
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang sekitar sepuluh jam-an, akhirnya mereka tibalah di suatu tempat yang sangat menakjubkan. Terasa seperti berada di planet lain, ya inilah dia Cappadocia yang begitu indah dengan lembah, ngarai serta bangunan yang unik membuat kita yang berada di sana seakan sedang berada di planet lain. Karena sudah sore mereka langsung mencari tempat penginapan di sekitar sini sesuai petunjuk arahan mbah google, akhirnya mereka menemukan hotel yang unik yang berada di Urgup. Hotel yang berada di dalam gua ini menambah keeksotikan tempat unik ini dan sebelum mereka ke hotel mereka ingin menikmati dan juga mengisi perut yang sudah meminta untuk di perhatikan kelangsungannya. Akhirnya mereka mampir ke restoran yang tidak jauh dari hotel yang mereka tuju, karena tidak ingin juga berjalan terlalu jauh lagi dan ingin segera merebahkan diri.
"Kamu pesan apa Ra? " Tanya Yosi yang sengaja mengambil tempat duduk di sebelah Tiara
"Apa menu favorit di sini Kak, kita coba yok" Jawab Tiara
"Yang lain pesan apa? " Tanya Yosi lagi kepada yang lainnya
"Aku bingung, takutnya di pesan tidak sesuai dengan lidah kita" Kata Tania
"Solusinya kita pesan yang berbeda-beda saja, jadi nanti kan bisa icip-icip. Jadi kita tau mana yang sesuai dengan selera kita"
"Bagus juga solusinya" Jawab Lutfi mengangguk
Masing-masing dari mereka membolak-balik buku menu yang tersedia, yang mana menurut mereka menggoda selera. Maka itu yang mereka pesan tanpa tau sebelumnya bagaimana rasa menu itu.
Kofte,Sup Mercimek, Lahmazun, sambosa mix, mix Grilled Medium, Aliran, teh Turki, dan coffee sudah terhidang di meja mereka, ini sebuah kejutan rasa yang akan membuat mereka penasaran.
"Silahkan teman-teman di nikmati, jangan segan-segan. Kok malah di liatin aja" Ucap Tiara yang tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang menunjukkan ekspresi aneh melihat hidangan yang tersaji di depan mereka.
"Kita memang seperti di dunia lain ya, dari tempat yang unik, makanan yang lain dari biasanya. " Ucap Rani
"Baiklah, ayo kita cobain. Bismillah, " Ucap Lutfi memulai makan karena yang lain masih asik mengamati. Menikmati teh yang masih mengemukakan asap di saat lelah seperti ini sangat membantu membuat badan terasa hangat kembali
"Em, lumayan." Tiara yang mencoba sup Mercimeknya terlebih dahulu yang sepertinya menggoda untuk di makan.
Akhirnya mix grilled medium yang cukup untuk lima orang itu pun mulai di eksekusi. Perlahan tapi pasti, satu persatu jenis menu itu mereka cobain dan ternyata lumayan di terima oleh lidah mereka.
Setelah perut terisi dan mata pun mulai mengantuk serta tubuh ingin di rebahkan, tanpa menunggu lama mereka mengakhiri kegiatan makan memaknnya dan segera menuju kendaraan dan melaju ke hotel.
Seperti memasuki sebuah gua namun terlihat elegan dan unik. Suasana di dalamnya terasa dingin walaupun tanpa pendingin ruangan. Mereka memasuki kamar yang telah di sediakan, pastinya mereka memesan cukup dua kamar dan segera memasukinya. Tania dan Rani langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang sepertinya sudah menantikan mereka dari tadi, berbeda halnya dengan Tania yang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya tanpa menunda lagi karena dia tau jika sudah merebahkan diri pasti sulit untuk bangun kembali, bersabar sejenak untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih.
"Assalamu'alaikum warohmatullah" Ucap Tiara mengakhiri sholatnya setelah menjamak dua waktu sholat dan berdoa sejenak dengan penuh harap.
Dia memandang kedua sahabatnya sudah terlelap ke dalam mimpi.
__ADS_1
"Perasaan tadi di mobil mereka bukannya selalu tidur, kenapa seakan mereka yang membawa mobilnya melihat keletihan mereka" Gumam Tiara melihat ke arah kedua sahabatnya sambil menggelengkan kepala.
Karena benar-benar lelah, Tiara setelah selesai melipat mukenahnya langsung merebahkan dirinya di ranjang.
"Alhamdulillah, akhirnya" Ucapnya begitu menikmati. Rasa bahagia terpancar di wajah cantiknya kerena kehadiran orang-orang yang selalu ada untuk dia. Bahagia itu cukup sederhana, bersama orang-orang yang selalu membuat kita tersenyum sudah sangat bahagia. Tanpa terasa senyuman mengembang dan matanya pun tak lama terpejam tanpa ia sadari.
Lain halnya dengan dua pemuda yang berada di kamar sebelah, yang satu masih asik merendam diri di kamar mandi dan yang satu masih dengan khusuknya membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang membawa ketenangan dan kedamaian bagi yang membaca maupun yang mendengarkannya.
Setelah Yosi puas menghangatkan tubuhnya dengan berendam air hangat, ia pun keluar dan melihat Lutfi yang masih asik dengan lantunan ayat-ayat Al-Quran. Awalnya ia begitu cemburu ketiga melihat Lutfi yang terlihat menyukai Tiara, tetapi semakin mengenal pria yang ada di hadapannya ini, sepertinya ia bisa bertoleransi sedikit dengan perasaannya. Ia merasa Tiara berhak mendapat yang lebih baik, dan tentunya jika memang mereka saling mencintai.
"Tapi jika dilihat, Tiara juga senang jika Lutfi mencoba menunjukkan perasaannya" Gumam Yosi menuju ranjang sambil tersenyum membayangkan ketika beberapa kali Lutfi menunjukkan ketertarikannya kepada Tiara.
"Kakak ikhlas kalau kamu bahagia dik" ucap Yosi lagi dengan ekspresi pasrah dan lelah hingga ia mulai terbang kedalam mimpinya yang indah.
Setelah selesai membaca Al-Quran, Lutfi baru rebahan di samping Yosi yang sudah terlelap, yang sepertinya sedang mimpi indah karena bibirnya sedikit menunjukkan senyum.
"sepertinya harus tertunda menyampaikannya, terlalu ramai. Nanti malah jadi ejekan saja, bagus surprise aja buat yang lainnya. dimana ya tempat yang paling cocok dan akan mudah di ingat nantinya? " tanya Lutfi sendiri dalam gumamnya. ia sedang merancang ulang yang seharusnya ingin melamar Tiara secara simbolis di tempat yang unik ini dan di hari yang bahagia ini.
lama ia berfikir sehingga tanpa ia sadari ternyata matanya mulai sayup dan tertidur pulas.
*****
"Kalian mau naik kuda apa hot air balon yang dapat menikmati keindahan Cappadocia dari ketinggian, kebetulan cuacanya mendukung hari ini" Jelas Lutfi tanpa berbelit-belit
"Keduanyalah, kan kita jauh-jauh kesini harus berani mencoba" Tambah Tania yang sudah bersemangat
"Siapa takut, I am ready" Ungkap Tiara
"Apa lagi, ayo kita bergerak sekarang" Yosi juga tak kalah semangat
Semua begitu menikmati perjalanan dan pertualangan ini, kebersamaan dan kehangatan menciptakan kebahagiaan yang tiada duanya di hati mereka. Mereka bergegas mempersiapkan segalanya dan tanpa menunggu lama berangkat menuju lokasi yang akan mereka kunjungi.
Tempat pertama yang mereka kunjungi ialah Lan of beautiful horses yang artinya tanahnya kuda-kuda yang indah. Salah satu destinasi yang terkenal di Cappadocia ini ialah menunggangi kuda-kuda yang cantik mengelilingi perbukitan dan gua-gua.
Yosi menyeimbangi langkah kuda Tiara yang berjalan perlahan, Tiara dengan asyiknya menikmati pemandangan yang indah membuatnya tidak menyadari kehadiran Yosi di sebelahnya.
__ADS_1
"Serius amat liatnya" Mengusik lamunan Tiara
"Eh, Kak Yosi. Suka lihat-lihat yang beginian Kak" Senyum Tiara
"Kakak lebih suka lihat kamu Ra" Goda Yosi
"Masak" Jawab Tiara santai
"Di dapur Ra" Jawab Yosi lagi
"Kakak bisa aja selalu buat Tiara tersenyum" Ucap Tiara
"Karena itu membuat kakak bahagia Ra" Memandang Tiara penuh arti
Lutfi yang berada di posisi paling belakang di antara mereka berlima hanya bisa melihat keakraban Tiara dan Yosi yang dari tadi menjadi sorotan matanya. Ia dapat melihat bahwa Yosi begitu menyayangi Tiara.
Setelah puas berkeliling bukit, lembah dan gua-gua. Mereka melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Menaiki hot air balon yang cukup viral ini, mereka naik bersama-sama sambil mengabadikan momen yang jarang mereka lakukan ini. Pemandangan yang indah terlihat dari ketinggian dan menakjubkan siapa pun yang memandangnya.
"Gak sia-sia kita jauh-jauh ke sini, sungguh sesuatu yang menakjubkan" Tania terpana akan keindahan yang ada di depan matanya
"Ra, boleh kakak minta sesuatu? " Tanya Yosi melihat Tiara
"Apa Kak" Jawab Tiara santai
Yosi yang menyiapkan foto langsung selfi di samping Tiara, karena kalau langsung minta foto belum tentu di kasih. Sayang kan momen seindah ini tidak di hiasi dengan sesuatu yang akan menjadi indah.
"Senyum Ra" Dengan tiba-tiba sehingga Tiara mengikuti perintah sumber suara
"Minta apa Kak? " Tanya Tiara lagi
"Ini lo, senyum kamu. " Jawab Yosi dengan menunjukkan hasil fotonya di handphone
"Kita gak di ajak ni ceritanya" Sindir Rani yang merasa tidak di anggap ada
"Kan kita tadi sudah foto terus bersama, aku kan juga ingin foto dengan adikku tersayang yang satu ini" Jawab Yosi santai
__ADS_1
Ketika yang lain sedang asik bercanda, Lutfi seakan berpaling dari mereka. Dia memandang jauh ke depan untuk menghindari suasana yang tidak nyaman ini. Namun suara mereka tetap saja terdengar.
"Ya Allah, mengapa cinta ini terasa menyiksa seperti ini" Batin Lutfi