
hati adalah raja
penentu baik buruk dalam diri kita
begitu pula cinta
jika terlahir dari hati yang tulus
maka kesucian cinta akan tetap terjaga
begitulah kiranya seorang wanita mencoba menjaga hatinya untuk sang Maha Cinta, pemilik cinta dan peng-genggam nyawa.
janganlah kau usik lagi tentang ketetapannya karena itu sudah yang terbaik untuk kita
di sepertiga malamnya ia habiskan dengan ber manja dengan sang belahan jiwa
namun dia tersungkur memohon ampunan Nya
sering kali melupakan dan melakukan kesalahan yang sama
apalah daya, hanya manusia yang hina
hasrat ingin menjadi kekasih yang di cinta
namun belum mampu membalas cintaNya yang teramat agung
izinkan hamba belajar mencintaiMu ya Robb
maafkan aku yang sering melupakanMu
peluk dekap hamba dengan kasihMu
karena hamba selalu merindu akan manisNya
mencintaiMu
setelah puas ia meluapkan segala rasanya
ja pun melantunkan ayat-ayat cinta dari Tuhannya
hal itu ia lakukan sampai kumandang suara azan subuh memanggil
suara ayam sudah menjadi pertanda bahwa akan di mulainya kehidupan di hari yang baru. setelah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi ujian semester pertama kalinya menjadi mahasiswa, tidak menutup kemungkinan Tiara merasakan degup jantung yang kian kencang
"Ya Allah, mudahkanlah urusan hamba hari ini dan kedepannya. Aamiin"
ia mengulang pelajarannya lagi setelah sholat subuh dan bersiap menuju kampus UNINDRA dimana ia akan meraih cita-cita nya menjadi sebuah kenyataan
Tidak kalah persiapannya dengan Arya kusuma, semenjak hadirnya Tiara dalam hidupnya membuatnya berubah. Ia giat mengulang pelajarannya, namun ia merasa kepalanya tiba-tiba sakit dan pandangannya membayang. Ia merebahkan dirinya sebentar dan ia merasa lebih baik. ia Pun segera bergegas menuju ke kampus karena takut terlambat dan tidak di izinkan masuk. Karena kampus UNINDRA adalah salah satu kampus ternama di kotanya yang terkenal dengan kedisiplinan nya.
"gimana Wulan kamu sudah siap" saat berpapasan di parkiran
"Insya Allah, siap. Kan udah belajar dengan ibu Tiara" jawabnya
"semoga Allah memudahkan semuanya ya Wulan"
"aamiin" Arya pada Tiba-tiba muncul dari belakang mereka
"Arya, kamu buat orang terkejut aja. emangnya kamu udah belajar? " tanya Wulan
__ADS_1
"alhamdulillah sudah, kan biar bisa bersanding dengan siswa terbaik harus pintar juga"
"jangan salah niat, entar sia-sia lo" jelas Tiara
"siap cinta, akan ku tata niat ini hanya untuk padamu seorang"
"astaghfirullah, di bilangin makin di canda in. terserah kamu lah Arya, aku capek menghadapi mu. " memasuki ruangan dan mencari nomor yang sesuai dengan kartu ujiannya
para mahasiswa antusias mengikuti ujiannya, apalagi mahasiswa baru yang untuk kali pertamanya mengikuti ujian seperti ini.
"wah, ini mah soalnya sedikit tetapi jawabannya butuh penjelasan dan contoh. Dan satu pertanyaan, muncul lima cabang penjabaran" ucap Tiara sendiri melihat soal yang telah di bagikan.
setelah selesai mata kuliah pertama Tiara mencari Wulan karena ingin mengajaknya sarapan di kantin, tetapi ternyata malah Yang ketemu Kak Yosi
"cari siapa Ra? " tanya Yosi tiba-tiba
"oh Kakak, kirain siapa. Ini Tiara lagi nunggu Wulan"
"gimana tadi ujiannya, lancar? "
"alhamdulillah Kak, yang di pelajari keluar semua. Ya, walaupun ada satu dua pertanyaan yang butuh nalar kita"
"syukur lah"
tidak beberapa lama kemudian Wulan pun keluar dari ruangannya
"yuk kita sarapan, banyak mikir buat perutku tambah keroncongan" ucap Wulan
"jadi kalian belum pada sarapan? " tanya Kak Yosi
"belum Kak, " jawab mereka berbarengan
"ia sih Kak, maklum terlalu semangat menghadapi ujiannya Kak. Jadi lupa sarapan" jawab Wulan
"ya udah ayuk cepat ke kantin, ke buru masuk lagi ujian selanjutnya"
mereka pun melangkahkan kaki menuju kantin dan memesan menu favorit mereka masing-masing
"Kak, boleh gabung" ucap Arya kepada Yosi
"silahkan" ucap Yosi
"Bu, aku pesan satu sama seperti Tiara ya"
"maaf gan, yang sama seperti Tiara gak ada"
"ih, si ibu doyan bercanda juga rupanya"
"iya lah, biar awet muda"
"Kak, boleh minta sesuatu? " tanya Arya memandang Yosi
"apa itu" jawab Yosi
"tapi Kakak harus kasih ya"
"tergantung"
"marilah Kak kalau tergantung"
__ADS_1
"ya enggaklah"
"kok bisa? "
"orang gantung nya di bawah pohon terong"
"hahaha, ternyata Kakak bisa juga ya"
"emang kamu mau minta apa? " tanya Yosi lagi
"minta Tiara jadi putri di Kerajaan hatiku"
"kalau itu, maaf. Titah baginda tidak dapat saya laksanakan"
"mengapa? "
"karena baginda harus berusaha sendiri untuk meraihnya"
"kalian cerita apa sih, aku kok jadi geli dengernya" Tiara memotong pembicaraan mereka agar tidak di lanjutkan
akhirnya mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing dan tidak lama kemudian belum tanda masuk pun berbunyi
*****
"alhamdulillah akhirnya selesai juga ujian hari, sungguh melelahkan tapi memuaskan " ucap Wulan sambil mereka menuju ke parkiran
"kamu jadi kan nanti nginap di rumahku Wulan"
"insya Allah Ra, tunggu papa ku pulang kerja dia baru bisa ngantar aku. "
"ya udah, sampai ketemu nanti ya. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
mereka pun berpisah menuju rumah mereka masing-masing
ketika para mahasiswa sedang sibuk menghadapi ujiannya, begitu juga dengan Lutfi yang juga sibuk untuk menyiapkan proposal skripsinya yang mengharuskan ia mondar-mandir di kampusnya demi mendapatkan persetujuan judul dari dosen pembimbingnya.
terkadang kita hidup itu harus punya target agar kita antusias menjalani hari-hari kita kedepannya. apalagi target kita adalah sesuatu hal yang indah, begitulah yang di rasakan Lutfi. Agar hubungannya dapat di perjelas dan bayangannya dapat menjadi kenyataan dan menggenggam tangannya adalah kehalalan maka ia harus segera meraih gelar sarjana nya karena itu permintaan ummi nya tercinta
"gimana judul saya pak? " tanya Lutfi
"di Terima, judulnya bagus dan menarik"
"alhamdulillah, Terima kasih Pak. Akan segera saya buat proposal nya Pak"
"di tunggu"
"baiklah Pak, saya permisi sekarang ya Pak. assalamualaikum"
"wa'alaikum salam"
Lutfi pun menuju perpustakaan umum untuk mencari buku-buku referensi yang di butuhkan nya untuk skripsi nya dan tidak lupa juga ia membeli beberapa kitab yang berkaitan dengan judulnya di toko buku yang ia lewati
sesampainya di rumah ia melaksanakan sholat duha sebagai wujud rasa syukurnya kepada sang Maha pemurah yang telah memudahkan setiap urusannya. setelah itu ia berkutat di kamarnya menyusun proposal yang akan di seminar kan.
"ya Allah, semoga aku wisuda sudah ada yang halal untuk ku gandeng tangannya mendampingiku, aamiin" harapnya dengan tersenyum sendiri
ya begitulah jika kita sedang terkena virus cinta, membuat orang tersenyum sendiri dan melakukan hal aneh lainnya
__ADS_1