
Sebagaimana biasanya seperti pasangan yang lain yang baru menikah, malam pertama bersama pasangan adalah malam yang lumayan menegangkan. Dinginnya udara malam membuat suasana semakin merindukan kehangatan yang telah dihalalkan. Selesai sholat isya, Lutfi menyempurnakan sunah-sunah yang diajarkan oleh baginda nabi dalam memulai mahligai rumah tangga. Menjadi imam untuk Tiara dalam salat sunnah dua rakaatnya setelah itu mencium kening Tiara disertai untaian doa-doa, yang berharap kepada sang Maha Cinta meridhoi setiap percikan cinta di antara mereka. Lutfi semakin yakin bahwa jodoh itu telah tertulis dan tidak bisa tertukar dengan yang lainnya walaupun kita berusaha untuk menghindarinya. Ketika cinta yang selama ini ia idamkan, ia titipkan kepada sang Maha penggenggam hati setiap hamba dan yakin bahwa suatu saat akan hadir sosok bidadari yang namanya telah tertulis di lauhmahfudz menjadi pendamping perjalanan cintanya menuju sang Maha Cinta.
Wajah Tiara begitu pucat dan tangannya begitu dingin. Lutfi yang melihat hal itu menjadi khawatir dan bertanya kepada Tiara
"kamu kenapa sayang, kok wajahmu pucat dan tanganmu dingin sekali" sambil menggenggam tangan Tiara
Tiara masih dengan wajah menunduk dan diam, entah mengapa perasaan takutnya begitu dalam sehingga membuat tubuhnya menjadi keringat dingin rasanya.
"Ra, Tiara? " panggil ustadz Lutfi sambil menyentuh wajah Tiara. mengangkat wajahnya agar melihat Lutfi yang sedang bertanya kepadanya
"ia ustadz" jawab Tiara
__ADS_1
"kamu tidak apa-apa kan? " tanya ustadz Lutfi lagi
"tidak apa-apa ustadz" jawab Tiara
"kok tangan kamu dingin sekali dan wajah kamu pucat" khawatir Lutfi
"ia ustadz, mungkin kelelahan." jawab Tiara.
Tanpa berpikir panjang Lutfi langsung mengangkat tubuh kecil Tiara ke atas ranjangnya dan menyelimutinya dengan penuh kasih sayang.
"makasih ustadz" balas Tiara terhadap tindakan yang di lakukan Lutfi. Sebenarnya hatinya berbunga-bunga karena ada sosok pangeran tampan yang sedang mengangkatnya seperti di sinetron yang kadang ia tonton. Terasa seperti mimpi saat ini ia rasakan.
__ADS_1
"ia, sekarang kamu istirahat dulu biar saya buatkan teh hangat. Biar tubuhmu ada tenaga lagi" ucap Lutfi sambil mengecup kening Tiara. Hatinya pun berdesir mendapat perlakuan seperti itu, kini cinta yang selama ini ia jaga kesuciannya mulai ternodai dengan kehadirannya Lutfi dalam hidupnya. Noda yang tidak perlu dikhawatirkan kehadirannya karena hal itu telah halal berada di dalam hatinya. Bukan cinta yang memilihnya tetapi sang Maha cinta yang memilihnya untuk dicintai. Bersama mengarungi samudra cinta menuju sang Maha Cinta yang menjadi cinta abadi selamanya.
Tidak lama kemudian Lutfi datang dengan segelas teh hangat dan langsung membangunkan Tiara yang terlihat sedang memejamkan matanya namun hatinya menata niatnya sebaik mungkin agar semua yang akan dijalani kedepannya mendapat ridho dari sang Maha Kuasa. karena saat ini Allah telah menghadirkan sesosok insan yang akan menemaninya menapaki samudra cinta yang abadi itu.
"sayang, ayo diminum tehnya" membangunkan Tiara sambil mendekatkan gelas kehadapan Tiara
Tiara yang tidak tidurpun langsung membuka matanya dan perlahan duduk dan mengambil setelah teh yang telah di buatkan oleh suaminya.
"Gimana Ra, udah mendingan. Mau saya buatkan bubur gitu, atau apa biar kamu makan. saya lihat kamu tadi makan pun sedikit sekali" ucap Lutfi
"gak usah ustadz, di bawa istirahat saja. InsyaAllah besok mendingan" jawab Tiara yang tidak nyaman jika dirinya merepotkan orang lain, ya walaupun Lutfi saat ini sudah menjadi suaminya.
__ADS_1