PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
pertemuan yang tak terduga


__ADS_3

Langkah kaki hanya mengikuti takdir semata


tanpa tau sebenarnya keinginan hati


namun hidup pasrah kepada peng-genggam asa


tiada langkah seindah cinta


menjalani segala takdir karena cinta


membuat semua terasa bermakna


biarkan diri menapaki langkah


menuju sang Maha Cinta


Tiara mempercepat langkahnya untuk melakukan cek in karena ia sedikit terlambat akibat sahabat-sahabatnya datang saat keberangkatannya. Mereka ikut mengantarkan Tiara sampai ke bandara jakarta dari kota mereka.


ternyata kasih sayang Nya begitu terasa karena hidupnya di kelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya


"kabari kami kalau sudah sampai ya Ra" ucap Rani dengan masih sesenggukan karena habis menangis


"ok" Tiara membentuk tangan huruf O dan K


setelah chek in, Tiara menuju ruang tunggu dan menenangkan diri dan meyakinkan langkahnya,


dapat di bayangkan seorang gadis yang belum berpengalaman pergi ke luar negeri seorang diri. Namun ia memantapkan langkahnya karena ia yaqin bahwa ada Allah yang selalu menjaganya. Sebelum berangkat ia melakukan sholat hajat, dengan berharap penjagaan dari sang Maha pelindung.


Lima belas menit berlalu, akhirnya pesawat yang akan membawanya pun mempersilahkan penumpangnya untuk memasukinya.


"Bismillah" Tiara memulai langkahnya. Menaiki pesawat dengan tujuan ke negara Turki yang saat ini banyak menawarkan beasiswa kepada putra putri Indonesia yang berprestasi.


Jakarta-istanbul akan memakan waktu kurang lebih 15 jam. Tiara menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan keluar jendela, terlihat hijau saat memandang ke bawah dan terkadang hanya terlihat awan yang membentang, Akhirnya Tiara pun tertidur setelah lelah melihat-lihat yang ada.


*****

__ADS_1


pesawat lepas landas di Istanbul, Tiara langsung di sambut oleh rombongan yang juga akan mengambil jalur beasiswa ke Turki, tepatnya di Universitas Istanbul. Di sinilah Hagia Sophia berada, kota Istanbul membentang melintasi selat Bosphorus di antara laut Marmara dan laut Hitam.


Saat ini Hagia Sophia hanya menjadi sejarah bahwa islam pernah jaya di kota ini pada masa Muhammad Ali Fatih, namun saat ini Hagia Sophia menjadi Musium sejarah yang dulunya berawal dari sebuah gereja dan di jadikan masjid pada saat penaklukan Konstantinopel. Itulah mengapa Tiara nekat untuk mengambil beasiswa yang di tawarkan kepadanya, karena ia begitu menyukai sejarah tentang perjuangan islam yang mana hal itu akan banyak ia dapatkan di Turki.


Pak Ahmad sudah menjadi penanggung jawabnya untuk menyelesaikan segala keperluan Mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di Universitas Istanbul ini. Jadi Tiara hanya tinggal mengikuti arahan dan petunjuk serta peraturan dari pak Ahmad.


"selamat datang Mahasiswa terbaik dari setiap kampus yang telah mengirimkan utusannya masing-masing ke kota ini. Jika ada sesuatu, jangan sungkan untuk bertanya" jelas Pak Ahmad kepada para mahasiswa


Setelah penjelasan dan pembagian tempat mereka pun di persilahkan untuk istirahat di apartemen nya masing-masing. Satu apartemen ada dua sampai tiga mahasiswa dari Indonesia, jadi mereka bisa saling berbaur dan sama-sama menimba ilmu di negeri sebrang.


Karena perjalanan yang cukup melelahkan, Tiara langsung merebahkan dirinya di kamarnya. Ia mengistirahatkan dirinya sejenak sebelum berbenah dan membersihkan diri.


"alhamdulillah ya Allah, akhirnya sampai juga" ucap syukur Tiara saat merebahkan dirinya di kasur yang empuk.


Teman satu kamarnya belum tiba, jadi saat ini ia masih sendiri di apartemen nya. Tiara bukanlah wanita penakut karena sendiri sudah biasa dalam hari-harinya.


tok tok tok


"assalamualaikum" ucap Naila


"Naila" mengulurkan tangannya memperkenalkan diri


"Tiara" menyambut hangat dengan senyuman manisnya


"alhamdulillah, ternyata teman satu kamarku seorang putri cantik" mengagumi kecantikan wajah Tiara yang terlukis indah pahatan sang Maha pencipta


"jadi kamu teman satu kamar saya, senang bertemu. Ayo silahkan masuk, pasti kamu lemahkan? " tanya Tiara mengakrabkan diri


"lumayan, perjalanan yang hanya duduk saja tetapi terasa melelahkan" jawab Naila


"Kamu dari mana, kok baru sampai jam segini? " tanya Tiara


"dari Aceh, kamu sendiri? " balik bertanya


"dari Riau, ya sudah besok lagi kita sambung. kamu kelihatannya sangat lelah" melihat wajah Naila yang terlihat lelah

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu saya masuk kamar dulu ya" sambil melangkah menuju kamar yang ada di depannya


Tiara pun masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri karena saat tiba tadi ia langsung merebahkan diri tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Dan setelah itu ia tidak lupa mengqoshor dan menjamak sholatnya sebagai rasa syukurnya terhadap penjagaan Tuhannya selama ini dalam hidupnya


"assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh, sahabat-sahabat ku tersayang. Alhamdulillah aku sudah sampai ni di Turki, kalian pasti sudah pada tidur kan, ya udah gak papa lanjutkan saja semoga kalian mimpi yang indah ya. Aku hanya memberikan kabar sesuai permintaan kalian" Tiara mengirim pesan di grup pengusaha muda


"baiklah, sudah melaksanakan janji dan saatnya istirahat" membaringkan tubuhnya ke arah kanan dan membaca doa tidur


tanpa menunggu lama, ia pun terlelap karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00.Untungnya Waktu di Turki lebih lambat sekitar 5 jam dari Indonesia sehingga ia bisa istirahat dengan cukup


*****


Mentari pagi memberi kehangatan, seperti hangatnya pelukan dan kasih sayang seorang ibu. Kerinduan begitu terasa memenuhi rongga dada. Begitulah perasaan Lutfi saat ini, sehingga ia begitu fokus untuk segera menyelesaikan tesisnya. Perpustakaan adalah teman setianya untuk menambah wawasannya tentang dunia sejarah yang sedang di gelutinya. Hagia Sophia adalah salah satu museum yang menyimpan buku-buku sejarah peradaban di Turki. Sebagai salah satu referensi untuk tesis Lutfi, hari ini ia sedang berkeliling melihat buku-buku yang ada. saat ia serius melihat buku dan memilihnya, Tiba-tiba sepasang mata yang tidak asing mengusik keseriusannya mengamati buku itu. mereka saling bertemu pandang dan menundukkan pandangan. Lutfi yang masih di selimuti penasaran mencari wanita itu ke rak buku seberang dan dia tidak menemukan sosok yang di carinya. ia melangkah mundur dan tanpa memperhatikan langkahnya


bruk


beberapa buku berjatuhan ke lantai


"Tiara, kamu kok ada di sini" terperangah karena rasa penasarannya terjawab sudah


"ustadz Lutfi" balas Tiara tidak kalah terkejut


"ternyata dunia ini terasa sempit ya" ujar Lutfi yang seakan takjub dengan pertemuan mereka


"ia ustadz, bagaimana kabarnya ustadz? " tanya Tiara


"alhamdulillah seperti yang kamu lihat saat ini tanpa kekurangan sesuatu apa pun" jawab Lutfi


"syukurlah kalau begitu" ucap Tiara


"bagaimana kalau kita ngobrolnya sambil minum, ada banyak pertanyaan yang ingin saya tanyakan ke kamu" ajak Lutfi


"baiklah ustadz, saya pun banyak ingin belajar cara bertahan di negeri orang ini" Tiara sambil mengambil bukunya yang tadi jatuh akibat Lutfi menabraknya


"biar saya bantu" Lutfi membantu Tiara menyusun kembali buku yang berserekan

__ADS_1


__ADS_2