PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
jangan terjebak


__ADS_3

"Makasih ya Kak" Ucap Tiara


"Untuk? " Memandang Tiara dengan tanda tanya


"udah jadi salah satu warna dalam hidup Tiara, biasanya hari raya seperti ini adalah hal yang paling tidak Tiara suka. Tetapi setelah mengenal keluarga Kakak, Tiara merasa tidak sendiri lagi. Apalagi Kakak selalu sayang sama Tiara"


"Kan sudah sepantasnya seorang Kakak sayang sama adiknya" Balas Yosi


Mereka terus berjalan di tepian pantai dan membiarkan ombak menerjang kaki mereka. Tanpa mereka sadari ternyata mereka menjadi pusat perhatian keluarga Pak Yoga


"Sepertinya tidak salah kalau Tiara menjadi menantu keluarga Yoga" Ucap Ratih adik dari ibu Yeni memecah suasana yang membisu melihat dua insan yang tengah asyik menikmati keindahan pantai


"Sebenarnya tidak salah sih, yang salah dari awal. Mengapa kita angkat sebagai anak, tidak langsung melamarnya saja untuk Yosi" Tambah bu Yeni yang terpancing perasaannya


"Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita," Pak Yoga ikut menyambung


"Jadi kalian juga sependapat dengan persangkaan ku, kirain tadi salah ngomong" Ucap bu Ratih yang menjadi heran dengan keluarga kakaknya


"Tiara, kemari. Kita makan yuk" Ajak bu Yeni


"Ibu selalu Tiara aja, seperti nya Yosi tidak ada lagi" Ucap Yosi cemberut


"Ternyata Kak Yosi manja juga ya" Ledek Tiara dengan sedikit tertawa


"Hamm, kamu tidak tahu aja Ra. Dia itu masih seperti anak kecil yang selalu harus di perhatikan" Jelas bu Yeni


"Ya iyalah Bu, bagaimana pun Yosi besarnya tetap saja anak ibu. Anak,,, ingat ya Bu,, anak" Menekan ucapannya dengan senyuman manjanya


Saat asyik-asyiknya menyantap makanan yang mereka bawa di tenda pinggir pantai dengan tanpa merasa bersalah Bu Ratih yang tidak bisa menahan perasaannya bertanya


"Yosi, apa kamu gak ada keinginan menjadikan Tiara istri kamu? "


Tiara yang terkejut dengan pertanyaan Bu Ratih pun tersedak


"Ehem.Ehem.." Sambil mengusap-usap dadanya


"Kenapa Tiara? " membuat suasana menjadi hening dan Tidak ada yang mengeluarkan suara karena tidak tau harus bilang apa


"enggak apa-apa Bu, terkejut aja dengar pertanyaan Ibu" jawab Tiara


"emang nya pertanyaan ibu mengejutkan ya? " tanya Bu Ratih kembali


"Kata-kata istri itu lo Buk, buat Tiara agak gimana gitu ya" sambil menyudahi makannya


"iya Bu lek ini buat pertanyaan yang relevan ajalah, jangan yang membuat jantung seakan berhenti berdetak" sahut Yosi menghangatkan suasana kembali


sambil tertawa "maaf ya, kalau bu lek buat kalian tidak nyaman. abisnya liat kalian itu gemes"


"emang nya kami anak bayi bu lek" ucap Yosi


" iya, bayi kolot" tertawa bersama


"Bu lek ini ada-ada saja" Tiara tersenyum melihat Bu Ratih

__ADS_1


semilir angin pantai yang berhembus serta pemandangan pantai dengan air laut yang biru membuat suasana menjadi semakin hangat. ombak yang berlari saling mengejar dan menghempaskan dirinya di pinggiran pantai dengan deru suaranya yang menghiasi lirikan musik alam yang alami. Tidak ada yang mampu menandingi indahnya lukisan sang Maha karya yang begitu sempurna dan hidup ini.


"ke sana yuk Ra" menunjuk ayunan yang mengarah ke pantai


mereka pun menikmati indahnya pemandangan yang terlukis di hadapan mereka sambil Yosi mendorongnya ayunan yang di gunakan Tiara


"gak usah di dorong Kak, Tiara bisa main sendiri"


"izinkan Kakak menyayangimu benar-benar Ra"


"maaf Kak, Tiara gak biasa di manjain sama orang lain"


"jadi kamu masih menganggap Kakak orang lain Ra? "


"ya bagaimana pun kita ini kan hanya saudara angkat Kak"


"tapi perasaan Kakak sama kamu benar-benar tulus ingin menyayangi seperti adik Kakak sendiri Ra"


"iya maaf Kak, karena Tiara masih merasa canggung dengan semua ini."


"iya Kakak mengerti" sambil terus mendorong ayunan


tanpa di sadari, Kata-kata bu Ratih mengusik pikiran Yosi. Ia benar-benar sangat menyayangi Tiara tanpa menyadari rasa sayang seperti apa yang ia rasakan bahkan melebihi rasa sayangnya dahulu kepada Chantika


lamunanku terhempas saat aku berlari mengujuk-ujuk senja sangat ketakutan


masih adakah harapan ku


masih adakah kesempatan untuk meraih rembulan


panjang umur, Chantika yang tadinya hanya lewat di bayangannya seakan merasakan panggilan dari Yosi.


"bentar ya Ra, Kakak angkat panggilan sebentar"


"iya Kak"


"hallo sayang, gimana kabarnya? " tanya Chantika di seberang sana


"alhamdulillah baik" jawab Yosi biasa


"aku main ke rumah ya"


"bukannya kamu marah sama aku"


"udah enggak lagi yang, aku kangen sama kamu"


"kami lagi tidak di rumah"


"jadi kamu lagi di mana? "


"di pantai"


"oh, pantai tempat kita sering main itu kan Yang"

__ADS_1


"iya"


"ok, aku ke sana ya"


tanpa menunggu jawaban Yosi, Chantika pun menutup panggilan telepon nya dan bergegas menuju pantai. Chantika tidak marah lagi karena dia sudah mengetahui bahwa Tiara adalah adik angkat Yosi dari Leo, teman dekat Yosi.


"sayang," Tiba-tiba Chantika muncul dan memeluk Yosi


Yosi diam tidak berkutik tanpa membalas pelukannya


"sudah sampai" sambil berusaha melepaskan pelukannya Chantika


"kamu kok gitu sih, sepertinya kamu sudah berubah Yang" sambil menatap Yosi


"gak ada yang berubah Ka, kamu harus lihat kita ada di mana? "


"bukannya kamu biasa memeluk aku sebelumnya Yang"


"iya, tapi lihat di sini banyak keluargaku" menunjuk ke arah keluarganya yang memandang mereka


"oh, kenapa gak ngasih tau dari awal Yang."


"kan tadi aku sudah bilang, kami. berarti tidak saya sendiri"


"Tika kira cuma kalian berdua"


sambil melirik ke arah Tiara yang sedang asyik bermain ayunan tanpa mempedulikan mereka


"ya udah, Tika samperin mereka dulu ya Yang"


meninggalkan Yosi menuju di mana keluarga Yoga sedang berkumpul


"paman, tante. Bagaimana kabarnya? " duduk di sebelah bu Yeni


"baik, kamu kok sudah lama tidak berkunjung Tika? " tanya bu Yeni


"iya tante, soalnya lagi marahan sama Kak Yosi"


Hubungan Chantika dan Yosi sudah cukup lama. Mereka menjalin hubungan sejak kelas 2 SMA. Jadi tidak heran kalau keluarga Yosi sudah akrab dengan Chantika. mereka terlihat jarang bertemu sejak mereka berbeda kampus dan di sibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.


"hem, kamu cemburu ya" tebak tante Ratih nimbrung


"tante tau aja"


"sekarang gimana, masih marahan? "


"udah enggak Tante, Tika udah tau yang sebenarnya. Tapi kami udah sempat putus tante, inilah Tika mau minta maaf sama Kak Yosi"


"kamu ya yang mutusin" tanya pak Yoga lagi.


"ia paman, maafin Tika" menundukkan pandangannya merasa malu dan salah


"kalau punya masalah dalam hubungan itu biasa, jangan langsung di putusin. kita cari solusinya, gimana baiknya. gimana mau menjalin hubungan yang lebih serius lagi kedepannya" nasehat bu Yeni

__ADS_1


"iya tante"


__ADS_2