
Ratusan mahasiswa baru mengikuti kuliah umum. dimana dalam hal ini mahasiswa di perkenalkan dengan kampus baru mereka dan dalam seminggu mereka akan mengikuti ospek, hal yang harus di ikuti jika kita sebagai siswa atau pun mahasiswa di sekolah baru.
dalam kegiatan ospek ini, mahasiswa akan di uji kekompakan dan ketelitiannya serta akan lebih dekat lagi untuk berdekatan menjalin keakraban dengan Mahasiswa yang lain. Begitu juga halnya dengan Universitas yang di masuki oleh Tiara
"Ra, aku kok neves ya kalau liat kakak-kakak tingkat kita. kok mukanya garang-garang ya" celoteh Wulan kepada Tiara
ya, wulan akhirnya memilih kampus yang sama dengan Tiara karena sahabatnya ini pasti tidak akan meninggalkannya sendirian dalam ketidaktahuannya.
"husss, jangan kuat-kuat ngomongnya. Nanti kita kena masalah. kan wajar mereka seperti itu biar kita pada takut. ingat gak saat ospek siswa baru di sekolah kita hari itu, kitakan emang di anjurkan masang muka garang ke siswa barunya," ingat mereka kembali
"oh, iya ya. Kalau begitu kita tidak perlu takut kepada mereka santai aja ya Ra, " ucap Wulan lagi menguatkan mentalnya
"iya, santai aja. mereka itu pura-pura garang aja." jawab Tiara santai
"setelah mengikuti seminar workshop pembukaan tahun ajaran baru. maka kalian diwajibkan untuk mengikuti ospek ini. paham adik-adik sekalian" mengumpulkan para mahasiswa baru di lapangan
"pahaaam," jawab mereka serentak
"peraturan yang harus di ingat ialah pasal satu kakak tidak pernah bersalah pasal kedua jika kakak bersalah maka kembali ke pasal satu, paham" kak Angga menjelaskan peraturan ospek selaku ketua Ospek
"paham kak" ucap mereka lagi.
"jawabnya, siap paham, " membenarkan jawaban mereka
"siap paham" mengulangi sekali lagi
"baiklah sebelum memulai kegiatan kita hari ini, siapa yang bersedia menjadi ketua yang akan bertanggung jawab dengan semua peserta ospek kita tahun ini" tanya kak Angga kepada semua peserta ospek
"saya Kak," Arya mengangkat tangan dengan semangat
"apakah kamu siap bertanggung jawab atas semua anggota ospek tahun ini? " tanya Kak Angga tegas
"siap Kak," jawab Arya mantap
"apakah kamu siap menanggung hukuman juga apabila ada anggota yang salah? " tanya Kak Angga lagi
"siap Kak, " ucap Arya tanpa ragu
di barisan pada berbisik mengagumi Arya yang terlihat keren dengan sikap dan juga penampilannya.
"Ra, itu bukannya anak ketua yayasan kita. Ternyata dia daftar di sini juga ya, bisalah" sedikit berbisik
"emang mau kamu ngapain tuh anak?" tanya Tiara dengan melirik Wulan yang ada di belakangnya
"mau tak rebut paksa hatinya, abisnya gemes liatnya Ra, " dengan tatapan menggoda
Diantara puluhan wanita di sekolah Madrasah nya, Wulan adalah salah satu pengagum ketampanan Arya
"maunya kamu dengan dia yang playboy itu wulan," ejek Tiara
__ADS_1
"biarin, semoga hatiku persinggahan terakhirnya. aamiin“ ucap Wulan dengan penuh harapan
disaat mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tiba-tiba topi Tiara di ambil dan beberapa topi yang lain serta di bawa entah kemana
" seluruhnya pasukan saya ambil alih, Siap gerak. sebagaimana semalam sudah di sampaikan bahwa kegiatan ospek ini harus selalu menggunakan seragam dan atribut lengkap dan rapi. Bagi mahasiswa yang tidak seragam dan atribut yang tidak lengkap silahkan maju ke depan, " tegas kak Angga
Tiara sadar bahwa dia sedang di kerjain, mau gimana lagi. mau bilang topi nya di ambi, yang ngambil tidak tahu namanya. Akhirnya Tiara pun maju bersama beberapa orang yang lainnya
"Kalian pasti tau mengapa kalian harus ke depan"? Tanya kak Angga tegas
" Siap tau Kak, " Jawab mereka.
"Siap menerima hukuman, " Ucap kak Angga lagi
"Siap Kak", bersamaan
" Baiklah, hukuman kalian. Silahkan peragakan nyanyian potong Bebek angsa dan vokalnya di rubah menjadi huruf I. Siap? " Menjelaskan hukumannya
"Maaf sebentar Kak, bukannya saya selaku ketua juga harus bertanggung jawab terhadap anggota saya, " Ucap Arya tiba-tiba
"Waah, itu dia yang harus dilakukan sebagai ketua. Baiklah, silahkan kamu juga mengikuti hukuman dari anggota mu yang di depan, " mempersilahkan Arya menuju ke depan diiringi riuh tepuk tangan dari mahasiswa yang merasa bangga dengan ketua baru mereka
akhirnya mereka pun bernyanyi dan menggerakkan anggota badan mereka sesuai dengan irama syair lagu yang mereka bawa
Piting bibik ingsi misik di kiwili
Nini mintik dingsi dingsi impit kali
Li li li li li li li li.....
Siring ki kiri siring ki kinin
Li li li li li li li li...
Tidak lama kemudian tiba-tiba tepung dicampur blau bertaburan di seluruh tubuh mereka, dan beberapa colokan mentega menghiasi wajah mereka yang manis-manis sehingga semakin terlihat manis
"Hari ini, hari yang kalian tunggu
Bertambah satu tahun usiamu
Bahagia lah kamu" Menyanyi bersama-sama diiringi tepuk tangan dan senyuman
"Ayo semuanya berjalan dan mengucapkan selamat di bulan yang istimewa bagi mereka" Mengajak para mahasiswa untuk memberi selamat bagi mereka yang di kerjain
"Selamat ya, selamat datang di kampus ini. Kakak minta nomor handphone mu ya," Ucap Kak Yosi dengan tatapan penuh arti Berlalu tanpa menunggu balasan dari Tiara karena pada antri mengucapkan selamat
"Baiklah, adik-adik kakak. Sekarang kalian boleh break, dan satu jam dari sekarang sudah berkumpul di aula. " Jelas Kak Angga
"Siap Kak, " Ucap mereka bersama-sama
__ADS_1
"Tanpa penghormatan bubar barisan jalan, " Membubarkan barisan
Disaat Tiara sedang membalikkan badannya, dia terkejut
"Ini handuk untuk membersihkan wajahmu," Ucap kak Yosi dengan senyuman manisnya
Badannya yang kekar dan tinggi yang juga jadi pusat perhatian mahasiswa lainnya tentu saja menjadi hal yang menarik untuk di saksikan dan membuat iri yang lainnya
"Cie, ada yang lagi berjuang ni" Sindir Kak Leo, teman seangkatannya
"Husss, kamu itu ya. Buat menarik perhatian yang lain aja" menyenggol pinggang Kak Leo dan menjauh dari para mahasiswa
"Jangan salahkan Aku, bukannya kamu memang dari dulu menjadi pusat perhatian. " Membela diri
"Itukan karena kamu yang suka menghebohkan suasana," Tidak mau kalah
"Ngomong-ngomong ni ya Sob, bukannya kamu sudah punya Cantika. Mengapa kamu deketin itu mahasiswa baru. Apa pengen punya pacar yang sekampus atau memang sudah putus? " Bertubi-tubi bertanya
"Kamu itu ya. Bisa gak, nanya satu-satu" Bernada kesal
"Abisnya aku penasarannya banyak sih" Ucap Leo yang tidak sabar ingin mendengar penjelasan Yosi
"Kamu gak lihat gimana wajah dan gaya wanita itu tadi. Bukankah dia mirip sekali dengan adikku yang meninggal namun jasadnya belum di temukan saat kecelakaan pesawat tiga tahun yang lalu," Jelas Yosi panjang kali lebar
"Bagaimana aku bisa perhatikan dengan jelas, mukanya saja belepotan mentega dan tepung. Yang ada jika di perhatikan malah bayangin kalau ibuku mau buat kue donat, " Tertawa sendiri
"Di ajak ngomong serius malah di candaan. " Meninggalkan Leo dengan kesal
"Tunggu, mau kemana Si. Iya aku percaya, gitu aja marah. Kamu mau kemana? " Sambil mengejar langkah Yosi
"Mau ke ruang panitia penerimaan mahasiswa baru. Udah kamu sana, jangan rusuhin aku," Ucap Yosi yang masih kesal
"Jangan gitulah Sob, okelah aku bantu. Pasti kamu mau cari data wanita itu tadi kan? " Tebak Leo dengan yakin
Dari kejauhan Arya memperhatikan gerak gerik Yosi. Dia tidak mau keduluan orang lain dalam meluluhkan hatinya Tiara, padahal usahanya sudah dilakukan sebaik mungkin. Yang dulunya dia paling sering bolos sekolah sekarang nekat masuk ke kampus ternama yang pastinya sudah begitu ketat kedisiplinan bahkan dia nekat untuk menjadi ketua agar terlihat gagah
"Kamu ya Ra, belum lagi kelas Ospek kita. Udah dapet aja tuh calon, " Goda Wulan
"Calon , calon apa Wulan?" tanya Tiara
"Hamm, maunya calon apa? " Balik bertanya
"Kamu itu ya gak jelas Wulan. Ayo kita ke ruangan, nanti terlambat di hukum lagi." melangkah menuju ruang aula
"Gak papa di hukum Ra, kan bakal ada malaikat penolong. Aku mau lah“ sindir Wulan
" Ya sudah kamu masuknya nanti aja, biar terlambat. Aku juga penasaran sama malaikat apa yang bakal nolongin kamu, " mempercepat langkahnya meninggalkan Wulan
"Tunggu Ra, cepat sekali kamu jalannya." Mencoba mengimbangi langkah Tiara
__ADS_1
"Iya, aku mau duduk di depan. Biar mudah memperhatikan materi yang di sampaikan nantinya, " Ucap Tiara tanpa melihat Wulan
"Baiklah tuan putri, mari kita lakukan kehendak tuan putri. " mengikuti maunya Tiara