
"maaf, aku sudah tidak mencintai mu lagi. ku mohon, lepaskanlah dirimu dari perangkap perasaan yang hanya membuat mu terbelenggu. ku harap kamu menemukan cinta yang akan membuat mu bahagia" ucap Yosi saat bertemu Chantika di depan rumahnya. Chantika sering sekali main ke rumahnya dan mencari Yosi, namun Yosi sering menghindar namun kali ini dia tidak dapat menghindarinya
"tunggu" menghentikan langkah Yosi yang membalikkan langkahnya
"apa" tanya Yosi yang merasa sudah jelas penyampaiannya
"apa karena kamu sudah ada yang lain di hati mu" tanya Chantika
"tidak, aku hanya merasa tidak akan pernah jatuh cinta lagi kepada mu"
"kenapa"
"tidak ada"
"ku mohon, berilah aku satu kesempatan lagi untuk kita memulainya lagi"
"sudahlah, kita tidak perlu membuang waktu untuk hal yang kita sudah tau hasilnya"
"apa kamu sebenarnya menyukai wanita itu"
" kenapa kamu berbicara seperti itu"
"karena semenjak hadirnya dia dalam kehidupanmu, di situlah awal kehancurannya hubungan kita"
"kamu harus ingat bahwa kamulah yang menghancurkan hubungan kita, dan aku sulit mengembalikan puing-puing yang sudah kamu hancurkan itu"
"itu karena kamu suka dia"
"ia, aku suka dia. Terus apa salah aku menyukai adik ku"
" dia bukan adik kandung mu, bisa saja kamu menikahinya"
"terus salahnya di mana"
"salahnya, aku masih mencintai mu"
"maaf, dari awal sudah ku katakan. Tidak ada tempat lagi nama mu di hati ku"
"kamu jahat, jahat"
"mungkin bagimu aku yang jahat, tidak apa-apa. Aku Terima"
__ADS_1
"kamu lihat ya, aku tidak akan tinggal diam"
"berani kamu berbuat hal bodoh, maka aku juga akan melakukan hal yang lebih lagi. ingat itu"
"baiklah, kita lihat. siapa yang akan bertekuk lutut untuk memohon nantinya" membalikan badannya dan meninggalkan Yosi dengan menahan amarah yang membara
*****
"masya Allah , indahnya. Makasih ya Ra, udah ajakin kita lihat betapa indahnya ciptaan sang Maha Agung" terperangah Rani melihat pulau yang terbentang di hadapannya. air yang biru jernih dan di depannya di hiasi pemandangan bukit yang begitu hijau, itulah mengapa negeri kita ini di katakan zamrud katulistiwa.
"nikmat Tuhan mu mana lagi yang kau dusta kan" ucap Tiara yang menikmati lukisan Tuhan yang di pajang di hadapannya
"cara seperti ini begitu efektif Ra, menyihir perasaan kita untuk selalu mengagumi ciptaan sang Maha Kuasa" ucap Tania
"terkadang, kita butuh sejenak berhenti dari kesibukan dunia yang fana ini untuk menyadari tujuan kita hidup ini sebenarnya apa" kata Rani lagi
"kenapa jadi pada pinter buat kata-kata puitis seperti ini" Tiara membuyarkan suasana yang begitu syahdu
"kan kita memang pintar Ra, hanya saja selama ini bakat kita terpendam. izinkan lah kami mewujudkannya Ra" jelas Rani memohon
"silahkan-silahkan, kalian lakukanlah. Biar terasa plong" ucap Tiara
"memangnya kamu gak mau ikutan Ra" tanya Tania
"pantesan kamu bisa jalani hari-hari mu begitu plong Ra, apakah ini rahasianya"
"ia, sering menikmati segala keindahan dan mengagumi ciptaan sang Maha sempurna. Maka kamu akan merasa kita itu tiada apa-apanya" terang Tiara
"jadi kamu sering ketempat seperti ini Ra" tanya Rani
"tidak juga, kalau kita sudah terbiasa mengaguminya. maka ketika melihat rumput yang bergoyang saja mampu membuat kita takjub akan Kuasa Nya, nah begitu pun sebaliknya. jika hati kita telah begitu jauh dari Nya, maka keajaiban di depan mata pun tak akan mampu mengusik iman kita" jelas Tiara
"wah, wah. Luar biasa Ra, kata-kata sungguh menyindir perasaan ini" canda Rani
"berarti kita belum terlalu jauh dari Nya ya, soalnya kita masih bisa merasakan ketakjuban dari apa yang kita lihat hati ini" ucap Tania
"sebenarnya hati kita itu lembut, mudah tersentuh apalagi kita seorang wanita. " kata Tiara
"mbak-mbak, ayo kita lanjut perjalanan. Kalian pada kemana sih, mas nya jelasin pada menghilang saja"
"maaf mas, tadi seperti ada magnetnya ke arah sini. Jadi kita tertarik" canda Rani membela
__ADS_1
"kalian jangan sering memisah seperti ini, bahaya"
"tapi mas" Tiara menghentikan Rani dengan menutup mulut nya
"maaf kan kami mas, gak akan mengulanginya lagi" jelas Tiara
" kami kan yang bertanggung jawab di sini, mohon kerja samanya agar tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan" jelas mas Diko penanggung jawab perjalanan mereka
"kalian tau, islam masuk ke negara kita ini bagaimana" bercerita sambil berjalan
"sedikit mas"
"ya dari jalur perdagangan, salah satu dermaga yang pernah menjadi pusat perdagangan dan masuknya Islam itu di sini" mas Diko menjelaskan bagaimana tempat ini menjadi sejarah religi
"kok bisa ya mas" tanya Rani
"ya bisa lah, jalur perdagangan di negara kita kan mencapai ranah Internasional. Jadi dengan sering nya berinteraksi, mereka juga menyampaikan dakwahnya. bahkan ada yang memperistri orang setempat sehingga penyebaran Islam juga melalui jalur perkawinan kan mas" tambah Tiara
"betul sekali, itu pintar mbak nya" puji mas Diko memandang Tiara
"boleh lah kalau nambahin dikit mas" kata Tiara
"pasti kamu suka tentang peradaban islam ya"
"sangat suka mas, bahkan salah satu impian saja. ingin keliling dunia menjelajah peradaban islam yang sangat luar biasa kalau saya baca di berbagai sumber" cerita Tiara antusias
"ajakin kita juga lah Ra" pinta Tania
"insya Allah, jika Allah mengizinkan" jawab Tiara
"semoga Allah mengizinkan, aamiin" doa Tania
"aamiin" sambut Rani
"baiklah, kita lanjut perjalanan ya" ajak mas Diko
"kemana lagi mas" tanya Rani
"kita ziarah ke makam para wali, orang yang sangat berpengaruh pada penyebaran Islam di negeri kita ini" jelas mas Diko
"baiklah" jawab Rani yang juga antusias dan menikmati perjalanan ini
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju ke makam para wali, suasana hati semakin mantab untuk melangkah. seakan seperti batrai yang baru di cas, sangat terang. Ternyata hidup itu tidak hanya sebatas di jalani tetapi harus juga di nikmati agar kita tahu pasti rasa yang akan membuat hidup kita lebih berarti.
menikmati perjalanan dan di suguhi pemandangan yang asri dan udara yang masih segar membuat hati kini bersinar. Mereka sambil menikmati perjalanan sambil mendengarkan sejarah yang di suguhi oleh mas Diko membuat masing-masing mereka terhanyut dengan pikiran dan perasaan yang hanya mereka yang tahu. Betapa semakin mengagumkannya islam di mata mereka, kehadirannya dengan perdamaian tanpa pemaksaan. Dapat kita rasakan hingga saat ini bagaimana islam di negeri kita, sangat di cintai dan membawa perdamaian. Perjuangan para tokoh peradaban sangat pantas di kenang, sehingga makam para wali yang menjadi salah satu tokoh penyebaran peradaban islam sangat sering di kunjungi.