
Mentari pagi yang tersenyum memberikan kehangatan bagi penduduk bumi. Titisan embun mulai mengering dan kicauan burung yang menambah indah musik alam sang Pencipta. Izinkan Aku menikmati indahnya ciptaan sang Maha sempurna tanpa setitik cela terukir indah dan nikmat bila dirasa.
Tiara bergegas dengan penuh semangat pergi ke kampus. Hari ini pertemuan pertamanya, jadi Tiara akan antusias mengkuti pembelajarannya. Namun saat tiba di parkiran kampus, ada yang agan mengganggu konsentrasinya pagi ini
"Assalamu'alaikum Tiara" Ucap Arya yang sengaja menunggunya di parkiran
"Waalaikum salam" Cuek meninggalkan Arya begitu saja. Entah kenapa jika melihat Arya bawaanya kesal
"Tunggu Tiara" Menyeimbangi langkah kali Tiara
Melihat si manis dan si tampan berjalan bersama ke ruang kelas, sungguh pemandangan yang mengusik mata yang melihatnya
"Arya, bisa gak kamu duluan aja atau aku yang duluan" Ucap Tiara yang merasa risih dengan tatapan orang-orang yang melihat mereka
Tanpa mempedulikan ucapan Tiara
"Ini pujaan hati saya, jangan di ganggu ya" Jelas Arya saat melewati kerumunan lelaki yang juga memperhatikan Tiara
"Arya, kamu ngomong apa sih. Jangan buat masalah Ya, aku di sini mau konsentrasi belajar. Mohon jangan ganggu aku Ya, "
"Aku kan gak gangguin kamu Ra, aku jagain kamu" Bela Arya yang tidak termasuk jika dibilang mengganggu
"Tolong Ya, aku lebih nyaman sendiri" Ucap Tiara memohon
Akhirnya mereka tiba di kelas
"Assalamu'alaikum" Ucap Arya yang terlebih dulu
"Waalaikum salam" Jawab mahasiswa lain yang sudah didalam kelas
"Ra, ayo masuk. Kok malah berdiri luar" Ajak Arya yang melihat Tiara menghentikan langkahnya saat Arya mulai masuk kelas
"Kamu dulu aja Ya, tolonglah jangan seperti anak-anak" Ucap Tiara dengan kesal
"Ayolah Ra, santai aja. Apa perlu aku pegang tanganmu, " Ucap Arya dengan senyuman jailnya karena pasti Tiara tidak menyukainya
"Awas kamu Ya, malam-malam" Ucap Tiara dengan pandangan tajam memasuki ruang jelas
"Aku gak bakalan macam-macam Ra, cukup satu macam" Sambil melihat Tiara yang melewatinya
"Assalamu'alaikum" Ucap Tiara
"Waalaikum salam" Jawab yang di ruang kelas
Tiara pun duduk di bangku paling depan, karena dia ingin lebih fokus dalam menerima pelajaran. Namun beberapa pasang mata mengarah ke arah mereka karena Arya duduk di kursi sebelah Tiara.
"Assalamu'alaikum" Ucap Wulan
"Waalaikum salam, sini Lan. " Jawab Tiara sambil mengajaknya duduk di samping kirinya
"Alhamdulillah gak telat. Kirain aku udah telat Ra, soalnya di parkiran udah mulai sepi" Jelas Wulan yang masih terlihat kelelahan
tidak beberapa lama kemudian dosen pun datang dan memulai kuliah pertama hari ini. para mahasiswa antusias mendengarkan penjelasan dosen hingga akhir pembelajaran.
"ternyata kuliah itu seperti ini ya, sedikit penjelasan. setelah itu kita mencari informasi sendiri " ucap Wulan setelah dosen keluar kelas
__ADS_1
"namanya juga udah Mahasiswa Lan, harus lebih kreatif dan mandiri" jelas Tiara
"assalamu'alaikum warohmatulhi wabarakatuh"
ucap Arya yang baru saja masuk dari luar kelas dan langsung berada di depan kelas
"waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" ucap mahasiswa jurusan pendidikan
"baiklah teman-teman sekalian, saya minta waktunya sebentar. karena dosen mata kuliah psikologi belum bisa hadir, disini saya selalu ketua atau kosma mengajak teman-teman untuk membentuk struktur kelas kita. bagaimana setuju? " tanya Arya
"setujuuuu" jawab mereka kompak
"baiklah, siapa yang bersedia menjadi wakil kosma? " tanya Arya
"saya Mario, " mengangkat tangannya
"setuju yang lain? "
"setujuuuu, "
"selanjutnya sekretaris, kalau boleh saya kasih saran. saya minta Tiara siswa terbaik dari sekolah kami? " memandang Tiara yang tanpa respon
"setujuuuu" jawab yang lain
"karena sudah di setujui, saya minta Tiara membantu saya untuk menulis struktur nya di papan tulis" perintah Arya
"setujuuuu" menjawab tanpa ada yang bertanya
"kalian pada setuju aja, apanya yang setuju? "
"baiklah karena sudah pada setuju, kita lanjutkanpelihan bendahara. siapa yang bersedia dan bisa di percaya? " tanya Arya
suasana pada hening tanpa ada yang mau mengangkat tangannya
"biasanya cewek itu yang cocok" tambah Mario
"menurut kamu siapa Rio? " tanya Tiara kepada Mario
"aku tidak tau Ya, soalnya aku belum pada kenal dan tidak ada yang dulu satu sekolah denganku" jelas Mario
"ayolah kawan, jangan takut untuk mencoba. kita di sini sama-sama belajar. ini kan kampus terbaik, pasti yang hadir di sini orang-orang terbaik" ucap Arya membangkitkan semangat teman-temannya. ternyata Arya saat ini sudah menampakkan watak kepemimpinannya selama ini yang terpendam, pastinya yang di turunkan dari ayahnya.
"baiklah saya coba, mohon bantuan dan kerjasamanya"
"mohon maju, memperkenalkan diri" ucap Arya
"perkenalkan nama saya Annisa, saya tamatan pesantren Al Izzah, " jelas Nisa
"Terima Kasih, boleh duduk kembali" mempersilahkan Nisa duduk
Merekapun meneruskan pemilihan petugas-petugas yang akan bertanggung jawab dalam setiap mata kuliah yang akan berlangsung kedepannya. para mahasiswa antusias dan saling memperkenalkan diri mereka masing-masing. setelah selesai mereka pun akhirnya membubarkan diri dan beristirahat
"ke kantin yuk Ra," ajak Wulan
"ayuk, aku laper nih. soalnya tadi pake cuman makan buah" ucap Tiara yang lansung bangkit dari tempat duduknya
__ADS_1
"aku ikut Ra, biar aku yang traktir" langsung menyeimbangi jalan Tiara
"asik juga kamu Ya, hari pertama kuliah udah ada yang mau bandari" dengan senyuman
"bagusnya kamu sama temen laki-laki yang lain sana Ya, " kata Tiara
"enggak ah, aku kan maunya deket kamu terus" jawab Arya dengan bangga
"kamu demen sama Tiara Arya? " tanya Wulan terkejut
"iya, dialah pujaan hatiku." jawab Arya santai
"jadi tadi kamu bilang masuk ke kampus ini karena seorang wanita itu adalah Tiara Ya? " antusias bertanya
"iya, karena Tiara" tersenyum bahagia
"kirain kamu bercanda biar suasana heboh" ucap Wulan
"jangan percaya ucapannya Lan, kamu kan tau siapa dia" Tiba-tiba Tiara menengahi pembicaraan mereka
"hmmm, baiklah. ayo kita makan, katanya kamu lapar" saat sudah berada di kantin
mereka pun makan tanpa suara, suasana menjadi hening di antara mereka. entah apa yang ada di fikiran mereka masing-masing.
setelah selesai makan, mereka pun masuk ke kelas dan mengikuti satu mata kuliah lagi. diakhir pembelajaran dosen meminta kepada kosma untuk membagikan kelompok tugas makalah dari mata kuliah manajemen pendidikan
setelah dosen keluar kelas mereka pun sibuk memilih teman kelompok yang terdiri dari lima angota. setelah selasai merekapun membubarkan diri dan membahasnya via handphone
saat Tiara dan Wulan berjalan ke arah parkiran yang di ikuti Arya tanpa mau menjauh sedikitpun dari Tiara, yang membuat Tiara gerah
"Ya, apa sih mau mu? " tanya Tiara yang tidak terbendung lagi
"aku maunya kamu Ra, aku gak mau kehilangannya mu Ra, " ucap Arya
"maaf, gak pake gombalan seperti itu buat aku. aku kan udah kasih jawaban kemarin"jawab Tiara
" ajukan juga bilang akan bertindak jika kamu dekat dengan lelaki lain" jawab Arya tidak mau kalah
"emang aku dengan lelaki mana maksudmu? " tanya Tiara
"aku tau Ra, kamu sama aku tidak peduli sedikit pun. tapi sama kakak senior kita itu, entah siapalah namanya. aku juga males tau namanya, kamu mau di bawa jalan sampai ke rumahnya" ucap Arya yang tidak Terima dengan sikap Tiara
"kenapa kamu harus ikut campur tentang aku. kita kan gak ada apa-apa" ucap Tiara lagi
"memang kita tidak ada apa-apa Ra bagimu. tapi aku tidak akan melepaskanmu kepada lelaki manapun Ra, " jelas Arya dengan serius
"udahlah Ya, kita Damai. jangan seperti ini, kita masih punya cita-cita dan langkah kita masih jauh. fokuslah sama kuliah kita" ucap Tiara gak kalah serius
"aku memang fokus sama kuliah aku Ra, kalau kamu tidak yang buat yang aneh-aneh. percayalah Tiara, aku banyak berubah karena kamu. kamu tau sendirikan aku dulunya seperti apa, demi kamu aku rela masuk ke kampus seperti ini" jelas Arya
"jangan jadikan aku alasan kamu melakukan sesuatu, itu sangat tidak di anjurkan Ya" jelas Tiara yang lelah menghadapi sikap Arya
"sudah-sudah ayo kita pulang, biar waktu yang akan menyelesaikan permasalahan kalian" kata Wulan menengahi

__ADS_1