
bukit berbaris begitu indah mata memandang
mengundang rasa cinta kepada sang Pencipta Alam
betapa mahir membentangkan alam
gunung tanpa tiang
langit tanpa gantungan
di hiasi awan bertebaran
matahari mulai keluar dari peraduannya menghangatkan jagad raya
Tiara, Rani dan Tania sedang bersiap untuk berangkat mendaki puncak gunung di seberang kotanya. Agenda itu sengaja di buat Tiara untuk karyawannya yang telah banyak berkontribusi untuk toko butiknya hingga bisa berkembang sampai saat ini. Ia mengajak mereka sebagai hadiah dan mewujudkan impiannya untuk mendaki. Karena toko sudah memiliki karyawan baru dan lagi liburan kampus dengan mengakrabkan kedekatan mereka dengan senang hati melakukan agenda yang telah mereka sepakati.
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" ucap Tiara Video Call Rani
"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh Tiara" jawab Rani dan Tania di seberang sana
"kalian di mana, kok belum sampai. Ini mobil sudah menunggu dari tadi, jangan lama-lama nanti kesiangan"
"ia Ra, jemput Tania dulu." bela Rani
"kalian sih, mau mendaki atau cari jodoh. pasti makeup an dulu kan, jadi lama"
"sambilan Ra, maklum. Kita udah capek menjomblo Ra" potong Tania
"ya udah cepetan, kasian abang supir nunggu. Nanti keburu di ambil orang, kalian gak kebagian"
"ok Ra, siap. Kami segera mendarat ke alamat tujuan, assalamu'alaikum" ucap Rani menutup pembicaraan
"waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
Tanpa di sadari abang tukang supir tersenyum melihat Tiara
"abis ngomongin siapa dik? " tanya bang Supri
__ADS_1
" maaf ya bang, tadi cuma bercanda kok. boleh ya" jelas Tiara
"beneran juga gak papa dik, abang juga sidang bosan dalam ke jomblo an. Kalau situ masih sendiri, bolehkah abang menumpang ngantri" godean bang Supri
"satu titik dua koma. Tiara ini sudah ada yang punya." balas Tiara dengan candaannya
Tidak lama kemudian, muncullah Rani dan Tania dengan wajah terlihat balutan make-up sehingga terlihat agak berbeda yang membuat Tiara tertawa
"kenapa Ra? " tanya Tania
"enggak apa-apa. Kalian cantik, sampai gak kenal lagi kita"
"kamu ya Ra, tertawa aja terus sampai puas" ucap Rani
"jangan marah kawan, beneran kalian cantik. Hanya saja, aku tidak terbiasa melihat kalian seperti ini terasa berbeda dan lucu. Bukannya kakak-kakak ku ini biasanya bergaya tomboi dan gimana gitu ya"
"jadi naik tidak neng" celah bang Supri yang sudah merasa bosan menunggu
"oh, maaf bang. Jadi lah, Jangan marah ya bang" kata Tiara
begitu indah sekeliling jalan yang terlewati. sejauh mata memandang sawah terbentang luas, namun jalanan mulai mendaki meninggalkan pematang sawah milik warga setempat. Melihat jalanan yang mulai berliku dan menanjak membuat hati semakin takjub dengan indahnya alam sekitar yang terbentang dan di suguhi air terjun kecil yang mengalir ke sawah warga serta udara yang masih begitu segar.
"sungguh, nikmat Tuhan mu mana lagi yang kau dusta kan." ucap Tiara merasa bersyukur di beri kesempatan menikmati indahnya lukisan sang Maha Karya yang begitu sempurna
"belum lagi kalau sampai di puncak neng, Masya Allah begitu indah" jawab bang supri yang mendengar ucapan Tiara
"iya bang,"
Satu jam perjalanan mengendarai mobil yang mengantar mereka ke pinggang gunung akhirnya tiba di pos dua. Mereka pun turun dan membawa perlengkapan mereka masing-masing, mereka belum pernah mendaki maka mereka memakai jasa Porter (pemandu perjalanan sekaligus membantu membawa barang).
Mendaki gunung lewati lembah, mengalir anak sungai menjadi pemandangan yang luar biasa bagi kita yang baru pertama kali. Jalanan mulai menanjak dan berliku, namun tidak terasa begitu lelah karena udara begitu segar dan di suguhi pemandangan di seberang gunung seperti lukisan yang begitu sempurna. sekitar satu jam lagi perjalanan pos ketiga pun akhirnya sampai.
"gimana masih kuat? " tanya kak Rangga selaku Porter mereka
"masih Kak" jawab Tiara yang masih terlihat semangat sedangkan Tania dan Rani terlihat mulai kelelahan.
"berapa jam lagi sampai puncak Kak" ucap Rani
__ADS_1
"ada dua pos lagi yang berjarak sekitar satu jam perjalanan, setelah itu puncak yang akan membayar semua kelelahan kalian dengan pemandangan yang menakjubkan." Kak Rangga memberi semangat
"baiklah Kak, ayo kita lanjutkan" semangat Tania mulai kembali
"iya Kak, gak sabar rasanya pengen sampai ke puncak" tambah Tiara antusias
saat mereka tiba di pos selanjutnya, mereka di suguhi danau abadi. Konon katanya, siapa yang datang ke sana bersama pasangannya maka hubungannya akan abadi.
"kita istirahat dan makan siang dulu di sini, biasanya pendaki akan memulai pendakian lagi setelah Asar. Jadi, saat mata hari terbenam kita bisa lihat di puncak." Jelas Rangga
"siap Kak" jawab mereka
Mereka membentangkan tenda dan melakukan hal yang ingin mereka lakukan. Ada yang menyediakan perbekalan mereka, ada yang sibuk mendirikan tenda. Setelah semua selesai mereka menikmati pemandangan alam sekitar, tentu saja masih dengan berdecak kagum.
"kalian tidak istirahat?" tanya Rangga yang melihat mereka asik memandangi danau yang di tumbuhi dengan bunga-bunga teratai yang bermekaran
"ini kan lagi istirahat Kak" ucap Tiara tanpa memalingkan wajahnya dari pandangannya melihat danau
"ok, baiklah. Yang penting kalian fit nanti saat mendaki"
"siap Kak"
setelah terasa matahari mulai turun, mereka pun menunaikan kewajiban untuk sebagai wujud pengabdian dan penghambaan kepada sang Pencipta. Usai berdoa mereka melanjutkan perjalanan, walau pun mereka belum berpengalaman namun karena rasa takjub dengan apa yang mereka rasakan sehingga membuat mereka tetap semangat hingga tiba di puncak.
"alhamdulillah, akhirnya kita sampai" ucap Rani yang terlihat bercucuran keringat dan wajah merah
"Masya Allah, nikmat mana lagi yang kau dusta. gunung di tinggikan, bumi diratakan" tambah Tiara yang terlihat kagum memandang sekelilingnya.
Dari atas puncak gunung terlihat jalanan yang berliku dan di seberang sana terlihat lagi bukit-bukit berbaris rapi dan yang tidak kalah eksotis nya matahari yang terlihat di telan oleh bumi dengan perlahan.
"ayo, semuanya masuk ke tenda ya. Waktu magrib seperti ini tidak di anjurkan untuk berkeliaran atau pun di luar tenda" jelas Rangga
"baik Kak" ucap Tania yang terlihat takut dan bergegas mengajak Tiara dan Rani untuk masuk ke tenda yang sudah di tegakkan
suara jangkrik menemani malam yang sunyi, namun api unggu yang di buat bersama team yang lain mampu mengusir rasa dingin yang menyelimuti para pendaki. Sambil menikmati pemandangan di malam hari mereka juga sibuk menyediakan makanan untuk mereka makan malam ini.
Pemandangan di malam hari juga menarik, mereka di suguhi dengan bukit-bukit seperti pohon yang di kelilingi kunang-kunang. karena disaat siang hari bukit yang terlihat hijau membentang ternyata pada malam hari terlihat lampu yang menyala sehingga terlihat indah.
__ADS_1