
Mentari pagi menyapa dengan penuh kehangatan, bagaikan hangatnya cinta dan kasih sayang yang mengukir di hati seorang insan. Menyambut hari yang cerah ini Tiara sudah mulai menyibukkan dirinya sebagai seorang mahasiswa yang selalu antusias terhadap tugas yang di berikan oleh profesornya.
Perpustakaan adalah tempat yang paling favorit di kampus baginya, menghabiskan waktu berkutat dengan buku-buku yang selalu mencuri perhatiannya. Membaca termasuk suatu hobi yang sangat di gemari nya selain ingin menjadi penjelajah dunia.
Terutama sejarah Islam akan selalu membuatnya sampai menitikkan air matanya tanpa ia sadari, hanyut dalam penghayatan dan kerinduan kepada para pejuang yang begitu besar wujud cintanya kepada Islam. Ia merasa walaupun tidak bisa ada di saat-saat penting di dalam momen saat sejarah islam, namun dengan membaca kisah mereka membuat jiwa ini ikut merasakannya dan menjelajahi setiap peninggalan sejarah yang masih terjaga menjadi sebuah kekaguman tersendiri di hati Tiara. Hal yang paling membuatnya bahagia ketika ia melakukan sesuatu menambah kecintaannya kepada Tuhannya.
Ia mencari referensi tempat-tempat sejarah Islam yang akan selanjutnya ia kunjungi esok, karena besok adalah hari libur. Ia ingin melakukan banyak hal di negara ini yang akan menjadi awal perjalanannya di bumi Allah ini. Mengagumi dan bertafakur adalah caranya untuk mengobati lemahnya iman di dalam jiwanya. Bahkan saat ini ia menargetkan untuk menyelesaikan novelnya yang berisi tentang pesona ciptaan sang Maha Karya, mengisahkan tentang indahnya setiap yang tercipta olehnya. Perjalanannya ini akan semakin banyaknya ia menyaksikan ciptaan sang Maha Karya yang membuat hati berdecak kagum, maka nikmat mana lagi yang engkau dusta kan. Seandainya seluruh pohon yang ada di muka bumi ini kita jadikan pena dan seluruh air lautan di jadikan tintanya maka engkau tetap tidak akan mampu menulis seluruh nikmat Allah.
Kali ini Tiara akan mengunjungi galata tower yang merupakan menara kuno berbentuk silinder yang menjadi salah satu bukti sejarah di kota Istanbul, karena dulunya galata tower ini adalah bagian dari benteng koloni republik Genoa dan di bangun pada tahun 1348 yang terdiri dari 9 tingkat dan di lantai atasnya terdapat restauran dan juga cafe yang menawarkan panorama indah kota Istanbul dan juga selat Bosphorus dari atas.
*****
Lutfi mengisi hari-harinya dengan mengikuti aktifitas dakwah di sekitar Istanbul, menyumbangkan sedikit pengetahuan yang di milikinya dengan anak-anak yang ingin mengetahui tentang islam dan menceritakan sejarah tentang islam agar menumbuhkan bibit-bibit cinta tentang agama islam.
Dengan memberikan sedikit motivasi akan menyegarkan kembali jiwa yang sering rapuh. Lutfi mengamalkan sedikit-sedikit ilmu yang telah di dapatnya di dalam jalan dakwahnya.
" mas, tunggu sebentar" Bilqis sedikit berlari dan dia terjatuh akibat memijak sedikit ujung pakaian gamisnya
"Kamu gak papa Bilqis, kenapa harus berlari? " Mendekati tanpa mengulurkan tangannya untuk membantu
"Tidak bisakah mas Lutfi bantu saya untuk berdiri" mengulurkan tangannya ke arah Lutfi
"maaf, sepertinya kamu bisa berdiri sendiri" melihat keadaan Bilqis
"Dasar, dalam kesempatan seperti ini pun dia masih saja mengabaikan ku" Ucap Bilqis di dalam hatinya
"mas, aku mau tanya sekali lagi. Apakah aku tidak ada kesempatan untuk bersama mu?" Tanya Bilqis dengan wajah memelas
"Setelah aku melihat sikap paman kamu yang seperti itu, aku semakin yakin dengan keputusan ku Bilqis" Jawab Lutfi tegas, ia telah memaafkannya namun ia belum benar-benar sembuh dari luka itu
"maafkan paman ku mas," menunduk lemah
"Jangan hiasi cinta kita kepada makhluknya dengan nafsu, itu hanya menjerumuskan kita kepada hal-hal ke_zoliman" Pesan Lutfi
__ADS_1
"Saya akan bujuk paman untuk tidak seperti itu mas" Masih dengan menunduk
"Ya sudah, tidak apa-apa. Saya juga sudah memaafkan keluarga kamu, dan saya juga minta maaf tidak bisa memenuhi permintaan kamu" Jelas Lutfi
Mereka saat ini berada di jembatan galata, semilir angin akan melepaskan segala rasa yang sedang mereka alami. Memandangi air laut yang tenang di hiasi dengan putihnya burung camar membuat hati menjadi lebih tenang. Biarkan kesabaran bertahta di hati ini agar ia menjadi perisai diri yang akan mampu menghadapi berbagai hempasan ujian kehidupan yang akan menjadikan kita insan yang lebih baik lagi
"Makasih ya mas" Ucap Bilqis yang masih terus memandang ke depan tanpa melihat Lutfi
"Untuk? " Tanya Lutfi yang memang belum tau
"Waktu dan nasehat mas yang membuat Bilqis mengerti satu hal bahwa cinta itu harus suci dan tanpa harus di paksa"
"Kamu tau kenapa? " Tanya Lutfi
Bilqis hanya menggelengkan kepalanya
"Ya karena cinta itu suci, yang hanya bisa di rasakan kesuciannya oleh orang-orang yang menjaganya. Jika kamu mampu ke tahap itu, maka kamu akan menemukan cinta yang abadi"
"Seharusnya kamu sudah bisa merasakannya karena kita di jurusan yang sama, mempelajari sejarah akan menuntun kita melihat bagaimana kecintaan para sahabat dan pejuang Islam terdahulu mewujudkan rasa cinta mereka kepada Allah dan juga kekasihnya dengan ikut mengorbankan segalanya untuk agama yang sekarang kita cintai. Lakukanlah cinta kita dengan hal-hal yang mendatangkan cinta Allah yang kekal abadi" Ucap Lutfi panjang lebar
"mas tidak tau, kenapa saya berada di sini. Sebenarnya semua ini bukan keinginan saya" Jelas Bilqis
"Jadi"
"Saya hanya menjadikan semua ini pelarian saja mas"
"Dari"
"Orang tua saya menjodohkan saya dengan rekan kerjanya karena alasan perusahaan yang sedang dalam kesulitan" Dengan nada sedih
"Oh, begitu. Pantesan kamu kuliah seperti santai saja"
"Ya hanya karena ada mas yang buat Bilqis selalu semangat kuliah, " Senyum Bilqis
__ADS_1
"Jadi paman kamu tau semuanya"
"Tau, tetapi paman lebih bisa mengerti aku. Dia begitu menyayangi ku, sehingga dia tidak ingin melihat aku sedih".
" Dan melakukan segala cara"
"Ia, mas lihat aja sendiri. Paman tidak memiliki anak, sehingga saya begitu di sayangi nya"
Lutfi mengangguk-anggukkan kepalanya mulai mengerti dan memahami.
Senja mulai menyapa sehingga kedua insan ini saling berpamitan ke rumahnya Masing-masing dengan perasaan yang sudah semakin baik
*****
Tiara menaiki lift untuk bisa sampai ke puncak Galata Tower, jalur menuju puncak Galata Tower ini terbilang sempit namun semua akan terbayar dengan tawaran pesona panorama-panorama Istanbul dan Bosporus yang begitu indah terlihat dari puncak Galata Tower.
setibanya Tiara di puncak, ia merentangkan kedua tangannya selebar mungkin dan membiarkan angin membelai lembut tubuhnya, melepaskan segala rasa yang mengekang di jiwa dan mensyukuri dengan apa yang ada saat ini. Inilah cara Tiara untuk membuat hidupnya menjadi lebih fresh kembali. cukup pagi ia pergi ke Galata Tower ini karena ini hari libur yang akan memungkinkan banyaknya pengunjung yang akan datang, karena Galata tower saat ini juga menjadi tempat yang populer dan sangat di minati untuk di kunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
"assalamu'alaikum warohmatullahi wabarkatuh" Tiara video call bersama sahabat-sahabatnya
"wa'alaikumsalam salam Ra, " jawab Rani
"lihatnya, aku akan jadi wakil kalian melihat indahnya negeri ini" memutarkan handphone ke segala penjuru memperlihatkan panorama yang indah dari atas Galata Tower
"wah, Tiara. bawa kami ke sana nanti ya"
"sekarang aja susul ke mari, gak asik ni kalau kalian gak ada juga di sini"
"serius lah Tiara"
"emang aku sering gak serius ya"
mereka merencanakan sesuatu yang akan merek lakukan kedepannya dengan canda dan tawa khas mereka yang membuat Tiara semakin bahagia
__ADS_1