkiran dan melaju ke sebuah tempat yang eksotik


"ngapain kita ke sini Kak? "mengikuti Yosi masuk ke kafe mewah dan romantis


"Kakak mau teraktir kamu lah, kan Kakak sudah selesai sidangnya"


"kenapa tidak ajak Wulan sekalian tadi, kan dia juga jadi saksi Kakak"


"Kakak ingin membahas sesuatu sama kamu, penting"


Tiara pun hanya mengikut saja di mana Yosi pergi


"kamu mau mesen apa Dik"


"terserah, sama aja sama Kakak"


setelah mereka memesan makanan dan sambil menunggu Yosi pun memberikan sesuatu kepada Tiara


"ini Dik, kamu pakai selalu ya. Kakak mohon" menyerahkan sebuah kotak yang berisi kalung yang telah di isi GPS untuk mengetahui selalu keberadaan Tiara


"apa ini Kak"


"kamu lihat aja sendiri"


Tiara pun membuka kotak yang di berikan Yosi


"untuk apa Kak"


"kamu percaya aja sama Kakak, itu untuk keselamatan kamu. Walau pun Kakak gak selalu ada di dekat kamu, tapi kalung itu akan mewakili Kakak menjaga kamu. Jadi, Kakak mohon kamu pakai di selalu ya"


"memangnya Alvin itu sangat berbahaya Kak"


"sangat, Kakak tidak ingin kehilangan adik Kakak untuk yang ke dua kalinya. walau pun Kakak belum pasti tentang kondisi Billa sampai saat ini, sepertinya dia terlibat dengan hilangnya Billa. Kakak akan terus berusaha untuk mencari buktinya dan menjaga kamu. Sepertinya dia menginginkan kamu"


"baiklah Kak"


"maaf kan Kakak ya, kamu jadi terlibat masalah keluarga Kakak"


"ia Kak, semoga Allah membuka kebenarannya dan menjaga kita semua dari niat jahat orang yang ingin berbuat jahat kepada kita"

__ADS_1


"aamiin"


pesanan mereka sudah terhidang di atas meja dan menunggu untuk di santap


__ADS_2