
setelah mengikuti berbagai rangkaian ujian yang akan menentukan kelulusan dan langkah kedepannya, tibalah acara yang di nanti-nantikan. seluruh siswa dan wali murid berkumpul dan acara sudah berlangsung dan mengumumkan bahwa kelulusan tahun ini 100 persen lulus semua
"baiklah kita panggilkan juara umum, siswa terbaik tahun ini yang akan mendapatkan beasiswa ke Universitas ternama dialah
ananda Mutiara Intan Permatasari" begitu menggema podium dan riuh tepuk tangan hadirin pada acara kelulusan siswa kelas XII tahun ini.
"alhamdulillah ya Allah, usaha tidak mengecewakan hasil" lirih Tiara sambil menuju ke atas podium dengan senyuman manisnya sambil sedikit membungkukkan badannya memberi hormat kepada guru dan para hadirin yang hadir di acara kelulusan
"sepatah dia kata kita persilahkan kepada sang juara" ucap moderator acara
"Bismillah
Assalamu'alaikum warahmatullaahi WAbarokaatuh.
alhamdulillah, sholatan WA salaman amma ba'du
saya bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan kepada saya, tanpa izinNya saya tidak mungkin berada di sini dan sholawat atas baginda nabi tak jemu nya kita lantunkan
Allahumma Solli 'ala sayyidina Muhammad WA 'alasan ali sayyidina Muhammad
dan tidak lupa pula ucapan Terima kasih kepada guru-guru tercinta, pahlawan tanpa tanda jasa. tanpamu apa jadinya kami ini
dan untuk orang tua saya di sana, semoga tersenyum selalu walau sudah tidak bisa mendampingi anakmu ini
Terima kasih juga buat rekan-rekan seperjuangan, yang selama ini belajar dan berjuang bersama untuk saling menguatkan dan mengingatkan diri yang lemah ini, mari kita lanjutkan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi lagi
sekali lagi Terima kasih untuk semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
akhir kata
wassalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh"
ucap Tiara dengan wajah tersenyum namun di selimuti awan mendung
Hari ini memang banyak orang iri dengan prestasi yang di raihnya, tetapi Tiara juga menjadi begitu merindukan kedua orang tuanya. apalagi melihat teman-temannya di dampingi orang tua mereka
sabar Tiara, kamu kuat, kamu masih punya Allah yang selalu ada dan menyayangimu lebih. ya Allah, kuatkan Tiara
batin Tiara sambil menuju tempat duduknya dan memeluk ibu Maka sebagai walinya
__ADS_1
"ibu, Tiara kangen sama ayah dan ibu" akhirnya ia menumpahkan perasaannya
"sabar ya Nak, nanti kita ke pemakaman orang tuamu" ucap Buk Maka menguatkan Tiara
acara demi acara terus berlangsung dan akhirnya berakhir.
setelah sesi foto selesai, wali kelas Tiara memanggilnya.
"Tiara, keruangan kepala sekolah yuk, bapak susah menunggu" ucap Buk widia
"baik Buk" mereka pun berjalan ke ruang kepala sekolah
"Assalamu'alaikum pak" sambil mengetuk pintu ruangan kepala sekolah
"wa'alaikum salam, masuk Buk" jawab pak wibowo dari dalam ruangan
" silahkan duduk semuanya" pak Wibowo mempersilahkan Buk Widia, Buk Mala dan Tiara untuk duduk di kursi tamu yang ada di ruangan kepala sekolah.
"baiklah, langsung saja ya Buk, ini sekolah ada menawarkan beberapa Universitas ternama di Indonesia. silahkan Tiara pilih dalam waktu seminggu ini, jika sudah pasti datang ke sekolah sambil membawa persyaratan nya ya Buk," sambil menyerahkan beberapa brosur Universitas
kepada Tiara
" baik Pak, " ucap Tiara
"siap Pak, " sambil berdiri meninggalkan ruangan
"Terima kasih Pak, " ucap Tiara sambil menyalami tangan Pak Wibowo
"sama-sama Tiara, semoga nantinya kamu membawa nama baik untuk sekolah kita ya" sambil tersenyum penuh harapan kepada Tiara
" insyaa Allah Pak, mohon doanya" balas Tiara
akhirnya mereka pun keluar ruangan dan berpamitan kepada Buk Widia
"Buk Tiara pamit pulang sekarang ya, Terima kasih Buk, " peluk cium Tiara kepada Buk widia
" iya Tiara, kamu jangan sungkan-sungkan sama ibu, kalau ada kesulitan dan minta saran temui aja Ibu ke rumah" sambil mengelus punggung Tiara
"siap Buk, " sambil tersenyum
__ADS_1
ternyata dari kejauhan ada seseorang yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik langkahnya Tiara
"selamat ya Tiara" tiba-tiba datang menghampiri Tiara menyerahkan bunga
"iya sama-sama" dengan datar
"eh, kamu yang hari itu dateng ke rumah Tiara kan?" tanya Buk Mala
" iya Buk, kenalin saya Arya. kemarin lupa kenalin ya Buk" jawab Arya yang salah tingkah
"ya udah, kami mau pulang sekarang. masih ada hal penting yang harus saya urus, " lanjut Tiara menuju gerbang sekolah
"iya, silahkan. kapan-kapan saya main ya ke rumah Tiara, " ucap Arya sambil melihat Tiara yang terus berjalan meninggalkan sekolah
"apakah Tiara juga salah satu pacar kamu Arya? " tiba-tiba Pak Wijaya datang menghampirinya yang tanpa dia sadari dari tadi ayahnya melihat anaknya mendekati Tiara
"eh, ayah. sejak kapan ayah ada di sini? " tanya Arya yang kebingungan
"berhentilah bermain api Arya, ada saatnya nanti kamu terbakar. di situlah baru kamu sadar bahwa api itu panas, " nasehat Pak Wijaya
"iya Yah, Arya udah gak bermain api lagi kok. ini yang terakhir Yah, " jelas Arya lagi
Arya memang selalu terbuka kepada Ayahnya, karena ia merasa ayahnya mampu menjadi teman dan juga ayah yang bijaksana untuknya.
"maksud kamu? " tanya Pak Wijaya yang masih belum mengerti
" Tiara itu sasaran terakhir Arya Yah, dia sangat jauh berbeda dari semua pacar Arya selama ini. Dia susah sekali di deketin Yah, nanya namanya aja gak di kasih tau. jadi Arya semakin pengen dapetin dia Yah, " sambil melipat tangannya di dada
"sasaran-sasaran, emangnya dia mangsa apa. kamu itu kok gak ada habis-habisnya mengejar wanita. masih bau kencur juga, " balas ayahnya lagi
"Arya baru kali ini ya Yah, mengejar wanita. selamat ini kan wanita yang ngejar Arya," sambil tersenyum bangga
"kamu ini sekolah dulu yang tinggi, mengabdi sama ayah baru cari wanita mu, " ucap pak Wijaya lagi
"siap Yah, tapi Arya juga mau dong masuk Universitas ternama kayak Tiara, " rayu Arya kepada pak Wijaya
"emang kamu mampu, bukannya selama ini kamu males sekolah. apalagi Universitas ternama itu disiplin yang ketat lo, " mengingatkan Arya
"tenang Yah, sekarang Arya punya vitamin untuk semangat belajar. Arya janji akan berubah yang lebih baik dan membuat ayah bangga kedepannya, " ucap Arya dengan penuh semangat agar ayahnya menguliahkannya di tempat yang sama seperti Tiara
__ADS_1
"baiklah kalau itu mau kamu, ayah selalu mendukung selagi itu hal untuk kebaikan kamu," jawab Pak Wijaya yang bangga terhadap anaknya saat ini Arya sudah tidak membuat masalah lagi sudah sesuatu yang membuatnya bangga apalagi dia menginginkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi
" sungguh luar biasa sosok Tiara itu, dia mampu mengubah sikap Arya" gumam Pak Wijaya sendiri