
"kamu dapat di mana Ra" tanya Wulan setelah melihat papan pengumuman
"alhamdulillah saya dapat di yayasan pendidikan agama Islam Wulan, kamu di mana? " tanya Tiara balik
"aku di mana ya, bukannya nama kita berdekatan Ra. " mencoba membuat Tiara penasaran
"jangan bilang kita sama Wulan"
"kalau ia, kenapa Ra"
"ya bagus lah, gimana sih"
"sayangnya aku di YPAI Ra, "
"dimana itu Wulan"
"di Yayasan Pendidikan Agama Islam"
"alhamdulillah, ya Allah Engkau baik sekali kepada kami" mereka pun berpelukan
"yuk kita ke aula, kita di suruh kumpul Wulan"
"ayuk, dengan senang hati"
Berjalan menuju aula kampus melewati beberapa kelas, para mahasiswa yang seangkatan mereka sudah berkumpul dan pembekalan pun di mulai. Para mahasiswa memperhatikan dosen yang menyampaikan peraturan dan harapan kepada mahasiswa magang yang tentukan bertugas membawa nama baik kampus mereka.
"baiklah, buat mahasiswa magang tahun ini. Bapak ucapkan selamat bertugas dan semoga sukses selalu mengemban amanah yang di berikan. selanjutnya, kalian temui dosen pembimbing masing-masing dan mengambil surat tugas menuju ke tempat yang telah di tetapkan pihak kampus yang tertera di papan pengumuman. Bapak akhiri wassalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh" menutup pertemuan hari ini
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" jawab mahasiswa yang mengikuti pembinaan
para mahasiswa membubarkan diri dan menuju ruang pelayanan untuk mengambil surat tugas mereka dan pergi menemui dosen pembimbing untuk menuju tempat tugas mereka masing-masing
"assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh buk" Tiara dan Wulan mengetuk pintu ruangan buk Winda, dosen pembimbing mereka
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, masuk"
"jam berapa kita berangkat buk," tanya Tiara
"satu jam lagi ya, nanti ibu hubungi kalau ibuk sudah selesai" jelas buk Winda
"baik buk, kami permisi buk. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" mereka meninggalkan ruangan buk Winda
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" jawab buk Winda
Saat mereka keluar dari ruang buk Winda tiba tiba-tiba Tiara yang sedang berjalan di tabrak
"maaf, maaf" mengutip buku yang jatuh berserakan di lantai
"kak Yosi" membantu mengutip buku
"waduh, biasa adegan seperti ini awal pertemuan yang mengesankan terhadap jodoh. begitu banyaknya pria di kampus ini, kenapa kak Yosi sih" ucap Wulan asal
"mungkin kita jodoh" jawab Yosi
seketika suasana menjadi hening
__ADS_1
"kakak kenapa bawa buku banyak sekali," memecah suasana hening
"Kakak mau mengembalikan ini ke perpustakaan, tadinya buat referensi skripsi" jelas Yosi
"oh gitu, jadi kapan sidangnya Kak"
"insya Allah minggu depan, kalau kalian gak sibuk. jadi saksi Kakak lagi ya" tawar Yosi
"mau sih Kak, tapi kami lagi magang. Kira-kira bisa gak ya" ucap Tiara sambil berdiri
"kalau gak bisa gak papa, nanti saat wisuda Kakak harus hadir ya" senyum Yosi mencairkan suasana yang lagi pada mikir
Tut tut tut
"assalamu'alaikum ma, ada apa.Kakak masih ada tugas di kampus" menjawab telepon bu Yeni
"apa, jadi sekarang di mana? " panik Yosi
"ya sudah, Kakak ke sana sekarang" Yosi berlari tanpa menghiraukan Tiara dan Wulan lagi
"aneh, ada apa sebenar nya ya." pikir Tiara yang juga bingung, ia merasa ada kejadian yang menimpa keluarga Kak Yosi. Ia segera mengambil handphone nya
"kalian masih di sini, ayo kita berangkat" ajak bu Winda
"ia buk, " sambil menuju tempat parkir
"kalian tau lokasinya kan? " tanya bu Winda
"tau buk"
"kalau begitu kita ketemu di sana aja ya, ibu sambil ada tugas yang mau di antar sebentar" menuju ruang rektor
"gimana Ra, di angkat" tanya Wulan yang melihat Tiara berulang kali menelpon Yosi
"sebentar lagi Ra, mungkin Kak Yosi sedang di jalan ada hal mendesak yang harus di selesaikan" hibur Wulan yang melihat Tiara gelisah
"semoga saja tidak ada apa-apa" ucap Tiara
"aamiin"
Mereka melanjutkan perjalanan menuju Yayasan Pendidikan Agama Islam, di perjalanan mereka hanya terdiam masih terlihat wajah Tiara yang masih gelisah
"sini Ra, biar aku yang bawa. Aku khawatir lihat kamu seperti itu" pinta Wulan
"baiklah, maafkan aku Wulan. " memberhentikan kendaraan mereka di pinggir
"kenapa harus meminta maaf, sudah kamu banyak doa. Biar semua urusan kita lancar dan kita bisa segera pulang" kata Wulan
"ia Wulan, kalau begitu kamu laju bawanya ya" pinta Tiara
"siap, kamu pegangan yang erat ya" melajukan kendaraan yang di bawanya
"sampai sudah"
"yuk kita ke ruangan kepalanya langsung" ajak Tiara
__ADS_1
"bentar Ra, kita tunggu buk Winda dulu. Kalau kita bisa sendiri untuk apa dosen pembimbing Ra" jelas Wulan menahan langkah Tiara yang ingin segera masuk saja
"oh iya, maaf, maaf"
"tenangkan diri mu Ra, sabar ya. coba telfon sekali lagi Ra, mana tau di angkat"
Tiara memencet tombol handphone sekali lagi
"assalamu'alaikum Kak, ada apa" telfon nya tersambung
"alhamdulillah, Tiara dari tadi khawatir sebenarnya terjadi apa"
"iya Kak, waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" menutup telpon nya
"gimana Ra, aman" tanya Wulan
"alhamdulillah aman,"
"emang nya ada apa Ra"
"kata Kak Yosi gak bisa di jelasin dari handphone, jadi nanti ke rumah katanya"
"oh gitu, yang pentingkan gak kenapa-kenapa ya"
"ia Wulan, makasih ya"
"untuk apa"
"buat aku tetap tenang"
"itu kan gunanya sahabat, memberikan ketenangan saat kegelisahan dan selalu membawa kedamaian untuk dunia"
"kamu bisa aja kalau di puji"
"lihat, buk Winda datang" melihat buk Winda yang turun dari mobilnya dan mengarah ke Tiara dan Wulan
"ayo" ajak buk Winda
mereka masuk ke sekolah yang terbilang cukup luas, karena sekolah ini Yayasan yang berdirinya cukup lama dan juga banyak mengelola jenjang pendidikan bahkan dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai sekolah jenjang atas. Jadi tidak heran Yayasan ini cukup Luas. Tatanan ruangannya cukup rapi dan berarsitektur ala ketimuran, biasanya kalau pakai arsitektur seperti ini ada beasiswa nya ke luar negeri
"kalian siap menjalankan tugas" tanya buk Winda yang membuyarkan pandangan kami yang asik mengamati sekeliling
"insya Allah buk, mohon bimbingannya" jawab Tiara
"santai saja, jangan terlalu kaki yang membuat kita terlihat profesional. Bukankah kita sudah belajar dan saatnya mempraktikkannya di dunia nyata" jelas buk Winda sambil berjalan
"baik buk"
"buk, Tiara boleh bertanya? "
"silahkan"
"kenapa kami di tugaskan langsung praktek mengajar di tingkat atas buk, alangkah baiknya dari tingkat bawah dulu buk" Tanya Tiara
"agar lebih menantang, kalau tingkat bawah. Ibu yakin kalian tidak perlu magang lagi, langsung terjun saja nanti" jelas bu Winda
__ADS_1
"assalamu'alaikum pak" mengetuk ruang pak Muslimin
"wa'alaikum, eh ibu Winda. Silahkan masuk Buk" mempersilahkan buk Winda masuk dan di ikuti oleh Tiara dan Wulan. Tanpa harus menjelaskan panjang lebar kepada pak Muslimin lagi, karena setiap tahunnya dari kampus mereka selalu mengirimkan mahasiswa magang ke Yayasan ini.