PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
lamaran


__ADS_3

Hari terus berjalan dan waktu terus berputar tanpa ada yang mampu menghentikannya.


"Assalamu'alaikum mi, " Ucap Lutfi saat melihat ummi Syariah berada di halaman pesantren


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, udah pulang Nak" Jawab ummi Syarifah


"Udah mi, alhamdulillah ada kabar gembira mi" Setelah mencium punggung tangan ummi nya


"Apa Nak, gembira sekali kelihatannya"


"Allah menjawab doa Lutfi agar di berikan sesuatu yang mengobati segala rasa Lutfi agar Lutfi tidak tenggelam di dalam perasaan ini mi"


"Alhamdulillah, apa itu Nak"


"Lutfi mendapatkan beasiswa S2 ke Turki mi"


Ummi Syarifah hanya terdiam dan menatap wajah Lutfi


"Apakah ummi tidak senang? " Tanya Lutfi lagi


"Ummi senang Nak, tetapi ummi juga sedih"


"Kenapa mi"


"Karena tidak ada lagi anak ummi yang bisa ummi lihat setiap harinya"


"Ummi jangan khawatir, nanti Lutfi sering menghubungi ummi."


"Baiklah jika itu memang sudah keputusan mu, semoga Allah memberi berkah dan keselamatan di setiap langkah mulia mu. Agar kelak menjadi penerus dakwah islam yang berilmu dan bertaqwa"


"Aamiin, makasih ummi sudah mengerti Lutfi dari dulu, sekarang dan selamanya"


"Iya, ngomong-ngomong abah sudah tau belum Nak"


"Belum mi, kan baru ummi yang Lutfi jumpa saat pulang dari kampus"


"Ya sudah sana, temui abah mu"


"Baik mi" Sambil meninggalkan ummi nya yang masih berada di halaman pesantren


Plash back


"Bagaimana keputusan Tiara tentang lamaran temannya itu mi"


"Bentar ya Nak, sabar. Ummi telfon Tiara dulu, soalnya tadi malam dia tidak datang ke pengajian kan"


"Ia mi"


Ummi Syarifah pun menghubungi Tiara


"Assalamu'alaikum" Dari seberang telepon

__ADS_1


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh ummi, maaf tadi malam Tiara tidak sempat izin tidak mengikuti pengajian"


"Ia tidak apa-apa, kamu sehat kan. Sepertinya suara kamu sedang flu"


"Alhamdulillah Tiara sehat mi, hanya saja sedang terjadi musibah mi"


"Inna lillahi wainna ilaihi rojiun, kamu kenapa Ra"


"Suami Tiara meninggal tadi subuh mi, ini baru selesai di makam kan"


"Jadi cerita nya kamu Terima lamaran teman kamu itu Ra"


"Ia mi, dengan harapan agar kondisinya lebih baik. Namun Allah berkata lain mi, Tiara sudah jadi janda walau usia pernikahan kami belum genap satu hari mi"


"Kamu yang sabar ya Nak, Allah punya rencana indah pastinya"


"Iya mi, doa kan Tiara selalu ya mi"


"Insya Allah Nak,"


"Terima kasih ya mi"


"Sama-sama, ummi tutup telepon nya ya"


"Ia mi"


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"


"Gimana mi"


"Ia menerima lamarannya dan menikah tetapi" Memutuskan pembicaraannya


"Tetapi kenapa mi"


"Suaminya tadi subuh sudah meninggal"


"Inna lillahi wainna ilaihi rojiun, ya Allah begitu berat ujian yang hadir dalam hidup Tiara ya mi. Dia wanita yang tangguh yang Lutfi kenal"


"Jadi kamu gimana"


"Lutfi pun tidak tau mi, Lutfi sudah selesai skripsi nya. Tetapi tidak mungkin Lutfi masuk melamar Tiara sekarang kan"


"Ia, kamu banyak mohon petunjuk sama Allah, agar selalu di arahkan ke arah yang lebih baik"


Setelah sebulan berlalu dan Lutfi pun sudah wisuda akhirnya ia memantapkan hati untuk melamar Tiara. Abah Yahya dan ummi Syarifah menyampaikan niat sang putra untuk meminta Tiara menjadi pendamping hidupnya


"Maaf Kyai, Ummi. Bukannya Tiara tidak ingin menerima lamaran ustadz Lutfi, hanya saja diri ini tidaklah pantas untuk beliau. Di tambah lagi status Tiara yang sudah janda, izinkan Tiara menyelesaikan sekolah Tiara dan memantaskan diri ini lagi untuk mendampingi ustadz Lutfi. Bila mana ustadz Lutfi nantinya bertemu jodoh yang lebih baik dari Tiara, Tiara ikhlas Kyai"


Begitulah jawaban Tiara dengan menunduk

__ADS_1


"Baiklah, kami hargai keputusan ananda. Semoga Allah memberikan kita semua jalan yang terbaik"


"Aamiin,"


Setelah menyelesaikan maksud dan hajat putra nya, Kyai meminta izin untuk pulang. Dan keluarga pak tejo selaku wali dari Tiara mengantar sampai ke halaman rumah Tiara


Walau pun Tiara begitu mengagumi ustadz Lutfi, namun dia tidak ingin egois untuk memiliki ustadz Lutfi menjadi miliknya. Ia ikhlaskan ustadz Lutfi kepada wanita yang lebih baik nantinya yang akan mendampinginya. Tiara pun belum bersedia menikah lagi karena masih terbayang sosok Arya yang baru saja meninggalkannya, walau pun cinta belum sempat hadir namun tidaklah pantas rasanya dia langsung melupakannya begitu saja.


*****


"Bagaimana mi, apakah Tiara menerima lamaran Lutfi? " langsung bertanya ketika ummi Syarifah baru saja turun dari mobilnya


"Sepertinya kita terlalu tergesa-gesa untuk mengajukan lamaran kepadanya"


"Jadi mi"


"Ya dia belum bisa menerimanya"


"Kapan dia siap mi"


"Katanya dia masih ingin menyelesaikan kuliahnya dulu"


"Baiklah mi"


"Tapi dia tidak tidak mengekang kamu, jika ada wanita lain yang ingin kamu lamar, dia ikhlas. "


Lutfi hanya terdiam dan menahan perasaannya yang semakin dalam kepada Tiara, ternyata memilikinya tidaklah semudah apa yang di bayangkan yang


"Ya Allah, jaga dia untukku"


"Hus, kamu gak boleh memaksa kehendak seperti itu Nak"


"Oh, maafkan hamba ya Allah" Ucap Lutfi lagi


Akhirnya mereka pun istirahat menuju kamar mereka masing-masing.


Di sepertiga malamnya Lutfi pun bangun mengadukan segala rasa di dalam jiwanya


"Ya Allah, dengan segala rasa ku persembahkan untuk Mu


Wahai yang menghadirkan rasa dan menggenggam cinta


Luluh Kanlah hati ini kepada hamba yang juga mencintai Mu


Jangan Engkau biarkan hamba terbuai dengan perasaan yang semu dan fana


Kirimkanlah hamba bidadari yang mendampingi perjuangan hamba di jalanMu"


Dengan penuh ke khusyuk kan Lutfi mengadukan hajat dan niatnya sehingga perasaannya pun semakin baik


ia menjalani hari-harinya dengan lebih baik lagi dan memfokuskan pada kelanjutan pendidikannya

__ADS_1


tawaran beasiswa akhirnya di gelutinya sehingga ia di sibukkan dengan dunia kampus dan dakwahnya. ia titipkan segala rasa cintanya kepada sang peng-genggam Cinta, ia yaqin kelak akan indah pada waktunya. saat ini ia bisa lebih ikhlas menerima siapa pun dia tidak harus Tiara, namun ia lebih ingin melanjutkan kuliah S2 nya.


ketika kita mampu meng ikhlaskan segala rasa untuk Sang Maha Cinta, maka kita akan merasakan hidup kita lebih bermakna dan indah. akan ada kerutan-kejutan indah yang akan menyapa kita di depan sana jika kita lebih sabar menghadapi segala ujian dari sang Maha peng-genggam asa. Dia yang lebih tau apa yang terbaik untuk setiap ciptaannya dan juga tau batas kemampuan untuk setiap hambanya. Tinggal kita meyakini bahwa Dia sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita dan menjalaninya dengan penuh cinta.


__ADS_2