PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
villa


__ADS_3

di malam penuh bintang


Di atas sajadah yang ku bentang


Sedu sedan sendiri


Mengadu pada yang maha Kuasa


Sesak dada ku menahan pilu


Kan ku urai semua dosa-dosa ku


Di hadapan Mu ku tiada artinya


Duhai peng-genggam cinta


Jagalah cinta ini hanya untuk Mu


Jika nantinya hadir seorang hamba


Hadirkan Lah seseorang yang mencintaiku


Karena Mu


Bersamanya membangun cinta abadi


Bukan cinta yang memilihnya


Namun Engkau lah yang memilihnya


Untuk ku cintai


Rintihan hati seorang gadis yang ingin sedang berusaha menjaga kesucian cintanya di keheningan malam, ia mengadu dan menitipkan segala rasa dan asanya yang hanya dia dan Tuhannya lah yang tau.


Tok tok tok


Matahari masih enggan menampakkan wajahnya, begitu juga Tiara yang sedang ber-malasan karena merasa bebas setelah seminggu menjalani ujian semesternya. Di hari libur begini biasanya ia juga ingin meliburkan diri dengan santai namun toko seperti nya merindukannya yang sudah lama tidak di kunjungi nya.


"Kok, tumben pagi buta ada orang mengetuk pintu"


Tiara dengan malas membuka pintu rumahnya


Saat Tiara sudah membuka pintu, Tiba-tiba hidung dan mulutnya di bungkam dan tidak lama kemudian Tiara tidak sadarkan diri


"Ayo cepat bawa ke mobil, tapi tunggu. Jangan ada yang menyentuhnya, biar aku yang membawanya" Ucap Alvin


Kali ini aksi mereka berhasil yang ingin menyekap Tiara, setelah seminggu mengikutinya dan ingin melakukan aksinya selalu terhalangi Yosi. Namun mereka yakin hari ini Yosi tidak akan datang karena hari minggu.


Alvin membawa Tiara ke villa yang jauh dari keramaian. Setelah sampai dan akhirnya Tiara di letakkan di kamar dan mengunci kamar.


*****


"Kok Tiara gak ngangkat telepon sih dari tadi" Agak kesel dan mulai mikir

__ADS_1


"Sebentar" Menuju komputer yang ada di kamarnya dan melihat lokasi Tiara


"Tiara kok berada di sini, Jangan-jangan" mulai menyadari bahwa Tiara dalam bahaya


Yosi langsung bergegas pergi menuju lokasi Tiara tanpa pikir panjang dan melihat pakaian yang sedang di gunakan, bahkan ia masih menggunakan pakaian tidurnya.


*****


"Aduh, kenapa kepalaku pusing tiba-tiba ya" memegang kepalanya dan melihat sekelilingnya yang terasa asing


" Ini di mana? " Mencoba berdiri


Tiara mencoba melangkah menuju pintu namun pintu tiba-tiba terbuka


"Kamu sudah sadar tuan putri" Sapa Alvin


"Kamu si siapa? Tanya Tiara yang masih merasa pusing namun tidak asing dengan suara yang di dengar nya


" Aku pengagum berat mu, sangat mengagumimu. Bahkan sangat ingin menyentuh mu" menutup pintu


Merasa dirinya dalam bahaya, Tiara menguatkan diri dan mencoba sekuat tenaga untuk bisa melihat siapa yang ada di depannya


"Kamu, kenapa aku bisa di sini" Ucap Tiara yang mulai ketakutan


"Kamu belum kenal siapa aku ya, aku akan berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan"


"Maksud kamu"


"Kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu manis" Melangkah mendekati Tiara


"Aku sudah meminta mu dengan cara baik-baik kepada keluarga Yosi, tapi apa yang ku dapat. Dan kamu sok jual mahal"


"Maaf kan aku jika itu membuatmu terluka, tapi aku benar-benar ingin fokus kuliah"


"Untuk apa kamu capek-capek kuliah, aku akan memenuhi seluruh kebutuhan dan keperluan mu"


"Maaf, pernikahan bukan sebatas memenuhi semua hasrat duniawi tetapi ada tanggung jawab yang besar di sana"


"Sudah lah, aku muak mendengar nya. Jika kamu tidak mau menikah dengan ku secara baik-baik. Tidak apa-apa, aku punya cara yang lain"


"Maksud kamu"


"Jika aku menyentuh mu hari ini, pasti aku akan bertanggung jawab tuan putri"


"Tolong Alvin, jangan lakukan itu. Aku mohon" mulai menangis


Alvin tidak mau mendengar apa yang Tiara ucapkan, ia mulai melangkah maju dengan tatapan hewan buas yang ingin memangsa lawannya


"Ya Allah, tolonglah hamba mu ini" Pinta Tiara


Brak


Pintu di tendang sehingga terbuka

__ADS_1


“Kak Yosi, " Ucap Tiara


"Angkat tangan, diam di tempat atau saya tembak" Pak polisi mulai masuk ke kamar Alvin


"Ada yang berani mendekat, saya tembak" Alvin menyandera Tiara dengan mengarahkan pistol ke arahnya dan membawanya menjauh dari polisi


"Alvin, apa yang kamu lakukan. Menyerah lah agar hukuman mu tidak terlalu berat"


"Jika aku tidak bisa memilikinya maka mati bersamanya adalah jalan yang terbaik" Ucap Alvin


"Berani kamu melukainya, aku tidak akan memaafkan mu Vin"


Saat mereka beradu mulut, Tiara pun mengambil kesempatan menangkis tangan Alvin yang memegang pistol sehingga pistol yang di pegang Alvin terjatuh.


"Tiara" Yosi berlari ke arah Tiara dan memeluk tubuhnya membelakangi Alvin yang berusaha mengambil pistol yang terjatuh dan menembakkannya ke arah Tiara


Dor


Dor


"Kak Yosi" Tiara melihat Yosi yang menahan sakit dan kemudian tidak sadarkan diri


"Kamu di tahan atas kasus penculikan dan rencana pembunuhan, ikut kami ke kantor"


Polisi memborgol kedua tangan Alvin yang sedang menahan sakit di kakinya akibat tertembak pak polisi saat ia mencoba menembak Tiara


Alvin beserta anggota nya di bawa ke kantor polisi dan Yosi dengan segera di larikan ke rumah sakit


"Kak, bertahanlah" Tiara menangis melihat Yosi yang tergeletak tidak sadarkan diri


Setelah tiba di rumah sakit Yosi langsung di larikan ke ruang operasi dan Tiara pun menghubungi bu Yeni


"Bagaimana ke adaan Yosi sayang, kok bisa terjadi seperti ini" Bu Yeni datang dengan wajah cemas dan khawatir nya bersama pak Yoga


"Kamu tidak apa-apa kan Tiara? " Tanya pak Yoga


Tiara hanya mampu menggelengkan kepalanya


"Maaf kan Tiara Bu, Pak. "


"Kamu tidak perlu meminta maaf Ra, seharusnya kami yang harus meminta maaf sama kamu. Karena hadirnya kamu di keluarga kami menjadikan kamu terbawa masalah kami" Jelas pak Yoga yang merasa bersalah


Dokter pun keluar dari ruang operasi


"Bagaimana putra Kami dok? " Tanya bu Yeni khawatir


"Ibu dan semuanya jangan khawatir, putra Bapak Ibu sudah terselamatkan. Untungnya pelurunya tidak mengenai organ dalamnya jadi tidak berbahaya, hanya saja dia banyak kehabisan darah. Jadi akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan dan nanti boleh di lihat" Jelas dokter


"Makasih dok"


*****


"Kak, sadar lah. Aku mohon" Melihat Yosi yang terbaring lemah dan belum sadarkan diri. Mengingatkan Tiara kepada Arya yang pernah mengalami kondisi yang sama dan akhirnya pergi untuk selamanya

__ADS_1


Malam ini Tiara dan buk Yeni berjaga di rumah sakit. Buk Yeni terlihat sudah terlelap di dalam mimpinya dan Tiara sedang menunggu Yosi untuk sadarkan diri. ia memutar kembali jalan hidup yang telah ia lalui hingga membuatnya tertidur di tempat duduk tanpa ia sadari


__ADS_2