
setelah suasana terasa santai dan tidak terlalu canggung lagi Yosi pun terus bertanya tentang Tiara, nia ingin mengetahui siapa sebenarnya Tiara
"kamu ada berapa bersaudara Ra? "
"tunggal Kak"
"tinggal sama siapa sekarang? "
"sama Allah aja Kak"
"orang tua kamu? "
"sudah di alam yang berbeda Kak"
"maaf, Kakak tidak tau"
"gak papa Kak, emang seperti itu kenyataannya"
"jadi kamu gak ada saudara dari keluarga ayah atau ibumu? "
"ada sih Kak, cuman jauh. alhamdulillah di sini Tiara udah punya toko sendiri, jadi sayang mau di tinggalkan"
"katanya Kakak ada hal penting yang mau di bicarain, perasaan dari tadi gak ada hal penting yang kita bicarakan Kak? "
"ada, semua yang kita bicarakan itu penting Ra. apa lagi tentangmu, semua penting bagi Kakak"
"seriusan Kak, Tiara untuk bisa kesini banyak hal yang udah Tiara korbanin lo Kak, please jangan buat Tiara kecewa"
"Kakak serius Ra, sebenarnya Kakak itu pengen tau banyak tentangmu karena Kakak penasaran sejak melihatmu pertama kali. makanya untuk menghilangkan rasa penasaran Kakak, ngajak bertemu langsung denganmu. "
"memangnya ada apa dengan Tiara Kak? "
"setelah bercerita tentang mu, Kakak jadi sudah tau jawaban yang selama beberapa hari ini mengganggu pikiran Kakak"
"apa an sih Kak, jadi penasaran. "
"sebenarnya Ra, "
"iya, sebenarnya apa Kak, "
"tapi kamu jangan marah ya Ra, mungkin hal ini gak penting bagi kamu. tapi bagi Kakak penting kali Ra, "
"iya Kak, bilang aja"
"sebenarnya kamu itu mirip sekali dengan adik Kakak yang telah hilang Ra, "
"hilang gimana Kak,"
"dia hobbynya touring Ra, tepatnya tiga tahun yang lalu. dia bersama teman-teman nya mengadakan touring pendakian ke puncak, namun setelah seminggu muncul berita bahwa ada salah satu gadis remaja yang sedang mendaki bersama rombongan nya yang terpisah dan belum di temukan sampai saat ini Ra. "
"sabar ya Kak"
"dia adik Kakak satu-satunya, kami begitu akrab. biasanya kami selalu melakukan perjalanan bareng, tapi saat itu Kakak sibuk ujian akhir sekolah. Kakak begitu menyayangi nya Ra, " sambil memandang Tiara dengan penuh kerinduan dan pengharapan
Yosi begitu merindukan adiknya dan berharap yang ada di hadapannya saat ini adalah adiknya
"memang kehilangan orang yang kita sayangi itu tidak mudah Kak, apalagi dia adalah satu-satunya yang kita punya. Tiara bisa merasakan apa yang Kakak rasakan" saling menguatkan
"Ra, boleh gak Kakak minta satu permintaan ke Tiara? "
__ADS_1
"silahkan Kak, selagi Tiara bisa bantu" jawab Tiara yang tidak tega melihat Yosi yang terus tertunduk menahan perasaannya
"bolehkan Kakak menyayangimu sebagai adik Kakak? " sambil menatap Tiara dengan wajah memohon
suasana seketika hening dan membisu. Tiara yang bingung harus bilang apa dan harus bagaimana.
"Kakak akan bawa kamu ke rumah orang Tua Kakak, kalau kamu mau anggaplah mereka orang tua kamu juga. mereka pasti senang"
"boleh Kak? " spontan karena merasa tidak percaya
"kalau kamu setuju sekarang kakak bawa kamu ke rumah" jelas Kak Yosi yang senang melihat Tiara yang juga senang
"boleh Kak, hitung-hitung silaturahmi nambah saudara Kak. dikota ini Tiara sebatang kara, jauh dari saudara. pastinya Tiara senang kalau bisa nambah saudara"
"kalau begitu Kakak nunggu di sini aja atau bagaimana, Tiara gak mungkin bawa Kakak ke rumah karena Tiara kan tinggal sendiri. nanti pandangan orang lain Kak,Tiara mau mandi dulu"
"Kakak nunggu di warung deket rumah Tiara aja, “
" oh, di rumah ibu Mala aja. Ibu Mala itu pun ibu angkat Tiara, udah seperti orang tua Tiara. sapa acara kelulusan hari itu, ibu Mala sebagai wali Tiara"
"ternyata hidup kamu gak mudah juga ya Ra, "
"biasalah Kak, namanya juga hidup. kalau monoton juga gak seru kan Kak, jadi ya harus di nikmati aja" sambil menuju ke rumah Tiara
Tiara pun bergegas membersihkan diri karena merasa gek enak jika di tungguin. sambil menunggu Tiara, Yosi pun silaturahmi ke rumah ibu Mala menyampaikan maksud dan tujuannya. Niat Yosi pun di sambut hangat oleh keluarga Bu Mala
"ayok Kak, entar ke buru sore" ajak Tiara setelah selesai
"ayo, pinjem Tiaranya bentar ya Buk," permisi Yosi kepada ibu Mala
"Buk, Tiara pergi sebentar ya." ucap Tiara yang berpamitan ke ibu Mala
"iya Nak, Hati-hati" jawab Buk Mala
"waalaikum salam"
"lo, mau kemana lagi Ra? " tanya Yosi yang melihat Tiara ke arah rumah nya kembali
"mau ambil motor Kak"
"kita boncengan aja, nanti Kakak antar lagi. "
"maaf Kak, gak biasa. "
"udah, di biasain." sambil tersenyum
akhirnya mereka pun pergi ke rumah Yosi dengan berboncengan
"kaku banget sih Ra, gak pala di ujung kali juga duduknya Ra, "
"hehe, iya Kak. "
"pasti kamu belum punya pacar ya Ra? "
"belum Kak"
"gak percaya Kakak"
"gak percaya ya udah Kak"
__ADS_1
"pasti kamunya ya yang jual mahal. gak mungkin gak ada yang suka sama kamu? "
"memang sengaja jaga jarak Kak, belum mau pacaran"
"sampai kapan Ra? "
"sampai halal untuk di pacarin"
"baguslah kalau begitu, cewek tu harus begitu Ra. jangan gampangan"
"cowok juga harus gitu Kak, harus saling menjaga. bukankah agama kita mengajarkan hal itu Kak"
"iya Ra, tapi zaman sekarang banyak godaannya Ra"
"tapi kalau kita punya prinsip kuat dengan agama kita, in syaa Allah Kak"
"ternyata kamu lumayan juga pengetahuan agamamu ya Ra"
"sedikit Kak, sering ikut pengajian di pesantren sebrang Kak"
"pantesan, entar minta di jodohin aja sama ustadznya di sana Ra"
"nantilah itu Kak, kita ini sebenarnya kan udah di jodohin Kak. tinggal menunggu kapan waktu yang tepat kapan kita sama-sama siap untuk di pertemukan"
"sama siapa Ra? "
"sama Allah Kak, jadi kita gak perlu pacaran Kak. iya kalau dia jodoh kita. kalau bukan dia jodoh kita kan hanya menambah perih mengenang kenangan manis bersamanya Kak"
sambil tersenyum
"kamu tu ya Ra, perfect banget. beruntung siapa yang dapetin kamu nanti"
"berharganya diri kita, kan tergantung seberapa kita menghargainya kan Kak. seperti bunga mawar, dia begitu cantik menggoda dan harum mewangi tetapi tidak mudah untuk menyentuhnya. "
"makin-makin aja Kakak kamu buat Ra, "
"makin apa Kak? "
"makin sayang kamu"
"pasti Kakak suka gombalin cewek ya? "
"sama satu cewek aja kok Ra"
"jadi Kakak punya ya. "
"iya Ra"
"cepet di halalin lah Kak"
"in syaa Allah Ra"
sankin asyiknya mereka bercerita akhirnya mereka pun tiba di rumah Yosi
"ini rumah Kakak? " tanya Tiara sambil turun dari motor
"bukan Ra"
"terus ngapain kita turun di sini Kak?"
__ADS_1
"karena di sinilah Ayah dan ibu Kakak tinggal"
"ih Kak Yosi, ngerjain aja. "